Suamiku Tukang Selingkuh

Suamiku Tukang Selingkuh
bab 61 di tinggal papa.


__ADS_3

Pagi pagi sekali Gala sudah bersiap siap karena dia akan ke bandara, hari ini dia akan pergi keluar kota selama tiga hari. Lusi juga sudah menyiapkan segala kebutuhan suaminya, sedangkan Angga dari semalam dia bersama Rena karena Gala yang menginginkannya.


Malam ini balita gembul itu terselamatkan oleh pengasuhnya, entah kalau gala keluar kota selama tiga hari ini apa yang akan terjadi Rena sangat takut.


"ayo turun semua sudah lengkap gak ada yang tertinggal lagi kan?"


"iya mas ayo kita sarapan dulu, masih lama kan?"


"iya aku juga ingin melihat Angga dulu, selama tiga hari ini gak akan bisa melihatnya aku pasti akan sangat merindukan anak itu."


Mereka pun turun ke bawah dan langsung menuju ruang makan, ternyata Angga sudah ada di sana sedang di suapi Rena.


"halo sayang, anak papa lagi mam? Jangan nakal ya papa mau keluar kota dulu."


"udah sayang sarapan dulu, lagian Angga juga lagi makan selesai sarapan nanti baru ajak Angga ngobrol sebentar nanti telat Lo."


Gala pun hanya menurut apa kata istrinya, dia pun sarapan bersama Lusi wanita itu terus melayaninya dengan baik. Sedangkan Rena sedang resah dengan kepergian Gala, dia sangat takut terjadi sesuatu kepada anak asuhnya selama di tinggal papanya.


Angga sudah selesai makan Rena pun membersihkan sisa makanan yang menempel, dia takut nanti Gala menggendong putranya akan mengotori pakaian tuannya.


Gadis itu sangat paham kalau Angga akan di tinggal selama tiga hari, dia pun menunggu Gala sampai selesai sarapan. Diam diam Gala memperhatikan gadis cantik itu, dia merasa kalau Rena saat ini sedang risau itu sangat terlihat jelas dari wajah dan juga gerak geriknya.


Gala sudah selesai sarapan, dia pun langsung menghampiri putranya dan menggendongnya. Angga sangat senang bila sedang ada di gendongan papanya, Lusi pun ikut mendekat padahal aslinya dia sangat muak hanya karena takut di usir suaminya aja makanya dia mau mengurus anak sambungnya itu.


Rena hanya memperhatikan interaksi antara ayah dan anak itu, mereka sangat dekat satu sama lain sedangkan Lusi hanya terlihat seperti pengganggu. Dari cara dan omongannya terlihat jelas di situ tidak ada ketulusan, dia hanya bersandiwara untuk memenangkan hati suaminya.


Sayangnya Gala tidak bisa melihat itu, dia sudah di butakan oleh cinta. Tapi tidak dengan Rena dia sangat faham kalau itu tidak tulus, tapi gadis itu tidak berdaya meski di kasi tau pasti Gala tidak akan percaya padanya.


"oh ternyata sudah waktunya aku harus berangkat."

__ADS_1


"sini Angga biyar aku gendong" Gala memberikan putranya kepada istrinya, dan dia meraih koper dan menyeretnya.


Mereka pun berjalan beriringan sampai ke depan, Gala menciumi putranya baru kemudian mencium pipi Lusi.


"sayang aku jalan dulu, jaga Angga dengan baik ya kalau kamu kerepotan suruh Rena aja."


"iya sayang kamu tenang aja aku pasti menjaga Angga." Gala pun menaiki mobil di antar oleh pak Asep menuju bandara.


Setelah Gala pergi Lusi pun kembali masuk sambil menggendong Angga, dia pun langsung berteriak memanggil Rena dan memberikan anak itu kepada gadis cantik itu.


"Rena..."


"iya nyonya, ada apa?"


"ini urus anak ini, aku mau mandi dulu dan hari ini aku ingin keluar jadi jaga dia dengan baik"


"baik nyonya"


Sampai di kamar Lusi langsung masuk kamar mandi dan berendam, dia ingin bersantai dan akan keluar bertemu teman temannya. Dia sudah sangat merindukan teman dan juga tempat mereka biasa menghabiskan waktu, terkadang di kafe sering kali juga di klub karena Lusi memang senang minum alkohol juga.


Itu adalah kebiasaan Lusi sebelum menikah dengan Gala, bahkan setelah menikah pun dia masih melakukannya. Tapi semenjak di tegur suaminya dia sebisa mungkin menahannya, karena dia takut dengan ancaman ayah satu anak itu.


Sudah cukup lama Lusi pun menyelesaikan ritual mandinya, dia pun keluar dan memakai baju seperti biasa seksi dan itulah gayanya. Selesai berpakaian dia pun mulai memoles wajahnya, setelah dia merasa sudah cantik wanita itu pun mengambil hp dan juga tas dan keluar dari kamar.


Lusi menuruni anak tangga satu persatu sambil berteriak, "Rena...."


Rena yang sedang berada di taman belakang langsung berlari begitu mendengar teriakan Lusi.


"ada apa nyonya?"

__ADS_1


"mana Angga?"


"dia di taman belakang bersama bibik Emi nyonya"


"baiklah aku akan keluar mungkin sampai malam, jaga anak itu kalau sampai terjadi apa apa aku gak mau di salahkan suamiku mengerti"


"mengerti nyonya"


"dan ingat aku gak mau kalau suamiku tau kalau aku keluar, awas kalau sampai itu terjadi."


"tidak akan nyonya."


Tanpa berbicara lagi Lusi pun berjalan keluar, dia pun menaiki mobilnya dan meninggalkan rumah megah itu.


Sedangkan Rena kembali ke taman belakang dengan riang gembira, dia merasa lega kalau wanita itu keluar terus otomatis tidak mengurus Angga. Maka anak asuhnya akan selamat, tapi kalau sampai dia yang urus balita itu mungkin akan fatal apalagi Gala tidak ada.


"bik, bibik Emi"


"ada apa teriak terik Ren? Nanti di dengar nyonya Lusi lo"


"gak bakalan bik nyonya sudah pergi keluar"


"oh ya, rupanya dia sudah tidak tahan lagi ya?"


"sepertinya begitu bik, tapi itu bagus buat Angga. Aku malah berharap nyonya keluar terus selama tiga hari ini, karena kalau nyonya di rumah dan mengurus Angga itu sangat bahaya."


"iya juga kalau sampai nyonya yang ngurus den Angga, otomatis nyonya akan ngasi susu formula."


"nah itu dia bik yang aku takutkan, mudah mudahan aja nyonya terus keluar bertemu teman temannya."

__ADS_1


"kamu tenang saja Ren, bibik rasa nyonya pasti akan keluar tiap hari. Ingat itu adalah kebiasaan nyonya, baru baru ini saja dia berubah setelah ribut sama tuan waktu itu."


"iya ya bik"


__ADS_2