Suamiku Tukang Selingkuh

Suamiku Tukang Selingkuh
bab 86 kedatangan orang tua Rena.


__ADS_3

sore hari kamar Rena dan gala sudah selesai di renovasi, semua perabot sudah tertata rapi bahkan semua pakaian Rena sudah tersusun rapi di lemari. Rena merasa gak enak menerima semua itu, baginya ini sungguh berlebihan.


"ayo Ren mama mau lihat kamar kalian, sekalian mama ngantar kamu malam ini kamu sudah bisa tidur di sana"


"tapi ma apa ini tidak berlebihan, aku gak apa apa kok tidur di kamar ini sampai kami menikah."


"Rena justru mama senang Gala memperlakukan kamu dengan baik, itu artinya dia benar benar serius sama kamu. Dan ini tidak berlebihan memang sudah seharusnya kamu pindah ke kamar itu, kalau Gala masih membiarkan kamu tidur di kamar pembantu itu justru di pertanyakan. Artinya dia tidak peka karena dia tidak serius sama kamu."


Mendengar penuturan mama Raisa Rena merasa benar dia pun tidak komentar lagi, mereka akhirnya naik melihat kamar yang akan di tempati Rena. Saat mereka sampai di atas Gala keluar dan juga beberapa pekerja, mereka pamit kepada ayah satu anak itu karena pekerjaan mereka sudah selesai.


"Gala apa sudah selesai? Mama sama Rena mau lihat,"


"sudah ma, ayok Ren lihat hasilnya kalau ada yang tidak cocok kamu bilang aja" Gala pun menarik tangan Rena dan membawa nya masuk ke dalam kamar. Begitu masuk mama Raisa dan juga Rena merasa takjub, mereka seperti pertama kali masuk ke kamar ini semuanya sangat beda. Gala memang menyuruh ahlinya untuk mendekor kamar supaya seperti kamar yang baru.


"bagaimana Ren? Apa kamu menyukai nya?"


"iya Abang aku seperti belum pernah masuk ke kamar ini,"


"iya ya Ren mama juga merasa seperti itu, Gala bisa gak kamar mama juga di renovasi supaya terlihat lebih nyaman kayak kamar ini?"


"bisa kalau mama menginginkan nya tinggal bilang aja mama mau kayak apa"


"eh gak jadi deh, kalau kamar mama di rubah kenangan papamu juga akan hilang"


Deg....


Gala langsung teringat papa nya, tapi sebisa mungkin dia menyembunyikan perasaan nya, dia gak mau mama nya semakin sedih.

__ADS_1


"mama jangan sedih gitu dong papa sudah tenang di sana ma, baiklah kalau mama gak mau juga gak apa apa."


"ya sudah Ren mama mau istirahat dulu, kamu gak usah turun lagi barang barang mu juga sudah di si kan?"


"iya ma" Raisa pun keluar dari kamar itu, Gala dan Rena saling pandang beberapa saat tidak bicara kemudian mereka sama sama tersenyum.


"oh ya Ren bentar lagi ayah dan ibu sampai, kamu mandi aja dulu aku akan turun nanti selesai mandi ke bawah aja supaya kita menyambut mereka."


"baik bang aku memang sudah pengen mandi" Gala pun mengusap rambut Rena kemudian keluar dari kamar itu, Rena merasa senang dengan perlakuan Gala. Dia memang belum pernah dekat apa lagi pacaran dengan seorang pria, dan saat Gala memperlakukan nya dengan manis Rena mulai merasa senang. Sepertinya dia sudah mulai ada rasa setelah mereka sering berinteraksi.


Rena sudah selesai mandi dan berpakaian, setelah rapi memoles wajahnya sedikit dia pun turun ke bawah. Gala ternyata sudah ada di ruang tamu menunggu nya.


"Abang sudah mandi belum?"


"sudah sini duduk bentar lagi mereka sudah sampai." Rena pun ikut duduk agak jauh dari Gala, mereka terus saja mengobrol ya lebih tepatnya Gala yang terus bicara sedangkan Rena hanya menjawab ya terkadang tidak.


"kamu tau Ren kenapa aku tertawa?" Rena hanya mengangguk tanpa menjawab pertanyaan Gala.


"aku tertawa karena sedari tadi aku sudah ngomong panjang kali lebar, tapi kamu cuman jawab ya kalau ngak tidak. Aku jadi merasa sedang ada di persidangan tau gak,"


"he he he maaf, aku juga gak tau bang mau ngomong apaan ya udah aku bilang gitu deh."


"sepertinya itu mereka bik...bibik Emi tolong panggil mama, mertuaku sudah sampai." tanpa menjawab wanita paruh baya itu pun memanggil Raisa ke kamarnya, sedangkan Gala dan Rena sudah keluar untuk menyambut kedua orang tua nya.


Saat keluar dari dalam mobil ayah dan ibu Rena merasa takjub dengan rumah calon menantu mereka, Rena pun langsung menghambur ke pelukan ibunya. Sedangkan Gala Salim dan mencium punggung tangan ayah Rena, selesai berpelukan dengan ibu nya Rena pun berpindah melakukan hal yang sama kepada ayah nya begitu juga Gala.


Gala dan Rena pun mengajak kedua orang tua itu untuk masuk, sedangkan bibik Emi langsung menyuguhkan minum dan beberapa kue. mama Raisa pun kemudian datang dan bersalaman dengan calon besan nya, mereka pun mengobrol beberapa saat dan Raisa pun menyuruh Rena mengantar ayah dan ibunya ke kamar tamu.

__ADS_1


Raisa berkata supaya mereka bersih bersih dan beristirahat, karena sebentar lagi mereka akan makan malam pasti mereka sudah lapar di dalam perjalanan.


Sampai di kamar tamu ayah Rena yang duluan mandi, sedangkan kedua wanita itu sibuk mengobrol ayah Rena hanya geleng geleng sambil berlalu ke kamar mandi.


"ibu adek adek ku kok gak ada yang ikut?"


"mereka kan sekolah nak, lagian kamu tau sendiri adek adek mu mana mau mereka bolos. Mereka selalu bilang sama ibu kalau mereka akan belajar yang benar, supaya kamu gak sia sia bekerja di kota untuk membantu biaya sekolah mereka."


"oh ya mereka bilang begitu sama ibu? Aku seneng mendengarnya buk"


"oh ya Ren bagaimana keadaanmu, apa kamu hamil setelah kejadian itu?"


"aku gak tau Bu, kejadian itu juga baru mana mungkin ketauan sekarang."


"iya sih ibu hanya khawatir sama kamu nak, kita ini hanya orang miskin bagaimana kalau Gala tidak serius sama kamu."


"tapi Buk sejauh ini Gala memperlakukan aku dengan baik, begitu juga dengan mama dia selalu baik dan memperlakukan aku seperti putrinya."


"syukurlah kalau begitu, ibu hanya takut kamu di permainkan apa lagi kita hanya orang kampung. ibu juga takut mereka mengira kita hanya memanfaatkan keadaan demi uang."


"ibu kita gak boleh berfikiran buruk kepada orang, kalau ada orang yang berfikir aku seperti itu biarin aja. Yang penting kan kita tidak seperti itu, untuk apa memikirkan orang"


"iya ibu juga tau tapi kalau keluarga Gala yang berfikiran seperti itu bagaimana? ibu gak mau kamu menderita nantinya."


"ibu gak usah berfikir yang aneh aneh, Rena akan menghadapi ini apa pun yang terjadi ke depan nya mungkin itu sudah takdirku. Ibu itu harus berdoa supaya pernikahan ku ini membawa kebahagiaan, semoga ini pernikahan pertama dan terakhir bagiku dan juga yang terakhir untuk Gala"


"amiin...." ujar ibu Rena.

__ADS_1


__ADS_2