Suamiku Tukang Selingkuh

Suamiku Tukang Selingkuh
bab 75 mendapat surat


__ADS_3

Sebulan sudah setelah Angga hilang, berkat Rena yang sering mengajak Gala berbicara hingga akhirnya pria itu bangkit lagi dari keterpurukan nya. Biar pun dia sudah mulai bekerja seperti biasa, bukan berarti dia telah melupakan putranya tentu saja dia masih terus mencari nya.


Sekeras apa pun Gala dan Doni mencari Angga tetapi belum membuah kan hasil, bagaimana mereka akan menemukan anak itu di setiap langkah mereka selalu ada Iyan yang menutup jalan mereka.


Setiap hari terasa membosankan bagi Gala, ayah satu anak itu mensiasati nya dengan bekerja dan bekerja. Kalau sudah terlalu lelah terkadang dia mengajak Rena mengobrol, dan Gala sekarang menyuruh gadis itu yang mengurus segala kebutuhan nya.


Rena dengan senang hati melakukan nya, dia merasa kasihan kepada majikannya itu selain kehilangan anak Rena juga curiga kepada Lusi. Dia setiap hari melihat wanita itu keluar malam dan pulang kalau sudah pagi, gadis cantik itu juga sering melihat tanda merah di leher Lusi.


Rena tidak mau mengatakan itu semua kepada Gala, gadis itu tidak tega menambah beban pikiran tuan nya. Dia malah senang melihat gala yang sibuk kerja untuk menghilangkan kerinduan kepada putranya, ketimbang saat saat Angga baru hilang Gala hanya mabuk mabukan. ayah satu anak itu selalu menenggak minuman keras untuk menghilang kan rasa bersalah nya.


Pagi sekali Gala sudah berangkat ke kantor, begitu sampai dia langsung bekerja sedangkan Doni belum sampai. Hari sudah menjelang siang dia masih asyik bekerja dan tak pernah lelah.


Tok, tok, "masuk"


Doni membuka pintu dan duduk di depan Gala, asistennya itu membawa sebuah surat untuk Gala.


"ada apa Don?"


"oh aku mau antar ini bos"


"ini ada surat sepertinya dari pengadilan."


Gala langsung mengambil surat itu dari tangan Doni, dia pun mulai membuka dan kemudian membaca surat itu. Setelah membaca surat itu Gala kaget dan juga syok, ternyata itu adalah surat panggilan dari pengadilan agama.


"Ada apa? Itu surat apa?"


"Doni ini surat dari pengadilan agama, Bela akan mengambil putraku."


"biarkanlah bos yang penting mereka pasti akan pulang, dan kapan pun ingin bertemu dengan Angga kita masih bisa dari pada kayak sekarang boro boro mau ketemu keberadaan mereka aja sampai sekarang kita tidak tau."


"iya tapi Don kalau Bela gak ngizinin aku bertemu dengan putraku bagaimana?"


"aku rasa Bela gak akan melakukan hal itu."

__ADS_1


"kenapa kamu bisa yakin kalau Bela gak akan melarang aku bertemu dengan Angga."


"karena dia tau betapa tersiksa nya berpisah dengan putranya yang masih butuh asi, dan dia tidak di perbolehkan untuk bertemu dengan anaknya yang masih sangat kecil itu."


Mendengar omongan Doni ayah satu anak itu langsung menangis, dia merasa bersalah karena keegoisannya dia telah tega memisahkan ibu dan anak.


"Doni aku baru menyadari ternyata apa yang aku lakukan kepada Bela sangat jahat, dan sekarang tanpa melalui pengadilan pun aku akan memberikan Angga untuknya."


"sekarang kita ikuti aja prosesnya, mau bagaimana lagi semua sudah terjadi."


"iya tapi terus terang aja aku sangat takut tidak bisa menemui putraku."


"tenang saja bos, aku juga sangat yakin Bela tidak akan melarang mu untuk bertemu Angga."


"semoga saja, tapi aku semakin curiga dengan Frey aku rasa dia yang ada di balik semua ini."


"bisa jadi soalnya itu asisten Frey yang bernama Iyan sangat cerdik, menurut yang aku dengar untuk menghilangkan jejak Bela dan Angga bukanlah hal yang sulit baginya."


"tidak ada, sebaiknya kita menunggu saja"


"maksud kamu apa Don? Apa iya aku harus diam saja dan menunggu, aku gak mau tau cepat cari cara supaya bisa menemukan mereka."


"tenang dulu maksudku kalau mereka ada di tangan Frey berarti semua akan baik baik saja, kamu tau ngak Frey itu sangat mencintai Bela dan Angga sudah di anggap nya seperti anaknya sendiri. Itu artinya mereka ada di tangan yang tepat."


"hhh entahlah Don, apa sebaiknya aku menemui Frey? Tapi dia tidak mungkin mau mengakui kalau mereka bersama nya."


"ya sudah terserah saja, tapi menurutku ikuti aja prosesnya yang penting setelah bertemu dengan mereka minta maaf aja. Udah itu jangan lakukan lagi kesalahan seperti yang sudah lewat, jadilah menjadi seorang ayah yang bijak dan jangan egois."


Gala hanya diam mencerna omongan Doni dan dia semakin merasa bersalah mengingat betapa jahat dan egoisnya dia, tapi semua sudah terjadi Gala tidak bisa memutar waktu dan merubah kesalahan nya.


"ya sudah aku mau keluar dulu, sebentar lagi waktunya makan siang"


Doni pergi meninggalkan Gala yang sedang melamun, ayah satu anak itu kemudian mengambil hp dan menghubungi Frey. Dia mengajak sahabat nya itu untuk makan siang di sebuah kafe dan Frey menyetujui ajakan Gala.

__ADS_1


Gala bergegas pergi ke kafe di mana dia mengajak Frey bertemu, sampai di kafe dia sudah sampai terlebih dahulu. Sambil menunggu Frey dia memesan minuman sambil bermain hp, gak lama pria tampan dan menawan seorang duda datang mendekati Gala.


"em apa sudah lama menunggu?"


"oh Frey ayo duduk, belum aku baru sampai kok"


Frey pun duduk dan Gala memanggil waiters, mereka memesan makan siang dan Gala terlihat canggung kepada temannya.


"ada apa? Kok kayaknya kamu terlihat canggung apa ada yang perlu? Katakan lah kalau aku bisa bantu pasti aku bantu."


"iya memang ada sesuatu yang ingin aku sampaikan, tapi sebaiknya kita makan dulu aku sudah lapar Frey"


"ok," waiters pun datang mengantar makanan yang mereka pesan, kedua pria tampan itu pun makan dengan pikiran nya masing masing. Tidak menunggu lama mereka berdua sudah sama sama kenyang, Frey makan dengan lahap akan tetapi Gala tidak begitu dia hanya makan sedikit.


"ada apa kenapa sekarang kamu makan nya sedikit? Biasanya juga makam dua bakul baru kamu kenyang"


"hhh mungkin kamu juga tau penyebab nya, udah Frey berhentilah menyiksaku aku sungguh tidak sanggup lagi."


"maksud kamu apa Gala?"


"aku tau Bela dan putraku ada sama kamu, jadi bawalah mereka pulang dan soal hak asuh itu urus aja. Sebenarnya tanpa ke pengadilan juga aku sudah mau nyerahin Angga kepada Bela, sekarang aku sadar telah melakukan kesalahan besar dengan memisahkan mereka."


"bagus lah kalau kamu sudah sadar, terus bagaimana aku bisa percaya dengan ucapan mu?"


"Frey percayalah aku hanya ingin bertemu dengan nya, setelah mereka pulang aku gak akan mengambil Angga dari Bela. Tapi aku mohon tolong katakan pada Bela supaya jangan melarang aku bertemu putraku."


"baiklah tapi setelah hak asuh jatuh ke tangan Bela baru mereka akan saya bawa pulang."


"ok dan makan siang kita ini biar aku yang traktir,"


"baiklah aku akan keluar duluan soalnya aku masih banyak pekerjaan, dan istrimu itu sebaiknya cepat ceraikan dia."


Frey langsung pergi meninggalkan Gala, pria itu tadinya sudah ceria tapi mendengar omongan sahabat nya dia jadi penasaran. Gala kenal dengan Frey pasti ada alasan nya dia mengatakan itu, tapi Gala sedang bahagia setelah mengetahui pasti keberadaan putranya jadi dia pergi tanpa menghiraukan omongan Frey.

__ADS_1


__ADS_2