
Setelah beberapa hari di rawat di rumah sakit, Bela pun di perbolehkan pulang bersama bayinya.
''Gala mana? ko dia gak datang istri sama anaknya mau pulang.''
''tadi mas Gala udah nelfon, dia gak bisa datang. katanya mau ada pertemuan dengan rekan kerjanya ma.''
''oh mama ngurus administrasi dulu ya.''
''iya ma.''
Raisa pun keluar untuk mengurus segala sesuatu untuk kepulangan menantu dan cucunya.
''halo nak udah beres belum?''
''ibu sama siapa? ayah mana Bu?''
''ibu datang sendiri, ayah gak ikut katanya jenguk cucunya pas di rumah aja.''
Laila pun menggendong cucunya yang tertidur pulas sekali.
''Bel ko mirip bangat ya sama Gala, semuanya dari mata, hidung, bibir pokoknya semua.''
''iya Bu semua bilang begitu.''
Setelah Raisa mengurus semuanya, mereka pun pulang kerumah dengan perasaan bahagia.
''Doni apa semuanya lancar?''
''semuanya sudah beres bos.''
''apa kamu sudah mengantar kan yang saya suruh.''
__ADS_1
''sudah, tapi dia menolaknya.''
''apa? di tolaknya.''
''iya bos.''
''ya sudah sekarang kita langsung ke pertemuan itu saja.''
Gala dan Doni pun menuju aula pertemuan, saat mereka sampai beberapa rekan bisnisnya sudah ada yang datang terlebih dahulu. gala pun menyapa mereka dengan ramah.
Tiba tiba orang orang pada melihat ke arah pintu masuk, gala pun ikut menengok. dan dia kaget melihat Lusi masuk bersama pria paruh baya, yang terus saja menggandeng tangan wanitanya.
Melihat itu Gala merasa panas dan cemburu, tapi di tahannya.
''pantes tas yang aku kasi di tolaknya, ternyata dia jalan sama tua bangka itu. pasti Lusi di manjakan dengan barang barang mewah, gak bisa di biarkan ini batin gala.''
Melihat gala cemburu Lusi pun semakin menempel sama pria tua itu, ya sebenarnya Lusi hanya memanas manasi Gala dia juga masih ingin kembali pada pria beristri itu.
''apa apaan kamu Lusi, kok jalan sama tua bangka itu.''
''kenapa? bukankah mas sudah mutusin aku, jadi aku mau jalan sama siapa saja gak ada urusannya sama kamu.''
''apa pria itu sudah me manjakan mu dengan barang barang bagus Lusi?''
''kalau iya memang nya kenapa hah...,kita itu sudah putus. jadi kalau aku jalan sama siapa saja apa urusannya sama kamu.''
''pokoknya besok besok aku gak mau lihat kamu jalan sama siapa saja kecuali aku.''
''maksud kamu apa? kita kan sudah putus.''
''aku masih mencintaimu Lusi, aku gak benar benar ingin putus denganmu. saat itu aku terpaksa demi bela karena dia sedang mengandung anakku.''
__ADS_1
''oh ya, terus sekarang kan dia sudah melahirkan apa kamu akan menceraikannya? kalau iya baik aku akan kembali padamu.''
''kita jalani aja dulu, soal itu nanti kita bahas lagi.''
''tapi aku mau tas keluaran terbaru, bukan yang kemaren.''
''baiklah nanti akan segera di urus Doni.''
''baiklah sekarang aku pergi dulu.''
Baru juga mau melangkah, wanita itu sudah di tarik gala masuk kedalam toilet.
''ada apa lagi nanti ada orang.''
''udah diam aja, aku sangat merindukanmu sayang.''
Gala pun memeluk dan mencium Lusi di dalam toilet, awalnya Lusi menolak lama lama dia pun menikmatinya. karena dia pun tidak bisa mem bohongi diri sendiri, kalau sebenarnya dia juga sangat merindukan Gala.
''sudah mas kapan kapan kita bisa melakukannya lagi di tempat lain, bukan di tempat seperti ini.''
''baiklah.''
Lusi pun merapikan riasannya dan segera keluar, setelah beberapa saat baru Gala juga keluar. Pria itu terus saja Ter senyum, membuat Doni merasa heran.
''bos kok dari tadi perasaan mukanya sangar kayak mau gebukin orang, tapi pas pulang dari toilet kok senyum terus sih.''
''hus kamu itu diam saja, segera ganti tas yang kemaren dengan keluaran terbaru baru kirim lagi ke rumahnya.''
''baik bos,''
''apa bos sudah baikan lagi ya sama pelakor itu, kalau iya bagaimana dengan istri dan anaknya. aduh kok bosku ini gak kapok ya kalau ketahuan gimana ini?'' batin Doni.
__ADS_1
Setelah selesai acara Gala pun langsung pulang kerumah, pengen cepat cepat ketemu sama anaknya.