Suamiku Tukang Selingkuh

Suamiku Tukang Selingkuh
bab 67 menghilang


__ADS_3

Iyan sudah beres mengurus keberangkatan mereka ke Jerman, malam itu dengan bantuan Devan mereka berhasil membawa ibu dan anak itu jauh tanpa jejak.


Setelah Iyan berangkat membawa Bela dan Angga, Frey pun kembali ke rumahnya dengan perasaan puas. Dia begitu kesel dengan Gala yang tidak becus menjaga Angga, semenjak dia bertemu balita itu dan mulai dekat dengan Bela Frey sudah menyayangi Angga seperti anaknya.


Di rumah Gala Doni sudah pusing mencari Bela, dia benar benar kehilangan jejak. Dia sudah menyuruh anak buahnya untuk mencari Bela dan Angga tapi tidak ada hasil, bahkan seluruh rumah sakit yang ada di kota ini sudah mereka datangi.


"Rena kenapa kamu ngak langsung menghubungi saya, kalau kamu menghubungi aku terlebih dahulu ini tidak akan terjadi."


"maaf kan aku tuan, aku sangat panik melihat keadaan den Angga."


"kalau begini kita mau tidak mau harus memberitahu Gala, baiklah aku mengerti keadaan mu sebaiknya berhentilah menangis. Aku yakin Angga baik baik saja karena dia bersama ibunya, Bela tidak akan membiarkan sesuatu terjadi kepada putranya."


"aku rasa tuan benar, ini sisa susu Angga kalau seandainya nyonya mengelak kita ada buktinya."


"oh baiklah, sini aku rasa kamu benar dan aku akan membawanya ke tempat yang benar."


Doni menghubungi Gala, sudah tiga kali tapi belum di angkat karena saat ini pria itu sedang tidur pulas. Doni mencoba lagi baru kemudian di angkat, asisten nya itu pun menceritakan apa yang terjadi kepada putranya.


Gala begitu kaget dan juga merasa marah, dia langsung menyuruh Doni mengurus kepulangannya. Ayah satu anak itu semakin kecewa karena pagi hari baru ada penerbangan, mau tidak mau dia pun meninggalkan semua pekerjaannya dan kembali pulang.


Jam enam pagi Doni sudah ada di depan rumah orang tua Bela, dengan perasaan ragu dia akhirnya memutus kan untuk masuk.


Tok, tok,


Tok, tok,


Seorang wanita paruh baya membuka pintu dan tersenyum ramah kepada Doni.


"nak Doni, ayo masuk silahkan duduk."


"siapa buk?" Diki pun keluar, begitu melihat Doni dia merasa heran sambil ikut duduk di dekat istrinya.


"ada apa ya? Kok nak Doni pagi pagi ke sini, apa terjadi sesuatu? Sepertinya nak Doni sedang panik" ujar ibu Laila.


"maaf sebelumnya, begini apa Bela ada?"

__ADS_1


"ada di kamarnya, mungkin dia saat ini sedang bersiap siap untuk ke kantor. Ibu juga heran tumben dia belum keluar, biasanya dia sudah keluar bantu ibu buatin sarapan"


Mendengar omongan ibu Laila Doni sudah yakin kalau Bela tidak ada, dia pun semakin bingung cara memberitahu ayah dan ibu Bela. Doni takut mereka akan syok mengetahui anak dan cucu mereka hilang.


"begini semalam Angga sakit sedangkan Gala sedang di luar kota, Rena menelfon Bela terus dia pun langsung datang. Pas melihat keadaan Angga Bela langsung membawa nya lari, sampai sekarang kami belum menemukan mereka."


Ibu Laila langsung berlari ke kamar untuk memeriksa putri nya, Diki dan Doni pun ikut dari belakang.


"ayah Bela gak ada, bagai mana ini? Tapi ini ada hp nya"


"pantas di telfon nyambung tapi gak di angkat" ujar Doni.


Laila sudah menangis memikirkan nasib putri semata wayang nya dan juga cucu nya, Diki hanya bisa berpura pura kuat untuk menenangkan istrinya.


"baiklah pak, buk aku pamit dulu, aku harus mencari mereka sampai ketemu."


"Doni sekarang Gala ada di mana? Aku terus terang aja sebagai ayah Bela merasa kecewa, dulu dia berselingkuh dan mengambil cucuku. Sekarang dia malah gak bisa menjaga nya dengan baik, aku benar benar kecewa."


"ayah dan ibu tenang aja, aku akan berusaha untuk menemukan mereka. Terus terang aja aku juga merasa kecewa sama Gala, tapi mungkin ini lebih baik supaya mereka gak berpisah lagi"


"begini, aku yakin mereka baik baik saja dan mungkin ini lah cara nya agar Bela terus bersama Angga."


"baiklah Don ibu serahkan semua kepada kamu, pokok nya kalau ada kabar cepat hubungi kami"


"baiklah saya permisi dulu" Doni pun keluar dan meninggal kan rumah kedua orang tua bela. Doni langsung ke rumah Gala, sampai di sana ternyata Gala baru sampai hampir berbarengan dengan Doni.


"Rena mana Lusi?"


"nyonya belum keluar dari kamar tuan"


Doni kaget tiba tiba istri nya tiba tiba nongol, dengan wajah panik wanita itu berlari masuk ke dalam rumah.


"sayang jangan lari kamu sedang hamil, lihat lah perutmu kasihan anak kita kalau kamu terjatuh bagaimana?"


"bagai mana keadaan Angga? Di mana mereka mas?"

__ADS_1


"tenang dulu ayo duduk dulu, mereka belum ketemu sampai sekarang anak buah ku sudah mencari mereka tapi belum ada titik Tarang."


"sekarang Gala mana? Dan perempuan kurang ajar itu mana mas? Aku mau menghajar wanita itu."


"Lia sayang ingat kamu sedang hamil, aku gak mau kamu berantem dengan wanita itu."


"iya aku sekarang diam aja, tapi mas cepat cari keponakan ku"


"iya ini juga lagi nyari, aku sudah menyebar anak buah ku gak mungkin aku berdiam diri sayang"


Gala masuk ke kamar dan melihat istrinya baru selesai mandi, wanita itu pun kaget melihat suaminya sudah pulang. Lusi langsung ingat sama Angga dan dia merasa takut, setelah di beri obat tidur dia belum melihat anak itu.


"mas kok udah pulang? Ada apa?"


"apa yang kamu lakukan kepada putraku? Ayo jawab"


"maksud kamu apa mas? Angga pasti ada di kamar nya."


Gala pun menarik tangan Lusi dan menyeret nya ke kamar Angga, sampai di kamar itu dia merasa heran kok pintunya terbuka. Semalam Lusi ingat pintu dia kunci dan menaruh kuncinya di bawah bantal, tapi sekarang Angga tidak ada di ruangan itu.


"lihat apa ada putraku di kamar ini? Apa yang kamu masukkan ke dalam susu Angga, dan kamu tega ya anakku sedang diare tapi kamu gak ada usaha untuk membawa nya berobat."


"mas pasti ini ulah Rena, tanya aja sama dia di mana Angga sekarang. Palingan juga sama Bela."


Gala semakin geram melihat kelakuan istrinya, wanita itu sedikit pun tidak merasa bersalah atau khawatir malah menyalah kan Rena. Gala jadi kakap dan langsung menampar Lusi, saking keras nya bibir Lusi sampai berdarah.


Gala pun turun ke bawah untuk menemui Doni, Lusi pun ikut berlari mengejar suaminya.


"Doni bagai mana? Apa sudah ada titik terang keberadaan mereka?"


"belum bos, aku sudah kerahkan semua anak buah ku tapi belum ada kabar bagus. Semua rumah sakit dan juga klinik di kota ini sudah kamu datangi, cctv di jalan ini juga sudah kami cek gak ada hasil nya."


"apa ini ulah Frey?"


"aku juga berpikir ke situ, tapi kita gak boleh gegabah bos sebaiknya aku saja yang menemui dia. Aku gak yakin kalau kamu yang menemui Frey, pasti kalian akan ribut."

__ADS_1


"baik lah cepat temui dia, dan kamu Lusi cepat pergi dari hadapan ku. Jangan sampai aku khilaf dan menghabisi mu sekarang juga."


__ADS_2