
Bela sangat senang mengetahui sahabatnya Lia sudah melahirkan, tapi dia belum bisa pulang untuk sementara waktu. Dia masih takut di pisahkan mantan suaminya dengan putranya, makanya sebelum hak asuh jatuh ke tangan nya dia belum mau pulang itu sudah menjadi keputusan nya.
Bela selalu di kabari Frey apa pun yang terjadi kepada orang orang terdekat nya, seperti kabar kedua orang tuanya, kabar pas Lia melahirkan. Dan yang paling mengagetkan Bela adalah apa yang terjadi dengan rumah tangga Gala, dia juga kasihan kepada Rena yang jadi korban dari keserakahan Lusi.
Doni mendapat telfon dari mama Raisa dia mau bertanya soal putranya, akhir akhir ini dia selalu memikir kan Gala. Dia merasa kalau telah terjadi sesuatu kepada putranya itu, Doni pun menceritakan apa yang terjadi dengan rumah tangga Gala dan juga tentang Rena. Tidak lupa juga dia memberitahu bahwa Gala secepatnya akan menikahi Rena.
Mendengar kabar Gala sudah menceraikan Lusi karena kelakuan nya yang di luar nalar, Raisa merasa bahagia sekaligus prihatin kepada putranya yang telah dikhianati istri yang sangat di cintai nya itu. Masih jelas di ingatan Raisa Gala menceraikan Bela demi wanita itu, tapi apa balasan atas pengorbanan putranya hanya sebuah pengkhianatan.
Raisa juga merasa kasihan kepada Rena yang jadi korban, dia pun bertekad akan kembali untuk mendukung Rena supaya segera menikah dengan Gala. Dia yakin Rena adalah gadis yang baik dan juga menyayangi cucunya, jadi kalau Gala menikahinya tidak masalah walaupun dia adalah hanya seorang pengasuh.
Selesai menelfon Doni Raisa pun mengemasi barang barang nya, setelah semuanya beres dia pun berangkat untuk kembali ke rumahnya. Setelah dua jam dalam perjalanan dia pun sudah sampai di depan rumah peninggalan suaminya, ada rasa haru saat akan masuk ke dalam rumah itu.
Setelah menyuruh pak Toni mengurus barang barang nya dia pun masuk ke dalam, keadaan rumah itu sangat sepi tidak ada orang. Raisa pun pergi ke kamar Rena ternyata bibik Emi sedang ada di kamar itu juga, wanita paruh baya itu pun mengetuk pintu dan Emi segera membuka nya dan kaget dengan kedatangan Raisa.
"nyonya saya kira siapa, ayo masuk Rena masih terus saja menangis dan aku bingung harus berbuat apa."
Raisa masuk dan melihat Rena sedang menangis sambil memeluk lututnya, dia merasa kasihan melihat keadaan gadis itu.
"bagaimana keadaanmu? Aku sudah tau apa yang terjadi dan kamu harus kuat Ren, di sini mama akan terus mendukungmu dan sebaiknya kalian segera menikah."
"maaf kan Rena nyonya, sungguh aku gak tau kenapa semua ini terjadi aku benar benar tidak bisa berpikir ini bisa terjadi padaku."
__ADS_1
"kenapa kamu ngomong seperti itu Ren? Mama juga ngerti ini bukan kemauan mu, tapi mungkin ini sudah jalan takdir kalian dan mama akan merestui kalian."
"apa nyonya tidak marah?"
"tentu saja tidak Ren mama tau kamu itu orang baik dan kamu juga tulus menyayangi Angga, mana mungkin mama akan melarang Gala menikahi mu. Justru mama kembali kerumah ini dan akan mengurus pernikahan kalian, apa kamu sudah siap menikah dengan putraku yang bodoh itu?"
"terus terang saja nyonya aku sebenarnya kurang setuju menikah dengan tuan, karena baik aku atau pun tuan Gala sama sama tidak mencintai satu sama lain. Aku gak mau setelah menikah nanti gak lama kami pada akhirnya bercerai, bagiku pernikahan adalah hal yang sakral jadi kalau pernikahan ini terjadi karena merasa terpaksa mending gak usah nyonya."
"Rena jangan panggil nyonya lagi mulai sekarang panggil mama ya, dengerin mama ya kamu itu seorang gadis dan sekarang Gala sudah mengambil sesuatu yang berharga darimu. dan Gala harus bertanggung jawab bisa jadi kamu hamil, Apa kamu gak memikirkan anak itu kedepannya? Dia pasti membutuhkan kasih sayang dari kedua orangtuanya."
"tapi nyonya aku masih takut untuk mengambil keputusan"
"Ren kok nyonya lagi,"
"Ren itu semua tergantung orang nya seperti apa, kamu tau sendiri kan kelakuan wanita itu dia hanya peduli kepada dirinya sendiri. Dan niat dia menikah dengan putraku juga tidak bagus, dia hanya mengejar harta buktinya Gala begitu mencintai dia tapi sedikit pun dia tidak pernah berusaha untuk menyayangi Angga."
Rena menatap Raisa karena merasa apa yang di katakan nya adalah benar, tapi tetap saja dia belum yakin apa menikah dengan Gala adalah keputusan yang benar.
"Ren aku rasa apa yang di katakan nyonya itu benar adanya, lagian tuan juga sepertinya sangat perduli dan mengkhawatir kan kamu ko."
"apa iya bik?" tanya Raisa.
__ADS_1
"iya nyonya tuan selalu menyuruhku menjaga Rena, dia selalu mengingatkanku supaya selalu mengawasi dan merawat Rena. Saat ini tuan juga sudah menghubungi kedua orang tua Rena di kampung"
"kenapa dia tidak membicarakan ini semua denganku bik?"
"kata tuan dia tidak mau membebani kamu Ren, pokoknya kata tuan kamu tenang kan diri aja semua akan di urus oleh tuan."
"tapi bik tetap saja tuan seharusnya membicarakan ini dulu denganku, aku takut kedua orang tuaku merasa kaget mengetahui apa yang terjadi denganku."
"kamu gak usah khawatir nanti mama akan bicara dengan Gala, sekarang kamu gak usah sedih dengan apa yang terjadi denganmu. Mama yakin ini sudah jalan takdir kalian, kalian memang sudah di kehendaki Allah untuk berjodoh ya walaupun jalan nya tidak biasa. Tapi kalau kalian sama sama berusaha menjalani dan menerima satu sama lain, mama yakin di antara kalian akan ada cinta."
"baik lah ma aku akan berusaha untuk menjalani ini semua, tapi seandainya kami gagal aku sekarang juga minta maaf secara pribadi"
"Rena jangan seperti itu belum mulai kok udah menyerah"
"aku bisa berusaha untuk menjadi istri yang baik untuk tuan, tapi aku tidak yakin tuan akan menerimaku sebagai istrinya. Tuan itu sangat mencintai istrinya ibu Bela aja di ceraikan nya demi nyonya Lusi."
"apa kamu tidak lihat Ren sikap tuan Gala saat wanita itu di cerai dan di usir dari rumah ini, tuan sama sekali tidak merasa menyesal melakukannya. Justru tuan menyesal karena memilih dia dari pada ibu Bela."
"oh ya bik apa itu yang di katakan putraku?"
"iya nyonya aku mendengar tuan mengatakan itu, tapi Rena mungkin tidak mendengarnya karena saat itu dia sangat takut pas di amuk nyonya Lusi."
__ADS_1
"apa wanita itu ngamuk ke Rena? Dasar gak punya akal, Rena seperti ini kan karena ulah dia ngapain dia marah marah. baiklah Ren sebaiknya kamu istirahat ya, mama juga mau ke kamar dulu capek dua jam di jalan."
"iya ma silahkan" Raisa pun pergi ke kamar nya beristirahat sedangkan Rena mulai memikirkan apa keputusannya nanti.