Suamiku Tukang Selingkuh

Suamiku Tukang Selingkuh
bab 81 melahirkan


__ADS_3

Setelah Doni berjuang mengeluarkan Lusi dari rumah Gala, calon ayah itu pun merasa lega mengingat wanita itu yang tidak mau keluar dari rumah itu. Doni merasa bingung cara mengeluarkan Lusi dari rumah itu, dia tidak mau sama sekali bahkan dia akan memukul siapa saja yang mendekati dirinya.


Lusi bersikeras tidak mau bercerai dan dia tetap bertahan tidak mau meninggalkan rumah suaminya, Doni jadi serba salah karena tidak mungkin dia menyeret wanita itu. Saat ini Lusi sedang mengandung makanya Doni berhati hati supaya kandungannya tidak kenapa Napa, biyar pun dia membenci Lusi karena kelakuannya tapi pria itu tidak tega dengan bayi yang tidak berdosa yang ada di rahim Lusi.


semua pakaian Lusi sudah bibik Emi taruh di luar, tapi wanita itu melawan terus bahkan dia sudah menggigit pak Toni. Doni pun merasa kesal dan dia segera menelfon Gala.


"halo ada apa Don?"


"bagaimana ini bos? Dia gak mau keluar bahkan dia memukul siapa aja yang mendekat, pak Toni aja di gigit nya sampe tangannya berdarah."


"apa? Dasar wanita aneh, baiklah aku akan ke sana."


Doni terus saja membujuk Lusi supaya pergi akan tetapi wanita itu tetap kekeh gak mau pergi dari rumah itu, gak berapa lama Gala datang dengan sangat kesal.


"ada apa lagi hah? Aku bilang sekarang juga pergi dari rumahku, kamu sudah menyakiti putraku dan sekarang kamu telah menyakiti Rena karena rencana busuk mu itu. Dan yang paling parah lagi kau telah berkhianat sampai kamu mengandung anak orang lain, dan kamu akan menipuku bahwa anak itu adalah anakku."


"tapi mas aku melakukan semua itu untuk mempertahankan rumah tangga kita, aku gak mau bercerai aku pikir kalau aku hamil kamu akan urung menceraikan ku. Dan Rena apa urusanku dengan wanita itu?"


"kamu tau karena rencana busuk mu itu dia jadi korban, setelah kamu menaruh obat di kopi ku kamu di telfon bajingan itu. Karena dia mengancam kamu jadi lupa dengan obat itu dan pergi begitu saja, dan Rena yang jadi sasaran pengaruh obat itu tapi aku bersyukur karena bukan kamu yang ada di kamarku. Kalau sampai kamu yang ada di situ aku sangat merasa jijik, karena tubuhmu itu sudah kamu obral demi obsesimu bukan untuk mempertahankan rumah tangga."


Mendengar itu Lusi merasa tidak bisa mempertahankan suaminya lagi, dia merasa sekeras apa pun dia bertahan tidak ada gunanya lagi.


"baiklah aku akan pergi tapi apa aku boleh membawa mobil yang biasa aku pakai."


"silahkan bawa mobil itu, dan jangan pernah mengganggu kehidupanku lagi."


Lusi berjalan seperti orang linglung, sekarang dia menyesal dengan semua yang di lakukan nya. Tapi apa daya semua sudah terjadi dia tidak bisa hidup mewah lagi, itulah yang ada di dalam pikiran Lusi dia bersedih bukan karena terpisah dari suami yang di cintai tapi sedih kehilangan kemewahan yang di dapat nya dari Gala.


Setelah kepergian Lusi hp Doni berbunyi, dia pun melihat siapa yang menelfon ternyata dari ibu nya ia segera mengangkat nya. Gala memperhatikan asistennya yang saat ini tegang setelah menerima telfon.

__ADS_1


"ada apa? Apa ada masalah?"


"aku mau ke rumah sakit istriku akan melahirkan"


"oh ya Lia akan melahirkan, baiklah ayo kita ke rumah sakit biar aku yang menyetir."


"aku saja bos, kamu sedang banyak pikiran nanti kita gak sampai lagi di rumah sakit."


"iss kau ini, bik tolong jaga Rena ya"


"baik tuan"


Doni dan Gala pun pergi ke rumah sakit dan asistennya lah yang menyetir, sampai di rumah sakit mereka langsung pergi ke ruang bersalin.


"ma bagaimana keadaan Lia?"


"dia ada di dalam cepatlah masuk siapa tau anakmu menunggu kamu nak, kasihan istrimu dari tadi terus kesakitan."


"sayang bagaimana keadaanmu"


"aduh sakit mas" Dokter masuk dan memeriksa Lia, pembukaan nya sudah lengkap mereka pun menyiapkan semuanya dan mulai memberi instruksi ke Lia.


"pembukaannya sudah lengkap ya buk, kalau aku bilang mengejan baru mulai mengejan ya.


Lia pun mulai mendengar instruksi dari dokter, sedangkan Doni terus memberi semangat untuk istrinya. Dia sangat takut sesuatu terjadi kepada istrinya itu, setelah beberapa kali mengejan akhirnya terdengar suara tangisan bayi yang sangat kencang.


Gala dan ibu Doni pun mengucap syukur setelah mendengar tangisan bayi itu, sedangkan Doni begitu syok melihat proses melahirkan yang menurutnya begitu ekstrim. Tapi di balik itu dia sangat bahagia melihat bayi laki laki yang sangat lucu itu.


Doni keluar dari ruang bersalin dengan wajah pucat, melihat itu Gala tertawa sambil meledek asistennya.

__ADS_1


"ada apa denganmu? Kenapa wajahmu sangat pucat? Dasar melihat begitu saja kamu udah kayak orang mati, apa kamu tadi habis pingsan?"


"Ais mana ada aku pingsan, hanya saja aku tadi syok melihat darah dan bayiku yang masih sangat kecil itu."


"selamat ya Don sekarang kamu sudah menjadi seorang ayah, apa anakmu jagoan atau perempuan?"


"iya nak apa cucuku dan menantuku sehat dan laki apa perempuan?"


"mama cucumu dan menantumu sehat, dia jagoan bos"


"wah... Selamat ya." ujar Gala. mereka sedang asyik ngobrol sambil menunggu Lia di pindah ke ruang rawat inap, karena Lia akan dirawat dulu minimal dua hari setelah persalinan. Kedua orang tua Lia pun sampai dengan wajah khawatir.


Melihat kedua mertuanya Doni langsung menyambut mereka dengan senang, begitu juga dengan Gala dan mama Doni menyambut kedua orang tua Lia.


"bagaimana dengan Lia? Apa cucuku sudah lahir Don?


"ibu gak usah khawatir Lia baik baik saja, anak kami sudah lahir dengan selamat dia adalah bayi laki laki."


"Alhamdulillah ayah sangat bersyukur mereka berdua sehat, sepanjang jalan aku sangat mengkhawatir kan Lia."


Lia pun di pindah ke ruang rawat, mereka semua masuk ke ruangan itu untuk melihat Lia dan bayi nya. Setelah melihat Lia dan bayi Doni sehat Gala pun pamit untuk pulang, sedangkan mama Doni dan kedua orang tua Lia berebut untuk menggendong bayi lucu itu.


"besan aku sangat bahagia karena selama ini aku kesepian, putraku cuma satu dan dia sangat sibuk bekerja. Tapi sekarang aku sudah punya cucu dan di rumah pasti akan rame, dan aku berharap semoga dia cepat mempunyai adik supaya lebih rame lagi di rumah"


"mama...lihat lah Lia dia masih lemah sudah ngomongin adik, bagaimana sih mama ini apa gak kasihan melihat istriku?"


"gak apa apa mas aku juga masih mau kok punya anak lagi, tapi gak sekarang tunggu lah bayi kita gede dikit"


"terserah kamu lah" ujar Doni.

__ADS_1


mama Doni langsung memeluk menantunya merasa senang, sedangkan kedua orang tua Lia hanya tersenyum tidak mempermasalah kan besan nya yang menuntut cucu lagi kepada putri mereka.


__ADS_2