
Hari ini Lusi bangun di pagi hari, dia pun langsung mandi. Tidak seperti biasanya yang selalu bangun siang, bahkan suaminya pergi bekerja saja dia gak tau karena masih tidur.
Sebenarnya Gala juga sudah bangun tapi dia pura pura masih tidur, dia penasaran dengan istrinya kok pagi pagi sudah bangun. Selesai mandi Lusi pun keluar dengan rambut masih basah, dia pun melihat suaminya sudah bangun dan sedang duduk di atas ranjang.
''sayang sudah bangun, mau langsung mandi gak? Aku sudah selesai mandi.''
''iya aku mau mandi dulu, pagi ini aku ada rapat.''Gala pun masuk ke kamar mandi dengan perasaan senang, dia merasa bahagia ternyata istrinya langsung berubah.
Begitu suaminya masuk ke kamar mandi, Lusi pun menyiapkan baju untuk Gala. wanita itu kemudian turun ke bawah untuk menyiapkan sarapan untuk suaminya, sebenarnya bukan menyiapkan cuman memerintah aja.
Melihat Lusi masuk ke dapur para asisten rumah merasa heran, begitu juga dengan Rena dia kaget melihat wanita itu ada di dapur, karena semenjak menjadi istri Gala baru ini dia memasuki ruangan ini.
''kamu kenapa Rena melihat aku seperti itu?''
''ngak nyonya aku hanya ingin mengambil bubur untuk Angga.''
''ya sudah ambil gak usah melihat aku seperti itu, ingat aku adalah nyonya di rumah ini jadi aku bebas mau kemana pun yang aku inginkan.''
''tentu nyonya.'' ujar Rena dia pun mengambil bubur Angga yang memang sudah di siapkan bibik Emi.
Selesai perintah ini perintah itu Lusi pun hendak naik ke atas untuk melihat suaminya, akan tetapi suaminya sudah datang untuk sarapan. melihat istrinya di dapur dia merasa senang, sangat terlihat jelas dari pancaran wajahnya yang terus menyunggingkan senyum.
''oh mas sudah datang? Baru saja aku mau naik untuk ngasi tau kalau sarapan sudah siap.''
''oh ya apa ini kamu yang menyiapkannya?''
''tentu saja, mulai sekarang aku akan melayani mu. Maaf sayang karena selama ini aku sudah lalai.''
''ok sebaiknya kita sarapan, karena aku udah gak sabar mencicipi masakan istriku.''
Lusi pun memberikan piring dan melayani suaminya dengan baik, Rena yang sedang menyuapi Angga memperhatikan wanita itu merasa heran. Gadis itu merasa senang dengan perubahan majikannya, dia berharap semoga Lusi juga mulai menyayangi Angga seperti anaknya sendiri.
Selesai sarapan Gala mendekati putranya, dia menggendong anak itu dan menciumnya.
''papa mau berangkat kerja dulu, jangan nakal ya.''
__ADS_1
Mendengar ucapan papanya Angga hanya diam, terkadang dia tertawa apalagi kalau Gala menciumnya dia akan senang. Lusi pun ikut mendekat dan sok sok dekat gitu, pada hal dia merasa malas melakukannya tapi di depan suaminya dia jadi baik.
''sini mas Angga biyar aku gendong, bukannya kamu bilang tadi mau berangkat dari pagi katanya ada rapat.''
''oh iya.'' Gala pun menyerah kan putranya supaya di gendong istrinya, mereka pun berjalan beriringan layaknya keluarga harmonis.
Lusi mengantar suaminya sampai ke depan, sebelum menaiki mobil Gala mencium putranya baru kemudian mencium istrinya.
Ayah satu anak itu pun menaiki mobil, perlahan mobil pun melaju Gala melambaikan tangannya ke arah istri dan anaknya. dengan bibir terus tersenyum Bahagia dengan perubahan istrinya.
Setelah mobil suaminya tidak terlihat lagi Lusi pun kembali masuk ke dalam rumah, dia hendak menyerahkan Angga kembali ke Rena. Akan tetapi gadis itu mau pergi ke kamarnya, karena dia berpikir Lusi sudah berubah mau mengurus anak asuhnya.
''eh eh eh Rena kamu mau kemana? Ini Angga, kamu kira aku pembantu harus ngurusi anak ini. Suamiku tiap bulan sudah menggaji kamu, enak aja kamu mau masuk kamar dan aku yang jadi pengasuh''
''maaf nyonya aku tidak bermaksud seperti itu.''
''gak usah banyak omong.'' Lusi pun menyerahkan Angga ke Rena dengan kasar, anak itu pun menangis ketakutan. Dia kemudian pergi meninggalkan mereka tanpa perduli biarpun Angga menangis.
Rena merasa kasihan melihat Angga yang ketakutan, dia pun menenangkan anak itu. Gadis itu pun merasa kecewa ternyata perubahan Lusi hanya di depan suaminya saja, setelah Gala pergi dia pun kembali menunjukkan taringnya.
Sampai di kantor Gala masih terus menyunggingkan senyumnya, wajahnya hari ini begitu cerah memancarkan aura kebahagiaan.
''ada apa bos? kok dari tadi gak berhenti tersenyum.''
''ternyata benar yang kamu katakan Don, sekarang istriku sudah berubah.''
'' berubah jadi apa?''
''iss kau ini, kemaren dia sudah sore baru pulang, terus aku ajak bicara di situ aku menegurnya. Dia harus menjalankan tugasnya sebagai seorang istri, kalau ngak dia saya suruh untuk angkat kaki dari rumah.''
''terus apa yang terjadi bis?''
''ya tadi pagi dia sudah menyiapkan baju, menyiapkan sarapan dan lebih perhatian sama Angga.''
''oh ya, tapi apa bos yakin dia berubah secepat itu?''
__ADS_1
''kurasa benar yang kamu katakan, dia takut saya usir dari rumah makanya dia langsung berubah.''
''oh baiklah akut turut senang mendengarnya, sebaiknya kita segera berangkat nanti terlambat.''
''ya sudah, apa semuanya sudah kamu persiapkan?''
''semua sudah beres.''
Mereka pun pergi untuk melakukan rapat penting, selama berlangsungnya rapat Gala sangat bersemangat dan fokus. Mungkin karena pikirannya sudah tenang tidak seperti kemaren kemaren, terkadang Doni yang menghandle karena Gala tidak fokus pikirannya ada di tempat lain.
Setelah rapat selesai Gala kembali ke ruangannya bersama Doni, selesai menaruh berkas di meja atasannya pria itu pun pergi menuju ruangannya. hp Gala berbunyi menandakan ada pesan masuk, dia melihat pesan itu ternyata dari istrinya.
''sayang nanti kita makan siang di kafe A aku tunggu di sana.''
''iya sayang, kamu lagi ngapain?''
''oh ini aku lagi ada di kamar, ada apa?''
''oh aku kira kamu lagi keluar, ya udah gak apa apa.''
''kenapa? Apa aku gak boleh keluar dan berkumpul dengan teman temanku?''
''boleh tapi kamu harus sudah pulang sebelum aku pulang, dan kamu harus lebih perhatian lagi kepada Angga.''
''oh iya sayang, maaf ya karena kemaren aku sudah salah mulai sekarang aku akan berubah.''
''ya sudah aku mau kerja lagi, jaga Angga dengan baik ya love you.''
''love you.'' Lusi pun menaruh hp dan pergi untuk melihat Angga, dia penasaran apa saja yang di lakukan Rena bersama anak itu.
Lusi pergi ke kamar Angga tapi tidak melihat keberadaan mereka, dia pun kemudian pergi keruang bermain tapi tidak ada juga. Dia pun turun ke bawah dan bertanya sama bibik Emi.
''bik Emi, Rena kemana?''
''oh Rena tadi bawa den Angga ke taman belakang nyonya.''
__ADS_1
''oh ya sudah.'' Lusi pergi ke taman belakang dan ternyata benar mereka ada di sana. dia pun mendekati Angga dan mengambil beberapa foto Selfi bersama anak itu, kemudian pergi begitu saja tanpa berbicara sedikit pun.