Suamiku Tukang Selingkuh

Suamiku Tukang Selingkuh
bab 69 Angga sudah sehat


__ADS_3

Seminggu sudah semenjak Bela membawa putranya, mereka belum di temukan Gala sama sekali. ayah satu anak itu sudah kayak orang linglung, bekerja aja dia sudah tidak mau untung nya ada Doni yang meng handle semua pekerjaan nya.


Setiap hari Gala hanya melamun, berbicara sama istrinya juga dia gak mau sama sekali. boro boro berbicara sama Lusi, melihat wanita itu dia sudah marah dan menyuruh istrinya itu supaya pergi.


Melihat Gala yang putus asa karena kehilangan putra nya, Rena merasa kasihan tapi gadis itu cukup tau diri karena dia hanya seorang pengasuh. Jadi dia hanya melihat dari jauh tetapi tidak berani untuk mendekati tuannya, dia selalu memantau apa yang di lakukan Gala karena terkadang pria itu minum sampai mabuk.


"Rena"


"ada apa tuan?"


"apa sudah siap semua yang saya suruh kemarin?


"sudah tuan, anda ke kamar den Angga saja."


"ya sudah panggil bibik Emi dan yang lain nanti kalian menyusul ke kamar Angga."


Rena pun memanggil bibik Emi dan pekerja lain nya, mereka kemudian naik ke atas ke kamar Angga. Sampai di sana mereka melihat Gala sedang menangis duduk menghadap kue ulangtahun yang ke satu, ya hari ini adalah ulangtahun Angga yang pertama.


Setelah Rena dan yang lainnya datang Gala pun menyalakan lilin, mereka pun menyanyikan lagu ulang tahun untuk Angga. Rena pun tidak bisa menahan kesedihan nya, gadis itu menangis sesenggukan karena merayakan ulang tahun Angga tanpa kehadiran anak itu.


"ada apa Rena? Kenapa kamu menangis seperti itu?"

__ADS_1


"gak apa apa tuan, aku sedih aja di ulangtahun Angga yang pertama kita merayakan nya tanpa kehadiran nya."


"oh..." Gala merasa heran melihat Rena yang begitu sayang kepada putranya, sedangkan wanita yang sudah di nikahi dan sangat dia cintai nya malah tidak menyayangi Angga sama sekali.


Selesai meniup lilin dan memotong kue, Gala bingung mau nyuap ke siapa. Akhirnya refleks Gala langsung menyuap Rena, karena gadis itu tidak tahu mau di suap jadilah mulut nya belepotan. Melihat mulut Rena belepotan Gala tersenyum tipis, tapi Rena melihat senyum itu jadi merasa kikuk.


Setelah menyuap Rena Gala jadi merasa aneh saat bertatapan dengan gadis itu, dia merasa desiran darahnya mengalir deras dan menghangat. Ayah satu anak itu merasa kikuk sendiri, tanpa ngomong dia langsung pergi turun ke bawah dan masuk ke kamar yang di tempati nya saat ini.


Sekarang Gala tidur di kamar yang ada di bawah, dia begitu enggan untuk bertemu dengan Lusi.


Sedangkan Bela saat ini sedang berbahagia merayakan ulang tahun putranya, mereka sekarang tinggal di rumah kedua orang tua Frey di Jerman.


Setelah beberapa hari di rawat balita gembul itu sudah sehat, benjolan di kepala nya juga tidak ada masalah. Kedua orang tua Frey sangat bahagia dengan adanya Bela dan Angga, mereka sangat menerima ibu dan anak itu.


Frey menyempatkan diri datang di hari ulang tahun Angga, sedangkan Iyan tidak ikut karena dia harus mengurus pekerjaan yang begitu banyak. Tentu saja kepergian Frey dengan pesawat jet pribadi nya, supaya Doni dan Gala tidak mengetahui kepergian nya.


Pesta ulang tahun Angga sangat mewah, sampai sampai Bela merasa gak enak apa lagi saat ini dia dan Frey belum menikah. Tapi karena kebaikan dan ketulusan kedua orang tua Frey, Bela mulai merasa nyaman dan bertekad akan menjadi istri dan menantu yang baik untuk mereka.


Frey sebenarnya sudah menyuruh Iyan secara diam diam untuk memberitahu keberadaan Bela dan Angga kepada kedua orang tua nya, dia takut calon mertuanya itu merasa khawatir apa lagi sampai mereka sakit.


Sebelum acara di mulai Bela video call dulu sama kedua orang tua nya, mereka begitu bahagia melihat cucu nya sudah sehat. Selesai berbicara dengan ayah dan ibunya Bela keluar dan membawa Angga, saat ini mereka sudah di tunggu karena acara akan segera di mulai.

__ADS_1


Acara pun di mulai semu orang merasa bahagia, begitu juga dengan Angga biyar pun dia belum terlalu mengerti tapi dia sangat senang. Acara berjalan dengan lancar tanpa ada halangan apa pun, Bela begitu bahagia sampai sampai ibu satu anak itu meneteskan air mata.


"ada apa? Kenapa kamu menangis? Ini kan hari bahagia, seharusnya kita semua berbahagia apa lagi sekarang Angga sudah sehat."


"iya sayang kok malah menangis, tau gak semenjak kamu sama Angga di sini mama sangat bahagia. Jadi mama ingin kalian cepat menikah supaya Gala tidak bisa mengambil Angga lagi, mama sudah sangat menyayangi nya takutnya istrinya menyakiti nya lagi"


"ma, Frey maaf ya, aku meneteskan air mata bukan karena bersedih, tapi aku sangat bahagia karena aku gak pernah berharap bisa memeluk dan mencium putraku di hari ulang tahun nya. Mengingat kelakuan Gala yang gak pernah mengijinkan aku menemui Angga."


"udah jangan menangis lagi, mulai sekarang kalian akan terus bersama. Saat ini Iyan sedang mengurus hak asuh Angga, setelah mendapatkan hak asuh Angga kita akan balik ke Indonesia dan segera menikah."


"benar kah Frey? Mama udah gak sabar, ya udah bilang sama Iyan supaya cepat mengurus hak asuh Angga."


"sabar ma semua butuh proses, mama aja udah gak sabaran kan apa lagi saya. Mana mereka jauh lagi di sini, bagaimana sayang kamu setuju gak?"


Mendengar omongan Frey, Bela malu sampai sampai pipi nya merah kayak buah ceri. Melihat itu Frey merasa gemes, kalau gak ada kedua orang tua nya mungkin pria itu sudah khilaf akan menerkam Bela.


"aku setuju Frey, apa lagi Angga nanti sudah tinggal sama kita gak ada lagi yang aku butuh kan. Aku percaya sama kamu Frey, satu yang ku pinta jangan pernah kau khianati aku seperti yang di lakukan Gala."


"iya Frey kamu jangan pernah melakukan itu, kalau sampai itu terjadi mama tidak akan menganggap kamu anak mama lagi."


"gak akan sayang, aku sudah pernah kehilangan istri dan anakku. Meski aku tidak pernah mencintai nya, tapi aku merasa hancur saat kehilangan mereka. Mana mungkin aku akan mengkhianatimu, jauh dari kalian aja aku rasanya mau mati."

__ADS_1


"papa kita bawa cucu kita yok, mama pengen bermain sama Angga." kedua orang tua Frey membawa Angga pergi, sedangkan sepasang sejoli itu kembali mengobrol tentang rencana mereka ke depan.


__ADS_2