Suamiku Tukang Selingkuh

Suamiku Tukang Selingkuh
bab 50 makan siang


__ADS_3

Pekerjaan gala sudah beres, pria itu pun keluar untuk menemui istrinya di kafe. Mereka sudah janjian akan makan siang bersama, dia berpapasan dengan asistennya Doni. Pria itu pun mengikuti Gala seperti biasanya mereka akan makan siang bersama.


''Doni kenapa ku mengikuti saya?''


''kita mau makan siang di mana bos?''


''di tanya malah balik nanya, kamu makan siang sendiri saja karena aku akan makan siang dengan istriku.''


''oh.....'' Gala pun langsung meninggalkan Doni yang masih gak percaya kalau bos nya akan makan siang dengan istrinya.


''secepat itu ya Mak lampir itu berubah, kalau tau begini mending aku tadi telfon Lia untuk makan siang bersama juga.'' akhirnya Doni pun pergi makan siang sendiri.


Sampai di parkiran kafe, Gala keluar dari mobil dia pun melihat mobil Lusi datang. Dia menunggu istrinya keluar, supaya mereka masuk bersama sama ke dalam kafe.


''sayang kok bisa bareng ya kita nyampenya.'' ujar Lusi sambil berjalan mendekati suaminya.


''gak tau sebaiknya kita masuk yok, aku sudah lapar.'' mereka pun masuk ke kafe sambil bergandengan tangan.


''sayang kita duduk di sebelah sana yok.'' Gala pun berjalan menuju meja yang di tunjuk oleh istrinya, mereka kemudian duduk dan memesan makanan.


Sambil menunggu pesanan mereka Lusi pun menyadari kalau wanita yang ada di sebelah mereka adalah Bela, mantan istri Gala.


''mas lihat itu ada Bela.'' Gala pun melihat kearah meja sebelah, ternyata benar Bela sedang duduk sendirian lagi menunggu pesanan nya juga.


''sayang lihat wanita yang ada di samping kita, dia makan siang sendiri kasian ya.'' mendengar itu Bela sudah tau itu adalah suara Lusi, dia menengok benar saja mantan suami dan istrinya sedang duduk di sebelah mejanya.


''biarin aja aku gak perduli, mau dia sendiri mau berdua sama pacarnya terserah.''

__ADS_1


''bukan begitu mas, lihat dia janda cantik tapi kok sendirian ya? gak ada yang mau kali sama dia sayang.'' Lusi terus saja menempel sama suaminya untuk memanas manasi Bela.


''kata siapa dia sendirian? kamu bilang gak ada yang mau sama Bela? Bukannya kebalik justru gak ada yang mau sama anda, makanya sampai merebut suami orang.''


Mereka bertiga serempak menengok ternyata itu adalah Frey, yang gak sengaja mendengar omongan Lusi saat dia masuk untuk makan siang. Pria itu pun duduk di sebelah Bela, ibu satu anak itu tersenyum kepada teman lamanya itu.


Frey memesan makanan lagi untuk mereka, padahal Bela sudah memesan makanan untuknya sebelum Frey datang.


''banyak amat Frey, aku tadi sudah pesan.''


''gak apa apa, kamu harus makan banyak iya kan?''


Bela pun akhirnya pasrah, gak berapa lama pesanan Gala dan Lusi pun datang. Begitu juga dengan pesanan Frey sudah datang juga, mereka pun makan di meja masing masing.


Melihat Bela bersama Frey Lusi merasa kesel, setelah dia merebut Gala ternyata wanita itu mendapatkan yang lebih tajir dari suaminya. Itulah kenapa Lusi merasa jengkel, dia berharap setelah merebut Gala Bela akan merana.


Lusi terus saja sok sok mesra dengan suaminya, mulai dari suap suapan lah pokoknya ada saja tingkahnya untuk memanas manasi Bela. Akan tetapi Bela biasa saja, karena dia gak akan cemburu dan malah gak perduli lagi dengan mantan suaminya itu.


Gala melirik Bela yang cuek saja biyar pun dia bermesraan dengan istrinya, melihat itu Gala semakin penasaran dan semakin romantis dengan Lusi.


Melihat tingkah pasangan itu, Bela merasa muak dia pun hendak membalasnya. Tiba tiba dia pun menyuap Frey, pria itu sangat senang langsung saja menyambut suapan dari Bela.


Sampai selesai makan Bela dan Frey semakin dekat, gak jarang mereka tertawa mengenang masa masa mereka di sekolah dulu. Melihat itu justru Gala yang merasa panas, dia merasa cemburu pada hal Bela bukan lagi istrinya.


''Bela kamu itu baru bercerai denganku, kok bisa bisanya sudah berani bermesraan dengan pria lain. Gak tau malu.''


''terus masalahmu apa? Kita sudah bercerai Lo, kamu aja dulu kita masih menikah sudah bermesraan terus dengan wanita itu. Bahkan kamu keluar kota mengajak wanita itu, dan kalian satu kamar bukannya itu yang gak tau malu.''

__ADS_1


Mendengar omongan mantan istrinya Gala merasa malu, apa lagi dia melihat orang orang sudah melihat mereka sambil bisik bisik.


''tapi kan kamu itu masih masa iddah, masa udah sama pria lain.''


''ha...ha....ha....kamu itu ngaca dulu baru bicara, aku cuman makan siang dengan teman lamaku tidak masalah kan? sedangkan kalian baru dua hari kita Syah bercerai kalian sudah menikah, satu lagi kamu harus tau. Wanita itu baik sama putraku kalau di depanmu saja.''


Mendengar omongan Bela Gala pun menengok ke istrinya, dan Lusi gelagapan dan dia langsung membantah.


''sayang jangan percaya dia itu sok tau, dia aja gak pernah bertemu Angga. Itu hanya tebakan dia saja supaya kita berantem, terus kamu kasi anak kita sama dia.''


''kurasa kamu benar sayang, aku lebih percaya sama istriku dari pada mantan.''


''oh....tapi kamu harus ingat, kalau terjadi sesuatu kepada putraku aku akan segera mengambilnya.''


''dan kamu harus tau itu tidak akan pernah terjadi.''


''aku juga berharap itu tidak terjadi, tapi semoga kamu tidak menyesal karena percaya dengan istrimu dan tidak percaya sama mantan. Yang notabennya adalah ibu kandung Angga, tidak akan pernah mau anaknya terluka apalagi celaka.''


''maksud kamu apa? Tentu saja aku menyayangi Angga seperti aku menyayangi anakku sendiri.''


''oh ya kamu menyayanginya, apa kamu pernah menyentuh putraku kalau gak di depan suamimu? Kalau kamu menyayanginya kenapa saat membersihkan kotorannya aja kamu gak mau, saat Rena membersihkan kotoran Angga malah kamu mau muntah.''


''dari mana kamu tau jangan ngawur ya, oh berarti pembantu itu sudah mengadu ke kamu ya.''


Mendengar itu Gala sedikit meragukan istrinya, tetapi karena egonya dia masih membela Lusi. Frey hanya diam dia tidak mau ikut campur, tapi dia sudah bersiap melindungi Bela kalau terjadi sesuatu.


Mereka terus saja berdebat dan Gala terus saja membela istrinya, Frey pun akhirnya mengajak bela pergi.

__ADS_1


''ayo Bela sebaiknya kita pergi, untuk apa kamu meladeni mereka. Gala egonya sangat tinggi biyar pun dia tau istrinya salah dia akan tetap membelanya.''


Frey membawa Bela keluar dengan menggenggam tangan wanita itu, mereka pun melewati Gala dan istrinya. sedangkan Gala merasa kesal dan mulai meragukan istrinya, tapi dia tetap menepis keraguannya karena di butakan cinta.


__ADS_2