
Turun dari pesawat Lia pun pergi bersama rombongannya, sedangkan Doni pergi mengikuti bosnya.
''Doni anterin semua barang barang kami ke kamar.''
''beres bos.''
Pasangan selingkuh itu pun meninggalkan asistennya, yang kerepotan membawa semua barang barang mereka.
''ya Allah punya bos kok kayak gitu amat ya, apa susahnya sih meluk pacar sambil geret koper.''
Pria itu pun mengantar barang barang bosnya, sampai di depan kamar Gala Doni mengetuk pintu.
tok.....
tok.....
''ko belum di buka, apa lagi ah uh ah uh ya? gak sabaran amat. huh... dasar, kalau bukan bosku udah tak laporin.'' batin Doni.
tok......
tok......
''lama amat bos, ini barang barang nya.''
''udah taruh aja di situ, segera keluar ganggu aja. eh satu lagi kalau kamu mau makan cari sendiri gak usah nunggu kami. kita bertemu besok pagi saat mau bekerja.''
huh....hanya helaan napas yang keluar dari mulut pria itu, dia segera keluar menuju kamarnya yang ada di sebelah kamar Gala.
Karena kesal dan juga capek akhirnya pria itu ketiduran, saat bangun Doni cepat cepat melihat jam menunjukkan 18.20.
''ya ampun selama itu aku tidur, yaaa....lapar lagi.''
Doni masuk kamar mandi, pria itu pun bersih bersih. dan dia segera keluar untuk mencari makan, karena dia sudah sangat lapar.
Sambil berjalan Doni memainkan hp di tangannya, tiba tiba dia menabrak seseorang.
''maaf, maaf ya.''
''nggak apa apa.''
Pas pria itu menengok, ternyata orang yang di tabrak nya adalah Lia.
''Lia.''
__ADS_1
''Doni.''
''he... he... dunia ternyata sempit ya, perasaan kita bertemu terus.''
''he... he... iya, aku rasa begitu ini hp mu Don tadi jatuh.''
''eh iya terimakasih.''
''emang kamar kamu di mana?''
''itu 105.''
''hah.... tu kan kita memang jodoh, aku 106.''
''oh ya.''
''iya, Li kamu mau ke mana?''
''Tadi mau cari makanan sama temen temen, eh dompetku ketinggalan terus aku balik lagi deh.''
''ya sudah kita makan bareng aja yok.''
''baiklah tapi aku ambil dompet dulu.''
''baiklah, aku juga mau nanya banyak hal pada mu.''
Mereka pun berjalan beriringan dan bertemu dengan rekan rekan Lia, yang memang dari tadi menunggunya.
''ayo Lia kami udah nunggu dari tadi.''
''maaf ya teman teman aku mau pergi sama Doni, ada hal yang ingin kami bicarakan.''
''ya udah kalau begitu kami duluan Lia.''
''maaf ya.''
''gak apa apa,'' ujar kawan Lia lagi.
''kita jalan aja terus, sepertinya di depan sana ada kafe.''
''baiklah aku ikut saja yang traktir kan kamu.''
''eh kau ini... santai aja kali.''
__ADS_1
''Don sebenarnya apa yang terjadi, kok bisa Gala kembali lagi pada wanita itu.''
''sebenarnya sebulan terakhir ini gala nggak pernah menemui perempuan itu lagi, tapi setelah anaknya lahir dia mulai mendekati Lusi. awalnya sih wanita itu pura pura jual mahal, tapi lihatlah sekarang udah kayak perangko.''
''aku gak tau harus mengatakan pada Bela atau diam saja, sungguh ini jadi dilema buat aku.''
''kamu saja merasakan seperti itu apa lagi aku Li, sering melihat mereka bermesraan. berciuman di mobil gak tau malu, kadang aku pengen kasi tau tapi aku gak tega. pasti ibu bela akan terluka ujung ujungnya aku bungkam, mungkin itu lebih baik untuk istrinya.''
''Don kita udah sampai.''
''eh...iya, kepikiran terus aku sama anak dan istri bos kasian. kita sampai aja aku gak sadar lagi, ya udah ayo masuk kita makan udah lapar bangat.''
''sama Lia juga lapar.''
''kita duduk di sana yok.'' ujar Doni.
Mereka pun duduk di tempat yang di katakan Doni, pas Lia melihat kesebelas tempat duduk mereka. Ternyata ada Gala sama Lusi pacarnya, gadis itu pun mencolek Doni sambil berbisik.
''kita pindah ke pojok yok, ada pelakor di sebelah kita tepat di belakangmu.''
Mata Doni pun melotot, dan langsung berdiri pelan pelan menuju ke pojok yang tidak terlihat dari tempat duduk Gala dan Lusi.
''mereka melihat kita ngak Li.''
'',sepertinya tidak, aku jijik melihat perempuan itu. pengen rasanya aku Jambak rambutnya sampai rontok dan botak.''
''iya tapi Lia sadar...., lihat tanganku sakit dari tadi kamu cubit.'
''maaf aku gak sengaja.'''
Lia pun memegang tangan Doni sambil di tiup tiup, melihat Lia seperti itu Doni merasa senang.
''Lia baru kali ini ada gadis cantik perhatian sama aku.'' ujar Doni malu malu mau.
Lia akhirnya jadi melepaskan tangan Doni.
''mau pesan apa Li?''
''apa aja''
''ko gitu, pilih saja.''
''baiklah.''
__ADS_1
Lia dan Doni pun memesan makanan dan menyantapnya dengan lahap karena mereka memang sudah sangat lapar.