Suamiku Tukang Selingkuh

Suamiku Tukang Selingkuh
bab 30 bela bersedih


__ADS_3

saat keluar dari kafe bela meminta mang Asep mengantarnya kembali ke rumah kedua orangtuanya.


"kamu yakin Mama anterin ke sana nak, bagaimana nanti kalau kamu gak bisa kontrol diri ibu dan ayahmu pasti akan sedih kalau tau masalah ini."


"aku pasti bisa ma, bela gak boleh menyerah sebisa mungkin aku akan tetap mempertahankan keutuhan rumah tangga yang sudah kami bina dari awal memang aku ikhlas menerima mas gala jadi suamiku. dan semoga dia cepat menyadari kesalahannya dan meninggalkan wanita itu ma."


"semoga sayang, mama juga berharap kalian baik baik saja."


"yang aku khawatirkan itu Angga sama ayah dan lbu ma, kalau aku insyaallah akan kuat menghadapi ini semua."


"ya, tapi ingat nak mama akan selalu ada di sampingmu mendukung segala keputusan yang kamu buat. sekiranya kamu gak kuat mau menyerah, mama juga akan mendukungmu."


"baiklah ma bela turun dulu sudah sampai, terimakasih mama sudah mendukung aku."


"ya sudah cepat temui Angga takut kalau ASI-nya habis kasihan cucuku itu."


bela turun dari mobil dan langsung masuk ke dalam rumah.


"Bu Angga mana?"


"dia lagi tidur, kecapean mungkin dari kamu pergi dia main terus sama ibu dan ayah. Angga ada di kamar kamu nak, kalau mau makan ibu sudah masak makan dulu mumpung anakmu tidur."


"iya Bu nanti saja."


"ya sudah ibu mau ke belakang dulu."


bela masuk ke kamarnya, wanita itu memandangi anaknya sambil menangis mengingat kelakuan suaminya gala.


"apa yang harus aku lakukan, bertahan atau mengakhiri semua ini tapi ayah dan ibu bagaimana mereka pasti kaget mengetahui kelakuan suamiku."


"tidak aku gak boleh lemah harus kuat, aku akan mempertahankan rumah tanggaku sampai perempuan itu yang pergi."


bela menghapus air matanya dan mengambil hp dari dalam tas kecilnya mencari no sahabat nya Lia dan segera menghubungi nya.


"halo."

__ADS_1


"halo bela, gimana kabarnya."


"baik, Lia aku sama Angga lagi di tempat ibu pulang kerja kita ketemu di taman ya."


"oh, iya iya aku nanti pulang kerja langsung ke sana sudah kangen sama anak ganteng itu."


"sama Angga doang, sama sahabatmu ini ngak kangen."


"ih sama anak sendiri kok cemburu,ya kangen juga dong."


"ya sudah nanti di taman kita ngobrol lagi ya."


"ok bay....."


...****************...


Sore hari bela sudah menunggu sahabatnya Lia di taman bersama dengan Angga. Dari kejauhan ibu satu anak itu sudah melihat Lia di antar oleh Doni, gadis itu melambaikan tangannya dan di balas oleh bela juga.


"hai tampan, Lia mencium baby Angga sedangkan anak itu hanya tertawa riang."


Doni menggendong Angga dan pergi membawa anak itu menjauh dari Lia dan bela supaya mereka bisa ngobrol dengan leluasa.


"kamu dia antar Doni ya? cie yang lagi pacaran."


"he he kami sebenarnya gak pacaran cuma dia selalu datang jemput aku setiap pulang kerja, ya dia orangnya baik dan ternyata dia itu kawan sekolah kak bara.


"oh ya, berarti kalian udah dapat lampu hijau dong."


"sepertinya begitu, bagaimana dengan kamu bel apa semua baik baik saja."


"itu dia aku pengen curhat sama kamu Li, ternyata mas gala masih berhubungan dengan wanita itu. aku selalu curiga dengannya dan tadi pagi aku sama mama mengikutinya ternyata dia bukan kekantor tapi pergi menemui wanita itu. dan kami langsung samperin, setelah kami mendengar pembicaraan mereka."


"jadi kamu sudah mengetahuinya bel."


"maksudmu apa, jangan bilang kamu sudah mengetahuinya Li."

__ADS_1


"maafin aku bel, aku kira dia akan berubah dan meninggalkan wanita itu. saat gala keluar kota waktu itu kami juga lagi ada kerjaan di sana juga di situ aku mulai dekat dengan Doni dan kami menginap di hotel yang sama saat itu juga aku tau kalau wanita pelakor itu ada bersama gala. waktu itu sempat aku ribut dengannya, kalau gak di lerai sama Doni sudah aku hajar cewek ganjen itu."


"kenapa gak kasi tau ke aku Lia."


"itu dia aku menghawatirkan kamu bel Angga masih sangat kecil waktu itu, aku berharap kamu gak tau dan gala segera meninggalkan wanita itu tapi ternyata harapanku tidak terjadi."


bela menangis di pelukan sahabatnya menumpahkan segala kesedihannya.


"menagis lah supaya lega, aku akan selalu ada untukmu bel inilah yang aku takutkan makanya aku bungkam aku gak mau kamu terluka seperti ini."


"aku gak tau harus bagaimana Li di sisi lain aku ingin mempertahankan rumah tanggaku tapi ketika mas gala bilang akan menikahi wanita itu dan beristri dua sungguh aku gak mau Lia. apa yang harus aku lakukan?"


"aku gak bisa mengatakan kamu harus apa, tapi menurut aku tolong pikirkan matang matang bertahan atau pergi jangan pikirkan orang lain seperti orang tua, anak tetapi pikirkan perasaan mu juga. jangan kamu bertahan karena takut ayah dan ibumu sedih mengetahui perselingkuhan suamimu, sedangkan kamu bernapas saja udah sesak hatimu sakit."


"aku yakin bel ayah dan ibumu juga akan mendukung apa keputusanmu. sejatinya orang tua pasti ingin anaknya bahagia."


"ya benar Li, untuk saat ini aku akan bertahan. tapi kalau mas gala masih tetap mau menikahi wanita itu aku akan pergi."


"baiklah sekarang kamu harus semangat lihatlah jagoan mu itu buat dia sebagai kekuatan untuk mu."


"sepertinya dia haus Bu bela."


"jangan panggil ibu panggil saja bela, Lia adalah sahabatku santai saja."


"baiklah Bu eh bela."


"ok sini kan Angga, ada apa sayang? sudah capek main sama om, baiklah kita pulang yok."


"ayo bela, biyar Doni anterin sekalian mau anterin Lia juga."


"iya bel ayok, kasian tau Angga udah haus."


"baiklah ayo."


mereka mengantar bela dan putranya ke rumah orang tuanya kemudian Doni mengantar Lia pulang ke rumahnya.

__ADS_1


__ADS_2