Suamiku Tukang Selingkuh

Suamiku Tukang Selingkuh
bab 84 butik


__ADS_3

Gugatan hak asuh Angga sudah mulai sidang, Bela merasa lega karena mantan suaminya sudah mulai memahami situasi. Dia sebenarnya sudah merelakan putranya di asuh Bela, akan tetapi Frey ngotot supaya gugatan terus berlanjut. Dia gak mau ngambil resiko kalau Angga kembali di asuh Gala, karena bagaimana pun dia sudah terlanjur mencintai balita itu dan dia tidak mau Angga kembali terluka.


Tidak hanya sidang hak asuh Angga yang sudah berjalan, sidang perceraian Gala dan Lusi pun sudah mulai. Gala agak sibuk akhir akhir ini karena begitu banyak yang harus dia urus, belum lagi pekerjaan di kantornya yang tidak ada habisnya.


Terkadang Gala merasa kewalahan apa lagi Doni saat ini tidak bisa terlalu di andalkan, Gala sangat mengerti dengan keadaan asistennya itu yang baru punya bayi. Selain itu Gala juga sedang sibuk mengurus pernikahannya, biarpun Rena tidak mau ada pesta tetapi tetap aja harus ada kumpul keluarga, dan tentu saja tetap harus menyiapkan makan dan minum seadanya.


Gala juga sudah mengirim supir untuk menjemput kedua orang tua Rena, dia juga rencananya mau ke butik bersama Rena. Sebenarnya Gala meminta tolong kepada mamanya untuk mengantar Rena memilih baju, akan tetapi Raisa menyuruh Gala yang mengantar nya supaya mereka lebih dekat.


Raisa melihat kalau Rena tidak ada perasaan terhadap putranya, akan tetapi dia melihat kalau Gala seperti nya sudah mulai mencintai Rena. Oleh karena itu Raisa menyuruh Gala supaya sering sering mengajak Rena keluar, supaya mereka lebih dekat dan kalau bisa Rena juga jatuh cinta kepada Gala.


Gala saat ini sedang sibuk mengerjakan tugas nya karena dia akan mengajak Rena ke butik, setelah selesai di butik dia rencana nya mau ngajak calon istrinya itu makan siang. Tepat pukul sebelas dia pun pergi untuk menjemput Rena, dan dia sudah menyuruh Doni yang mengurus semuanya sebelum dia kembali.


Sampai di rumah nya Gala langsung masuk dan mencari Rena, ternyata dia sedang di taman belakang bersama Raisa yang sudah menunggunya sedari tadi. Raisa memang sudah menyuruh Rena siap siap, katanya begitu Gala sampai mereka sudah bisa langsung berangkat.


"eh kamu sudah datang nak? Ya udah kalian langsung berangkat saja Ren, kasian Gala dia pasti sedang banyak kerjaan. Setelah mengantar kamu pulang dia nanti masih harus ke kantor."


"ah iya ma"


"apa kamu sudah siap Ren? Kalau sudah ayo kita berangkat."


"sudah tuan ayo, kami jalan dulu ma," Rena pun Salim dan mencium punggung tangan Raisa, Gala berjalan pelan dan di ikuti Rena dari belakang.


Setelah menaiki mobil Gala pun menyetir karena dia memang jarang memakai supir, mereka sudah jauh meninggal kan rumah tapi tidak ada obrolan di antara mereka. Gala fokus menyetir dan sesekali melirik Rena, sedangkan Rena hanya melihat ke samping dan diam saja.

__ADS_1


"oh ya Ren aku sudah mengirim supir untuk menjemput ayah dan ibu di kampung, mungkin besok sore mereka sudah sampai."


"oh ya, maaf sudah merepotkan tuan"


"Ren bisa gak jangan panggil aku tuan, Kita sebentar lagi akan menikah masa kamu masih manggil tuan,"


"maksud tuan aku harus manggil apa?"


"terserah yang penting jangan tuan, apa kata kedua orang tuamu nanti kalau kamu masih panggil aku tuan. Bisa bisa mereka mengira aku tidak serius mau menikahi mu, aku takut mereka mengira aku menikahi mu karena terpaksa."


"baik lah benar juga kata tuan, kasihan mereka kalau sampai berpikir kalau tuan menikahi ku karena terpaksa. Kalau pun iya aku sebisa mungkin akan menutupi nya, karena aku gak mau mereka sampai sakit karena memikir kan aku."


"jadi kamu mau panggil aku apa Ren?"


"apa ya aku juga bingung, ya udah aku panggil mas aja deh."


"kok lebih baik emang tuan eh maksudku mas maunya di panggil apa?"


"ya sebenarnya aku mau panggilan yang beda gitu, Bela dan Lusi manggil aku mas apa gak bisa panggil yang lain gitu Seperti sayang"


"tapi aku malu kalau harus panggil sayang, kalau Abang gimana?"


"ya udah aku suka itu, mulai sekarang panggil aku Abang ya Ren"

__ADS_1


"iya bang" tanpa terasa mereka sudah sampai di butik langganan Gala dan mamanya, mereka pun di sambut karyawan butik dengan ramah.


Rena pun mengatakan kepada pemilik butik supaya nyari dia kebaya yang biasa saja, dia gak mau kebaya yang mewah karena mereka hanya mau akad saja. Rena sudah mencoba beberapa kebaya tapi dia tidak mau, menurutnya itu terlalu berlebihan sedangkan Gala sudah menyukai kebaya tersebut.


"kenapa? itu sangat bagus dan sangat cocok untuk mu Ren, udah ambil yang terakhir kamu coba aja ya"


"tidak bang itu terlalu bagus pasti harganya sangat mahal, itu cuma mau di pakai sehari doang untuk apa beli yang mahal."


"tapi Ren menikah cuma sekali seumur hidup jadi gak apa apa beli yang mahal, lagian aku ini ada duit untuk membeli nya kenapa ngak"


"oh ya menikah cuma sekali seumur hidup, bukan nya Abang akan menikah yang ketiga kali nya?"


"Ais kau ini menyindirku? iya Abang memang menikah untuk ketiga kali tapi aku mau ini yang terakhir."


Gala mendekati Rena dan menggenggam tangan nya, mereka saling tatap dengan jarak yang begitu dekat. Rena merasa deg degan saat bertatapan dengan Gala dan dia melihat ada keseriusan di mata ayah satu anak itu.


Rena pun merasa gugup dan dia langsung menghindar dengan menjauh dari Gala, setelah Gala mencoba beberapa jas dan dia pun memilih pakaian untuk mereka berdua. Dia memutuskan tidak bertanya kepada Rena lagi, karena dia selalu menolak karena terlalu mahal.


Tanpa terasa mereka sudah lama ada di butik itu, baru saja Gala akan mengajak Rena keluar dia mendengar perut wanita itu berbunyi.


"sepertinya kita sudah terlalu lama ada di sini, lihat lah sampai sampai kamu kelaparan" Rena merasa malu dengan bunyi perutnya yang sangat nyaring, sampai sampai pipinya merah melihat itu Gala merasa gemes.


"ayo kita makan dulu, sebenarnya aku juga sudah sangat lapar" Gala pun meraih tangan Rena dan mereka keluar dari butik itu, Rena mengikuti Gala dan terus memandangi ayah satu anak itu. Dia merasa senang karena selalu di perlakukan manis oleh Gala, Gala membukakan pintu untuk Rena dan mereka pun pergi ke sebuah restoran.

__ADS_1


Sampai di Restoran Gala bertanya kepada Rena mau pesan apa, tapi wanita itu berkata terserah Gala. Dia pun memesan banyak makanan melihat itu Rena protes, tapi Gala hanya tersenyum dan mulai memberikan beberapa lauk untuk Rena.


Rena pun akhirnya pasrah dan mulai makan karena sejujur nya dia sudah sangat lapar, selesai makan Gala pun mengantar Rena pulang dan dia kembali ke kantor.


__ADS_2