Suamiku Tukang Selingkuh

Suamiku Tukang Selingkuh
bab 51 mendekati Bela


__ADS_3

Setelah keluar dari kafe Frey akan mengantar Bela kembali ke tempat kerja.


''ayo naik biar aku antar''


''gak usah Frey biyar aku naik taxi aja, aku gak mau merepotkan mu''


''tentu saja aku tidak repot, malah kalau kamu naik taxi aku akan merasa bersalah''


''hah...beneran gak usah''


''ayo masuk jangankan ke tempat kerja, ke ujung dunia pun kamu akan ku antar''


Bela pun naik ke mobil Frey, pria tampan itu pun menjalankan mobil dengan perlahan. Bela melihat Frey yang fokus menyetir, dia menyadari sedang di lihat oleh Bela ia kemudian menengok ke wanita itu.


''ada apa? Kok. Melihat aku seperti itu?''


''gak apa apa hanya saja aku heran kok bisa kamu ada di kafe tadi''


''oh aku memang sering makan di situ masakannya enak, begitu aku masuk mereka sedang mengganggu kamu. Ya sudah aku langsung saja refleks menjawab omongan wanita itu.''


''terima kasih ya, kalau gak ada kamu mungkin mereka akan terus mengganggu aku.''


''Bela apa pun akan aku lakukan untukmu, dulu aku langsung menyerah denganmu tapi sekarang aku tidak akan mengulangi nya.''


Mendengar ucapan Frey Bela merasa malu, karena dulu dia menolak pria itu karena ingin fokus belajar.


''apa kamu tau Bel setelah bertahun tahun tidak bertemu, perasaanku masih sama seperti dulu.''


''aku gak percaya Frey kamu kan sudah menikah, terus perasaanmu ke istrimu waktu itu bagaimana?''


''aku menikah karena di jodohkan oleh kedua orang tuaku, meski begitu aku tetap berusaha menerima istriku. Aku memang tidak mencintainya, tapi aku memperlakukannya dengan baik.''


''terus apa yang terjadi?''


''setelah beberapa bulan kami menikah istriku pun hamil, aku sangat bahagia waktu itu. Tapi sayang saat melahirkan dia tidak bisa di tolong begitu juga dengan anak kami.''


''maaf ya karena aku kamu jadi mengingat mereka lagi.''


''tidak apa apa Bel tanpa di ingatkan pun aku akan selalu mengingat mereka, mereka akan selalu ada di hatiku.''


''tentu saja Frey, aku mengerti apa yang kamu rasakan.''


''itulah kenapa aku kembali ke sini, hatiku begitu hancur setelah kepergian mereka. Tapi saat bertemu denganmu dan Angga waktu itu, aku jadi merasa terobati.''

__ADS_1


''memang apa yang kamu rasakan?''


''aku merasa senang seolah olah dia adalah putraku, terus aku pun menyadari kalau kau sudah milik orang lain dan Angga bukan putraku.''


''untung ada Iyan si mulut pedas yang selalu menemaniku serta menguatkan aku.''


''oh iya di mana Iyan? Kok tumben kamu sendiri?''


''dia tadi sedang ada kerjaan, kenapa kamu menanyakan dia?''


''gak apa cuman kalau ada dia lucu aja, tapi terkadang bibirnya bikin orang malu.''


''ha...ha...ha...iya dia memang begitu, tapi dia itu sangat setia dan juga begitu perduli denganku. Selama aku terpuruk setelah kepergian anak dan istriku, dialah yang selalu menemaniku dan menguatkan aku.''


''kenapa berhenti Frey?''


''kita sudah sampai di tempat kerja mu, kalau kamu belum mau turun ayo kita main dulu.''


Bela pun melihat keluar ternyata benar mereka sudah sampai di tempat kerja nya. Dia merasa malu sampai sampai pipinya memerah, karena asyik ngobrol dengan Frey dia tidak menyadari kalau ternyata sudah sampai.


''he he he gak usah Frey, terimakasih ya sudah mengantar aku sampai di sini.''


''Bel kamu nanti pulang jam berapa?''


''kamu jangan naik taxi aku akan menjemputmu.''


''gak usah Frey, aku gak mau merepotkan mu.''


Bela pun hendak turun dari mobil, Frey memegang tangan Bela. wanita itu pun gak jadi turun dia melihat Frey dan bertanya.


''kenapa kamu pegang tanganku? Aku mau turun.''


''sebentar Bel,'' Frey menatap Bela begitu juga dengan ibu satu anak itu.


''aku akan menjemputmu boleh kah?''


Bela menatap Frey, dia melihat mata pria itu sangat berharap. Dia pun akhirnya mengiyakan permintaan Frey, dengan menganggukkan kepalanya.


''aku ingin kamu katakan iya.'' ujar Frey sambil mencium tangan Bela.


Dengan malu malu Bela pun mengatakan mau di jemput oleh Frey.


''iya aku mau di jemput Frey.'' mendengar ucapan Bela pria itu refleks mencium kening Bela, wanita itu pun kaget sekaligus malu.

__ADS_1


''maaf Frey tolong jangan begitu lagi, aku ini sudah punya anak. Aku janda kalau ada yang lihat apa kata mereka nanti.''


''maaf Bel, aku terlalu senang.'' Frey pun turun dan membukakan pintu untuk Bela. Dia pun turun dari mobil dan berjalan meninggalkan Frey, yang terus memandang wanita itu sampai tidak terlihat lagi. Baru kemudian dia menaiki mobil nya meninggalkan tempat itu dengan bahagia.


Sampai di dalam Bela terus memikirkan Frey, dia masih belum percaya kalau pria itu masih menyimpan rasa sama dia. Pada hal sudah bertahun tahun tidak pernah bertemu, dan sekarang dia mengungkapkan lagi perasaannya kepada Bela.


Sedangkan Frey saat ini sudah sampai juga, dia sedang duduk di meja kerjanya. Dia sangat serius bekerja supaya cepat selesai, karena dia pengen cepat cepat menjemput Bela.


Iyan pun masuk ke ruangannya, dia melihat atasannya sedang asik memainkan laptop nya. Dia memperhatikan raut wajah Frey yang biasanya datar, sekarang ada senyuman di bibirnya yang tidak pernah Iyan lihat lagi Semenjak istri dan anaknya meninggal.


''bos kenapa dari tadi terus tersenyum?''


''aku tidak pernah tersenyum kamu keberatan, sekarang aku tersenyum kamu protes jadi aku harus bagaimana?''


Mendengar omongan Frey, Iyan jadi salah tingkah dia garuk garuk kepala nya yang tidak gatal.


''he he he bukan begitu, aku hanya penasaran apa yang membuat bos tersenyum padahal biasanya dingin seperti kulkas.''


''udah sini itu berkas biyar aku kerjakan, kalau kamu pegang terus kapan aku bisa memeriksanya.''


Iyan pun menyerahkan berkas berkas yang ada di tangannya, dia masih penasaran apa yang membuat Atasannya terus menyunggingkan senyum.


Sebenarnya Iyan sudah menebak nya, dia merasa yakin pasti ada hubungannya dengan Bela.


''bos apa tadi bertemu dengan seseorang? Apa dia seorang wanita?''


''kamu itu kepo ada apa memangnya?''


''kenapa bos tersenyum terus? Tau gak kalau aku wanita pasti akan terpesona melihat senyuman mu itu bos.''


''kau ini ngomong apaan sih?''


''beneran bos, tapi terlepas dari tu aku sangat bahagia kalau Bosku senang.''


''Sudah mending kamu cepat kerjakan pekerjaanmu biyar cepat selesai, aku gak mau terlambat nanti aku mau jemput Bela.''


''oh ternyata dugaanku benar, ini pasti berhubungan dengan Bela.''


''Iss kau ini kepo,''


'''he he he semoga bos bahagia terus, dan semoga nanti lancar bisa menjemput Bela. saranku segera lamar dia bos, awas nanti di keduluan orang Lo.''


Setelah mengatakan itu Iyan pun langsung keluar dari ruangan bosnya, melihat kelakuan asistennya Frey hanya geleng geleng kepala. Dan dia pun kembali fokus bekerja.

__ADS_1


__ADS_2