
Doni sedang mengendarai mobil kesayangannya menuju rumah Lia, rencananya dia akan mengajak gadis itu makan malam. sesampainya di depan rumah Lia ternyata wanita cantik itu sudah menunggu dirinya. setelah berpamitan dengan kedua orang tua Lia mereka pun menaiki mobil dan segera pergi menuju restoran tempat mereka akan makan malam.
sampai di restoran Doni menggandeng tangan pujaan hatinya masuk ke dalam, sesampainya di dalam Lia sangat terharu melihat semua yang tersaji di depan matanya sangat mewah dan dekorasi yang sangat indah.
"ada apa, kamu tidak menyukainya?"
"tentu saja aku sangat menyukainya mas, ini sungguh indah Lia belum pernah makan malam romantis begini."
"he he aku juga belum pernah baru ini ngajak cewek makan malam."
"Ais, bohong sepertinya sudah sering kok bisa menyediakan tempat seindah ini."
"ya memang sering, sebelum bos menikah dia sering makan malam bersama beberapa pacarnya dan aku lah yang menyiapkan semuanya jadi ini bukan hal sulit buatku."
"oh kirain udah sering."
"Li kamulah yang pertama dan yang terakhir juga."
mendengar ucapan Doni Lia merasa bahagia dan sekaligus malu sampai sampai pipinya memerah, melihat itu Doni semakin gemes ingin rasanya dia mencium pipi merona itu tapi dia sadar belum boleh melakukannya karena Doni adalah tipe pria yang sangat menghormati perempuan jadi dia tidak akan melakukannya sebelum menikah.
Doni mempersilahkan gadisnya duduk dengan menarik kursi untuk wanita itu.
__ADS_1
Lia dan Doni memulai makan malam dan mereka sangat menikmati hidangan yang begitu mewah dan tentu saja rasanya enak.
"apa kamu menyukai hidangannya."
"iya mas aku suka enak bangat."
"kalau kamu menyukainya baiklah setiap hari kita akan makan malam di sini."
"eh eh gak begitu juga kali mas, jangan ini pasti sangat mahal aku gak mau demi nyenengin aku mas jadi bangkrut."
"kalau aku bangkrut apa kamu masih mau dekat denganku."
"baiklah tidak setiap hari tapi aku akan sering mengajak mu makan malam."
"kalau itu aku setuju, he he...."
semua hidangan yang lezat tersaji di meja sudah berpindah ke dalam perut Doni dan Lia, pria tampan itu berdiri dan menghampiri Lia. sambil berlutut Doni mengeluarkan kotak cincin dan membukanya.
"Lia setelah sekian lama kita sering bersama, aku sudah melihat dan merasakan ketulusan dan kebaikan hatimu dan kamu benar benar wanita yang aku inginkan maukah kamu menikah denganku dan menjadi ibu dari anak anakku."
melihat dan mendengar apa yang di lakukan Doni Lia merasa terharu hampir gadis cantik itu menangis, dia pun langsung mengatakan.
__ADS_1
"Lia juga selama dekat dengan mas, aku merasa nyaman dan aku yakin kamu pria yang baik semoga itu semua tidak berubah seiring berjalannya waktu dan aku bersedia menikah denganmu dan menjadi ibu dari anak anakmu."
Doni merasa senang langsung meraih tangan Lia dan memasang cincin di jari manis gadis cantik itu.
setelah menyematkan cincin di jari Lia Doni bangun dan memeluk gadis itu meluapkan rasa bahagianya karena telah di terima oleh Lia.
"Lia hari Minggu nanti akan aku jemput mama nyuruh aku memperkenalkan kamu dengannya. sudah lama sih mama ingin bertemu denganmu tapi aku takut setelah dia kenal dan menyukaimu taunya kamu gak mau menikah denganku kasian mama, karena itulah kamu gak pernah aku ajak kerumah."
"oh begitu, aku malah merasa kalau mas Doni gak mau memperkenal kan aku karena mungkin gak serius denganku atau mungkin cuma menganggap aku teman saja itulah yang aku pikirkan."
"huh kau ini kenapa berpikiran begitu, apa kamu gak bisa melihat aku rela melakukan apa pun untukmu."
"iya aku melihatnya mas, tapi aku ini wanita kalau gak kamu ungkapkan mana berani aku memutuskan sesuatu yang belum pasti tapi kalau sudah kamu ungkap kan seperti saat ini aku mana mungkin menolaknya lagi."
"he he jadi kamu sudah menunggu ya."
"he he....."
"sudah gak usah malu, sebaiknya kita pulang sudah malam."
di menggandeng tangan wanita cantik itu dan mengantarnya pulang kerumah.
__ADS_1