Suamiku Tukang Selingkuh

Suamiku Tukang Selingkuh
bab 18 Raisa marah


__ADS_3

Bela pun keluar dari perusahaan milik suaminya, dengan bercucuran air mata di temani oleh sahabatnya Lia.


''Bela yang sabar ya, kasian keponakanku ini. ayo dong jangan menangis lagi tu kan kita jadi di liatin orang tau.''


''baik lah, benar kata kamu Li aku harus kuat demi anakku.''


Bela pun menghapus air matanya, dan mulai berjalan lagi mencoba untuk lebih tenang demi anaknya. mereka pun meninggalkan tempat itu dan pulang ke rumah.


''Bela kamu udah pulang nak?''


Mertuanya pun kaget melihat penampilan bela, rambut acak acakan, mata bengkak habis menangis.


''Lo kamu kenapa sayang?''


Bela yang ditanya bukan jawab malah menangis, dan semakin menangis. melihat menantunya wanita itu yakin pasti telah terjadi sesuatu.


''Lia katakan pada Tante apa yang telah terjadi.''


''anu Tante, itu mas gala.''


''ada apa dengan gala? apa dia menyakiti bela?''


''I iya Tante.''


''dia memukul istrinya gitu, Lia jelasin sama Tante.''


''begini Tante Bela akhir akhir ini curiga sama suaminya, dia merasa Gala sedang selingkuh.''


''terus....''


''tadi kebetulan Lia gak kerja, Bela ngajak ketemu. dia pun menceritakan kecurigaannya,

__ADS_1


dan kami memutuskan untuk mengikuti mobil Gala. setelah sampai di perusahaan kami pun menunggu di dalam mobil.Gak berapa lama seorang wanita turun dari taksi, dan aku jelas mengingat wanita itu. orang yang sama yang pernah aku lihat di mol bermesraan dengan gala.''


Bela pun menengok Lia.


''jadi Li kamu udah pernah melihat mereka?''


''iya ingat gak waktu kita makan rujak waktu itu, aku ngajak kamu ke mol sekitar empat bulan lalu.''


''oh...berarti lipstik dan rambut itu milik wanita itu.''


''terus apa yang terjadi?'' kata Raisa.


''perempuan itu masuk ke perusahaan dan kami pun menyusul masuk juga, bela sebenarnya gak mengerti tapi aku bilang kalau mau bukti ikuti wanita itu. dan saat bela mau masuk dia melihat gala dan wanita itu sedang....''


''sedang apa Lia?''


''sedang berciuman Tante.''


''aku khawatir dengan kandunganmu Bel, dan aku berpikir juga mungkin gala akan berhenti kalau anaknya sudah lahir. maaf kan aku Bel, aku hanya tidak ingin kamu terluka.''


''tidak Li kamu gak salah, akulah yang salah menerima perjodohan ini.''


''maksud kamu apa bel?''


''ma wanita itu adalah pacar mas gala, mereka berpacaran sudah empat tahun. mas gala menerima perjodohan ini karena papa, dan sampai hari ini mereka masih pacaran.''


''tidak kamu tidak bersalah nak, mungkin yang salah adalah kami. kami egois tidak perduli kalau anak nakal itu punya pacar. sebenarnya papa sama Mama tau gala pacaran sama Lusi tapi kami tidak menyukai wanita itu. dia itu boros sama orang tua juga gak ada sopan sopan nya. belum menikah aja dia itu udah beli tas harga ratusan juta, iya kalau cuman satu! banyak.''


Bela dan Lia pun kaget mendengar cerita mama Raisa. tiba tiba gala masuk mereka bertiga pun kaget.


''mama maafin gala ma, bel mas minta maaf.''

__ADS_1


Mama Raisa yang sudah kesel dengan kelakuan anaknya itu pun langsung meluapkannya.


''maaf, apa semudah itu kamu minta maaf. kamu bukan hanya mengkhianati Bela, tetapi kamu juga telah mengkhianati mama dan juga papa. dulu saat papamu hendak menjodohkan kalian, kamu sudah berjanji akan memutuskan wanita ular itu.''


''ampun ma, gala salah.'' pria itu pun menangis air mata buaya.


''tapi apa, bahkan kamu tega mencium wanita ular itu di dapan istrimu. ingat kah kamu kalau sekarang istrimu sedang mengandung anakmu.''


''maaf ma Lusi udah aku putusin tadi di depan bela.''


''oh ya dulu juga kamu bilang udah putus sama wanita itu, tetapi kenyataannya sampai sekarang kalian masih pacaran.''


''sekarang cepat putuskan wanita ular itu, jangan sampai kamu menyesali tindakanmu ''


''mama gak usah tanya lagi tentu aku pilih Bela, dia sedang mengandung anak kami.''


''dan kamu bel, apa kamu masih menerima anak bodoh ini?''


''baiklah ma, kalau mas Gala benar benar meninggalkan wanita itu aku akan memberikan kesempatan untuk mas Gala.''


''maafin mas, mas gak akan menghubungi wanita itu lagi.''


Gala hendak memeluk istrinya tapi bela menghindar.


''maaf mas jangan menyentuhku dulu, tanganmu itu masih kotor bekas wanita ular itu.''


Gala pun mundur mengurungkan niatnya yang hendak memeluk istrinya.


Masalah sudah terselesaikan, Bela akhirnya memberikan kesempatan untuk Gala dan Lia pun memutuskan untuk pamit.


Bela masuk ke kamarnya dan mulai membersihkan tubuhnya yang sudah acak acakan.

__ADS_1


__ADS_2