
Doni menelfon Frey untuk bertemu di sebuah kafe, tapi pria itu tidak bisa karena jadwal nya yang padat. Tapi dia menyuruh Doni yang datang untuk menemui nya di kantor.
Sebenarnya Frey sudah tau apa tujuan Doni datang untuk menemui nya, tapi dia gak mau ambil pusing dia tetap akan menyambut sahabat nya itu.
Doni berangkat ke kantor Frey di temani istri nya yang ngotot mau ikut, Lia begitu sedih mengetahui Bela dan Angga menghilang. Makanya dia kekeh mau ikut menemui Frey, besar harapan nya kalau saat ini ibu dan anak itu sedang ada di rumah Frey.
Sampai di perusahaan Frey, Doni dan Lia menemui resepsionis dan mengatakan ingin bertemu atasannya.
"oh ya mbak saya mau ketemu sama bapak Frey."
"apa bapak sudah ada janji?"
"iya mbak, bilang aja ada Doni"
"baiklah sebentar ya pak, aku mau kasi tau dulu." wanita itu pun menghubungi sekretaris Frey.
"pak silahkan langsung saja ke ruangan bapak Frey, apa bapak dan ibu perlu di antar?"
"oh tidak terimakasih" Doni pun menggandeng tangan istrinya berjalan menuju lift, sampai di depan ruangan Frey Doni mengetuk pintu.
Tok, tok,
"masuk" Doni pun membuka pintu, mereka berdua masuk ke ruangan yang begitu besar dan mewah. Lia sampai terkagum kagum melihat ruangan Frey, Doni menyenggol lengan istrinya yang sudah menganga melihat kemegahan ruangan itu.
"oh Doni, mari silahkan duduk" Frey bangkit dari kursinya dan mengajak suami istri itu untuk duduk di sofa yang ada di ruangan itu. Setelah duduk Frey memanggil sekretaris nya untuk menyiapkan minuman untuk tamunya. Setelah ber basa basi Doni pun mengutarakan tujuannya untuk menemui sahabat nya itu.
"begini Frey, kedatangan saya ke sini mau menanyakan Bela dan Angga."
"oh...saya sudah tau, tadi pagi ayah menelfon menanya kan mereka. Aku sangat kecewa sama Gala, menjaga anak satu aja dia gak becus."
"oh ya Frey aku mau tanya apa mereka baik baik saja? Bagaimana keadaan keponakan ku?" ujar Lia.
Mereka pun diam semua saat sekretaris Frey mengantar minuman untuk tamunya.
__ADS_1
"hmmm aku juga gak tau keadaan mereka, saat ini aku juga sedang mencari keberadaan mereka. Oh iya silahkan air nya di minum dulu."
" iya santai aja, Frey aku mohon kalau mereka sedang berada di dalam pengawasan mu bagiku itu gak masalah. aku hanya ingin tau kalau mereka baik baik saja."
"maksud kamu apa Don?"
"begini Frey, kalau seandainya mereka ada di tanganmu aku akan tenang. Berarti mereka ada di tangan yang tepat, aku takut kalau mereka ternyata benar benar hilang."
"asal kamu tau Don aku akan mencari mereka, setelah aku menemukan ibu dan anak itu jangan harap aku akan membiarkan bosmu yang bodoh itu menemui mereka lagi."
"jadi Frey kamu benar benar tidak tau mereka ada di mana?" Lia langsung menangis kencang, sampai sampai Doni merasa gak enak dengan Frey. Dan pria tampan itu sempat ragu karena melihat keadaan Lia, tapi karena dia begitu menyayangi Bela dan Angga akhirnya dia mengesampingkan empatinya sama Lia.
"Frey kalau memang mereka ada sama kamu aku setuju setuju aja, Gala memang harus di kasi pelajaran. Dia sangat mempercayai wanita ular itu, aku juga sudah khawatir semenjak dia keluar kota. Akhirnya kekhawatiranku terjadi dan aku tidak bisa berbuat apa apa."
"sudah aku katakan aku akan mencari mereka, sebaiknya kamu pulang dan tenangkan istrimu. Dia sedang hamil kalian tidak perlu khawatir aku akan menemukan mereka, dan ingat setelah aku menemukan mereka aku akan kabari tapi tidak aku ijin kan siapa pun menemui apa lagi mengambil Angga."
"baiklah Frey, aku percayakan Bela dan Angga Padamu dan aku akan bilang pada Gala kalau mereka tidak ada bersamamu."
"udah jangan nangis lagi aku mau menemui Gala, tapi kamu aku antar pulang ya. Kasihan anak kita kecapean bolak balik kesana kemari, tenang aja kalau udah ada kabar pasti kamu aku kabari"
"ya udah deh aku pulang aja mas, lagian kalau aku ikut ke umah itu pasti nanti ketemu sama pelakor itu lagi. Bisa bisa aku Jambak nanti rambutnya, kasihan anakku masih di perut udah di ajarin berantem"
Setelah mengantar istrinya Doni langsung tancap gas menuju rumah Gala, setelah sampai Doni tidak menemukan bos nya.
"Rena bos mama?"
"oh ya tuan gimana apa ibu Bela sama den Angga ada di tempat tuan Frey"
"sepertinya mereka gak ada di sana, Rena bos mama?"
"oh itu ada di ruang kerja tuan, maaf aku gak bisa tenang kalau mereka belum di temukan."
"baiklah aku mau menemui bos dulu, tenang aja aku akan mencari mereka sampai ketemu." Doni pun pergi menemui Gala di ruang kerja nya.
__ADS_1
Sementara Lusi berada di kamar nya sedang resah, bukan karena khawatir dengan hilang nya Angga. Akan tetapi wanita itu takut di usir suaminya, sekarang baru dia mengerti tidak seharusnya mengabaikan anak sambung nya itu. Tapi apa daya sudah terjadi dan gak mungkin bisa di ulang lagi, seandainya waktu bisa di putar kembali Lusi akan melakukan nya demi diri nya bukan demi Angga.
Tok, tok,
"siapa?"
"ini aku Doni"
"masuk"
Doni membuka pintu dan masuk, ia kemudian duduk di depan Gala. Sungguh mem prihatin kan keadaan Gala saat ini, pria itu sangat jelas kalau habis menangis.
"bagaimana Don, apa mereka bersama dengan Frey?"
"hmmm sepertinya kita harus lebih keras lagi mencari mereka, dia juga sedang mencari mereka. Frey bilang dia baru tau tadi pagi pas ayah Diki menelfon nya, kamu gak usah terlalu pusing aku yakin Bela pasti menjaga Angga dengan baik di mana pun mereka saat ini."
"aku tau Don pasti Bela akan menjaga nya, tapi sekarang aku sadar tidak seharusnya memisah kan mereka"
"apa setelah menemukan mereka kamu masih berpikir untuk mengambil Angga dari nya?"
"aku belum berpikir kesitu, sekarang aku hanya ingin menemukan mereka dulu. Mungkin aku akan merelakan Angga di ambil Bela, kamu tau sendiri Lusi itu tidak becus mengurus anak."
"oh begitu ya, apa kamu tidak marah pada istrimu setelah apa yang di lakukan nya?"
"tentu saja aku marah Don, tapi apa? Haruskah aku membunuh nya baru kamu tidak berpikir kalau aku tidak marah dengan kelakuan istriku itu."
"he he he bukan seperti itu, baiklah pokok nya kita akan bersama sama mencari mereka. Kamu gak usah terlalu pusing, pokoknya belajar lah dari sini supaya tidak terlalu egois."
"maksud nya?"
"kamu itu egois memisahkan ibu dan anak, dan kamu serahkan putramu pada wanita yang kamu cintai. Tapi istrimu itu tidak pernah mencintai Angga sedikit pun, kamu seolah tutup mata orang buta aja tau kalau Lusi tidak pernah menyukai anakmu selain kamu dan uangmu."
Doni keluar sedangkan Gala kaget mendengar ucapan asistennya itu, Dia merasa sangat bodoh karena tidak bisa melihat apa yang di lihat orang lain.
__ADS_1