Suamiku Tukang Selingkuh

Suamiku Tukang Selingkuh
bab 9 kabar gembira


__ADS_3

''assalamualaikum'' ujar bela.


''walaikumsalam,'' jawab Anggoro dan istrinya bersamaan.


''udah pulang sayang, ko kalian sore bangat?''


''iya tadi macet ma,'' ujar gala cepat.


''ya sudah sana bersih bersih, bentar lagi kita makan malam.''


''baik ma,'' ujar bela. mereka berdua pun naik ke atas menuju lantai dua.


''mas tadi ko gak bilang sama mama dan papa? kalau bela lagi hamil, pasti papa senang bangat.''


''Bela sayang, nanti pas makan kita kasi kejutan untuk mama dan papa.''


''oh... pantas mas tadi gak kasi tau, Bela kira mas gak suka kehamilanku ini?''


''kamu ngomong apa sih, masa mas gak suka ngawur kamu. aku sangat bahagia, sebentar lagi aku akan jadi seorang papa.'' Gala pun menarik istrinya kedalam pelukannya.


''mas awas, sebentar lagi kita mau makan malam. aku duluan ya mandinya.''


''diam dulu, mas pengen seperti ini.'' gala pun mendekap istrinya, meluapkan kebahagiaannya. biar dia selingkuh tapi pas tau istrinya hamil, pria tampan itu sangat senang.


''udah ya mas bela mau mandi dulu.''


''kita mandi bersama aja ya biyar cepat.''


''tapi mas,''


''tenang aku gak ngapa ngapain kamu ko, mas juga takut si Dede baru dua Minggu.''


''beneran ya mas.''


''iya ayo,'' Gala menggendong istrinya ke kamar mandi. mereka mandi bersama, Gala pun menepati janjinya hanya mandi.


Selesai mandi gala dan bela sudah rapih, mereka turun kebawah untuk makan malam.


''ayo sini sayang, ko kalian lama? mama udah lapar.''


''maaf ya, udah membuat mama dan papa menunggu.'' ujar bela.


''gak apa apa Bel, ayo buruan papa udah lapar.''


merekapun makan suasana ruangan itu pun jadi hening, yang terdengar hanya dentingan sendok dan garpu beradu di atas piring.


''bagaimana keadaan ayah dan ibumu nak? apa mereka sehat?'' tanya mama Raisa.


''Alhamdulillah ayah sama ibu sehat ma.''

__ADS_1


''oh.... syukurlah.''


''makan yang banyak bel,'' kata mama Raisa.


''mama ko nyuruh bela makan banyak sih,'' ujar gala.


''memang kenapa?''


''ma kalau bela makannya banyak, nanti kalau dia gendut gimana?'' canda Gala.


''Bela dari dulu makannya banyak, habis masakan ibu itu kan enak. tapi gak pernah tu gendut, gini gini aja.'' ujar bela.


Mereka berempat pun tertawa dengan riang. selesai makan seperti biasa mereka akan berkumpul di ruang tv.


''mama, papa ada yang mau Gala omongin, ini tentang bela.''


''kenapa? apa ada masalah?'' ujar Anggoro khawatir.


''pas di rumah ayah tadi bela pingsan, ayah dan ibu nyuruh gala bawa bela periksa kerumah sakit.''


Mama Raisa dan suaminya sama sama tegang.


''terus apa kata dokter? bela kenapa?'' ujar mama Raisa khawatir.


''kata dokter bela sedang hamil.''


''apa....'' ucap Anggoro dan Raisa serempak.


''wah papa seneng bangat, akhirnya sebentar lagi papa jadi kakek.''


Mereka pun tertawa dengan riang, mendapat kabar gembira tersebut.


''ya udah, kalau kalian mau istirahat silahkan. papa mau ke kamar dulu.''


''ayo pa, mama antar.''ujar Raisa. mereka masuk ke kamar meninggalkan anak dan menantu nya di ruang tv.


''mas Bela mau telfon ibu dulu, pasti mereka lagi nunggu kabar dari kita.''


''ya sudah mas duluan ke ke kamar ya.''


''iya nanti bela nyusul.''


Gala pun naik ke atas menuju kamar mereka, sedangkan Bela mulai menghubungi nomor ibunya. setelah tersambung langsung di angkat Laila, wanita paruh baya itu memang sudah menunggu telfon anaknya.


''halo''


''halo assalamualaikum Bu.''


''walaikumsalam sayang, gimana keadaanmu? apa masih pusing?''

__ADS_1


''masih Bu.''


''terus gimana tadi, kalian jadi ke dokter? apa hasilnya? kamu baik baik aja kan nak?''


''ibu kalau bertanya itu satu satu,


gini Bu tadi kami kerumah sakit periksa dan hasilnya.''


''apa...'' kata buk Laila gak sabaran.


''apa ayah ada di sana juga Bu?''


''iya ayah di sini nak.'' kata Diki.


''oh...baiklah, hasilnya dokter bilang bela hamil sudah dua Minggu.''


''Alhamdulillah.'' ucap Bu laila dan juga ayah Diki berbarengan.


''selamat ya nak semoga kamu dan anakmu sehat terus.''


''amiin...'' kata bela.


Sementara di kamar, gala sedang asik membalas chat dari pacarnya Lusi.


''mas kamu lagi ngapain?''


''lagi di kamar.''


''emang istrimu mana? apa dia gak marah kamu membalas chat dari aku.''


''dia lagi di ruang tv, menelfon orang tuanya. ngasi tau kalau dia lagi hamil.'' ujar gala keceplosan.


''apa istrimu lagi hamil, mas kukira kamu hanya menikah doang sama dia. tanpa ada hubungan suami istri.''


''tapi Lusi, kamu tetap menjadi no satu di hati mas.''


''bohong kamu mas.''


''ngak sayang, bela adalah istriku dan kamu adalah cintaku. dia memang hamil, mas hanya melakukan kewajiban sebagai seorang suami gak lebih.''


''bohong kamu mas, pasti kamu sudah mencintainya.''


''Lusi percaya sama mas, kamu tetap menjadi kesayanganku. wanita yang paling mas cintai, dan gak akan berubah.''


''bener mas?''


''iya sayang.''


''sumpah mas.''

__ADS_1


''ya udah ya, kayaknya bela udah selesai nelfon nya lain kali kita sambung. love you.


Melihat chat terakhir Gala, Lusi udah melayang. dia memang terlalu mencintai uang Gala, sampai dia menutup mata bahwa pria yang di cintai nya itu sudah punya istri. dia tidak perduli sama sekali, yang ada di pikirannya saat ini adalah uang dari kekasihnya.


__ADS_2