
Kandungan bela semakin hari semakin besar, saat ini usianya sudah sembilan bulan. sekarang wanita itu tinggal menunggu harinya saja, karena dia ingin melahirkan normal.
''bagai mana keadaanmu nak?''
''he... he...beginilah ma, kalau udah duduk mau bangun aja susah.''
''sabar ya gak lama lagi ko.''
''iya ma.''
''Gala mana?''
''tadi belum bangun, hari ini Minggu mau bangun siang katanya.''
''ih dasar, anak malas.''
''biarin aja ma, mungkin mas gala kecapean.''
''ya sudah mama tinggal dulu ya, mama ada janji ketemu teman lama. kalau ada apa apa telfon mama ya.''
''baik ma.''
''ah sepi amat mama gak ada, lebih baik aku bangunin mas gala saja.''
wanita itu pun bangun dengan susah payah dia pun menaiki anak tangga satu persatu. akhirnya dia sampai juga, itung itung olah raga biyar lahirannya gampang. Itulah yang ada di pikirannya.
''mas bangun udah siang.''
''ada apa? mas udah bilang kan mau bangun siang.''
''iya tapi kan mama lagi jalan, bosan gak punya teman ngobrol.''
''oh... minta di temenin ceritanya.''
''ya iyalah, mas itu setiap hari kerja. libur Minggu doang ya temenin lah istrimu ini.''
''iya iya mas mandi dulu, gak usah naik turun tangga kalau ada perlu panggil bibik aja.''
''baiklah.''
''huh mas Gala kalau mandi pasti lama, tapi ko perutku agak agak sakit ya? tapi ko ilang lagi, apa aku mau melahirkan. ko makin sakit, aduh mas gala kok belum keluar. mandi apa tidur ni orang.''
__ADS_1
Dengan terseok Seok menahan sakit, Bela menghampiri kamar mandi dan mengetuknya.
tok....
tok....
''mas udah belum? perut Bela sakit.''
Mendengar istrinya bilang sakit perut, Gala buru buru melilit kan handuk ke pinggangnya da segera keluar.
''ada apa sayang, mau buang air ya?''
''bukan mas, aduh....sepertinya aku mau melahirkan.''
''hah... sini kamu duduk dulu, mas pake baju bentar sabar ya.''
Bela duduk di pinggir ranjang sambil menahan sakit yang luar biasa.''
''cepat mas sakit....ah...''
''iya ini juga udah buru buru sayang.''
''biarin bibi yang bawa.''
Gala pun menggendong istrinya turun ke bawah.
''Bi, bibi ambilkan tas yang dekat ranjang sepertinya istriku mau melahirkan.''
''baik den.''
Gala pun langsung membawa bela ke mobil.
''sabar ya sayang, sakit ya?''
''aduh... mas ko nanya lagi, sakit bangat tau.''
''ini den tasnya.''
''bi tolong telfon mama kasi tau kalau Bela akan melahirkan.''
''baik den.''
__ADS_1
Gala pun masuk ke mobil dan tancap gas menuju rumah sakit.
''mas jangan ngebut aku takut.''
''maaf sayang mas panik pengen cepat capat sampai, biyar kamu segera di tolong dokter. mas gak tega melihat kamu kesakitan.''
''iya tapi kan gak usah ngebut juga kali.''
''iya.''
Gala pun memperlambat laju mobilnya dan tetap fokus melihat jalanan.
''mas kok lambat amat sih, keburu lahir ni anak di dalam mobil.''
''maaf...''
Sabar gala istrimu lagi kesakitan makanya jadi bawel, ngalah aja deh biasanya juga gak kayak gitu.'' batin gala.
''nah kita sudah sampai.''
Gala menurunkan istrinya di bantu oleh perawat yang memang sudah menunggu karena gala sudah nelfon terlebih dahulu.
Bela pun langsung di bawa ke ruang bersalin, dan segera di periksa dokter.
''sepertinya pembukaan sudah lengkap.''
Gala terus mendampingi istrinya selama proses persalinan, mama raisa, Bu laila dan Diki pun menunggu di luar dengan harap harap cemas.
Saat Raisa menerima telfon dari rumah, dia pun langsung mengabari besannya dan langsung ke rumah sakit. begitu pula Diki dan istrinya, pas mengetahui putri satu satunya akan segera melahirkan. mereka pun langsung berangkat ke rumah sakit.
Oek oek suara bayi terdengar sangat nyaring sampai ke luar. Raisa Laila dan Diki langsung mengucap sukur.
''selamat pak Bu bayinya laki laki, sehat dan juga ganteng.''
''alhamdulilah, kata bela dan gala berbarengan.''
Gala pun mencium kening istrinya.
''terimakasih sayang sudah melahirkan penerus untukku, terimakasih.''
''sama sama mas, aku sangat bahagia sakit dan lelahku telah terbayarkan saat mendengar tangisannya mas.''
__ADS_1