Suamiku Tukang Selingkuh

Suamiku Tukang Selingkuh
bab 23 Doni dan Lia semakin dekat


__ADS_3

''Bos pertemuan kita hari ini lancar semua, mereka sangat puas dengan ide ide yang kita buat. kerja sama sudah di tangan bukan begitu bos.''


''sepertinya begitu, baiklah aku mau menemui Lusi dulu kalau mau makan siang atau jalan jalan silahkan kita bertemu lagi besok saat jam kerja.''


''baik bos, huh kerja ko bawa pelakor bukan bawa istri. telfon lia ah, dia udah selesai belum kerjanya.''


Doni pun mengambil hp dari dalam kantong celananya, dan mencari nama Lican yang artinya Lia cantik. pria itu pun segera menghubungi gadis yang Ahir ahir ini dekat dengannya.


''halo....''


''halo...Lia, lagi di mana?''


''aku lagi di kafe, ini baru selesai kerja.''


''sama siapa?''


''sama teman teman.''


''boleh gabung gak.''


''teman teman boleh gak Doni ikut gabung?''


''boleh lah suruh aja ke sini.'' ujar Dea.


''halo...Don ke sini aja.''


''ok, Babay.''


Doni pun mematikan telfonnya dan bergegas menuju kafe.


''Lia itu pacar kamu ya.''


''bukan, dia itu sekretaris suaminya Bela, makanya aku kenal sama dia.''


''oh... tapi ngomong ngomong ganteng tau Li,'' kata Diyo.


''iya ganteng sih, terus.''


''gak salah juga kali kalian jadian, tau ngak kalian serasi Lo.'' kata Dea.


''suuut dia datang tu.''


Kawan kawan Lia pun tertawa, melihat pipi Lia yang merah karena malu.


''halo perkenalkan aku Doni, teman Lia boleh bergabung?''

__ADS_1


''tentu ayo silahkan duduk.'' kata Diyo dan yang lainnya, mereka pun senang berkenalan dengan Doni yang ramah dan periang.


Mereka pun makan bersama sama, Doni orang yang ramah dan gampang akrab dengan orang.


''sudah kenyang kami duluan ya Lia ujar Dea.''


''idih bareng aja Napa.''


''udah ah temenin Doni dulu.'' ujar Diyo.


''baiklah.''


''he... he... kok gak semangat gitu, gak mau ya jalan sama aku?''


''mau kok.''


Doni pun mengulurkan tangannya Lia pun menyambutnya sambil malu malu. dua sejoli itu pun berjalan sambil pegangan tangan, mengobrol dan sepertinya keduanya sangat bahagia.


Saking nyaman satu sama lain, gak terasa mereka sudah berjalan agak jauh.


''Lia itu ada taman kita duduk di bangku taman itu ya, pasti kamu sudah capek.''


''iya ayok.''


Mereka pun duduk di bangku taman, menikmati udara sejuk dan melihat begitu banyak bunga yang indah di taman itu.


''siapa sayang.''


''itu Doni bersama perempuan.''


''ah masa, setahuku dia gak pernah dekat dengan wanita. mana sih, oh iya tapi gak kelihatan ya wajah ceweknya.''


''kita samperin yok mas.''


''ngapain, udah biyarkan saja.''


''ih... mas Gala, Kita gangguin yok.''


Wanita itu pun menarik tangan Gala dan mendatangi Doni yang sedang duduk di bangku taman.


dia pun mengagetkan Doni.


''nah ketahuan kamu Don, lagi pacaran ya?''


Doni dan Lia pun serentak menengok ke arah suara, bukan hanya Doni dan Lia yang kaget sekarang. tapi Lusi dan gala juga ikut kaget, ternyata wanita yang bersama Doni adalah Lia sahabat Bela istrinya Gala.

__ADS_1


Saat melihat Lia, Gala pun buru buru melepas genggaman tangan Lusi. dia takut dan panik, lia pun tau kalau gala khawatir takut nanti Lia cerita pada istrinya.


''cih... kenapa melepas tangan wanita itu ayo genggam lagi, jangankan genggaman tangan kalian tidur satu kamar pun aku tau.''


''maksud kamu apa Lia?''


''gak usah pura pura bodoh tuan Gala yang terhormat, aku juga menginap di hotel itu. dan sebelum sampai di kota ini juga aku sudah melihat kemesraan kalian yang menjijikan itu.''


''jaga ucapan mu Lia kata Lusi.''


''jaga ucapan, harusnya kamu itu yang jaga sikap dan sopan santun. bermesraan dengan suami orang gak tau malu.''


''kurang ajar kamu ya.''


Lusi hendak menampar Lia, tapi Doni menangkap tangan wanita itu.


''udah diam dulu Lusi, Lia tolong jangan kasi tau Bela ya.''


''ngasi tau Bela, oh tentu saja ngak. aku gak akan kasi tau, tapi ingat suatu saat bela akan tau sendiri. dan saat itu tiba anda akan menyesal pernah menyia_nyiakan wanita baik, demi pelakor murahan kayak wanita ini.''


''jaga ucapan mu ya, aku bukan wanita murahan.''


''ha ha ha kalau bukan wanita murahan apa, tidur satu kamar dengan suami orang tanpa ikatan pernikahan.''


''awas kamu ya.''


Gala pun menangkap Lusi yang hendak menjambak rambut Lia.


''Doni sebaiknya bawa Lia pergi.''


''ayo Lia kita pergi.''


''tunggu Doni aku belum selesai dengan pasangan mesum itu, kurang ajar kalian ya. dan kamu Gala bangsat, kamu meng hianati sahabat ku yang sudah tulus mencintaimu. apa ini balasanmu atas semua nya?''


Doni pun menggendong Lia pergi dari taman itu, dan membawanya ke kafe gak jauh dari taman.


''iss malu tau kenapa gendong aku sampe sini.''


''he he kamu kalau marah garang juga.''


''tapi jujur Don aku sekarang lega, melampiaskan kekesalanku pada dua manusia mesum itu.''


''aku juga senang kamu telah mewakili apa yang tidak bisa aku lakukan.''


''maksudmu...''

__ADS_1


''aku juga tidak suka dengan wanita itu, dia itu hanya memanfaatkan uang gala saja. aku ingin melakukan seperti yang kamu lakukan, tapi itu tidak mungkin kan. jadi aku mendukungmu apa yang kamu lakukan tadi, itu keren dan aku gak akan membiarkan wanita itu menyakitimu.''


''ha ha ha '' mereka berdua pun tertawa puas, karena sudah meluapkan kejengkelan hati mereka dengan kelakuan bos Doni itu.


__ADS_2