
"Maafkan atas kelancangan saya mengganggu waktu aaa..anda Tuan"
Didepan pintu sudah ada sosok pelayan wanita yang tengah membungkuk kan badannya karena takut jika salah satu anggota keluarga Moris marah karena telah berani mengetuk pintu saat sedang ada pertemuan berlangsung.
"Ada apa.." Suara pelan Caesar dengan tatapan datar membuat pelayan itu merinding, tatapan itu akan muncul jika ada masalah besar tengah terjadi di keluarga Moris.
"Non.. Nona Moris" Suara terbata-bata terdengar dari mulut pelayan yang sudah dibuat lemas oleh tatapan Caesar.
Caesar berlari menuju kamar adiknya dan sudah terdengar suara pecahan barang-barang. Bukan hanya Caesar tapi semua orang sudah berdiri didepan pintu kamar Yuna kecuali Raffael yang malah berlari menuruni tangga dan membawa mobil meninggalkan rumah.
Dengan sangat pelan Dave membuka pintu dan melihat kamar yang biasanya selalu rapi kini sudah hancur dan banyak pecahan barang-barang disetiap sudut kamar. Dave sangat terkejut melihat adiknya tengah memegang sebuah pistol berwarna hitam yang memiliki lambang keluarga Moris. Pistol yang hanya akan dimiliki anggota keluarga Moris termasuk Yuna.
"Kenapa.. kenapa aku harus kehilangan bayi yang ada dikandunganku kak Dave..Katakan.. Siapa yang telah mengambilnya..!!" Yuna berteriak histeris dengan pistol sudah mengarah pada kepalanya. dengan satu kali tarikan saja pistol itu sudah dipastikan akan membuat nyawa Yuna melayang.
Semua orang memutar otak agar Yuna tidak melakukan hal bodoh yang akan membuatnya melayang. Jemmy menatap Caesar memberi suatu isyarat.
"Nona manis,, Victor sedang dalam perjalanan menuju kemari tadi dia mengatakan dia sangat merindukanmu,, apa kau tidak merindukannya" Caesar berjalan pelan mendekati Yuna yang masih memagang pistol miliknya.
"Katakan saja padanya, aku akan pergi menyusul anakku aku ingin bermain dengan anakku" perkataan Yuna sukses membuat semua orang lemas mendengar nya. Apalagi Sebastian yang harus menyaksikan kembali cucunya memepertarukan nyawa.
"Nona manis apa kau akan membuat orang yang telah mengambil bayimu tertawa saat mendengar kabar kematianmu, pikirkan hal itu..
Apa kau juga akan membuatnya bahagia sementara lihat dirimu yang sudah sangat kacau, kenapa kau tidak mengarahkan peluru yang ada dipistolmu pada jantung orang yang telah jahat padamu"
Bruuuuuuk
Tubuh Yuna ambruk mendengar semua ucapan yang dikatakan Dave, Jemmy yang melihat pistol ditangan Yuna sudah jatuh langsung mengambilnya dan Dave langsung menghampiri Yuna yang tengah menangis dilantai.
Dave memeluk tubuh gadis cantik nya yang tengah kembali rapuh dan hancur karena kehilangan calon anaknya.
"Menangislah.. Tapi jangan pernah melakukan hal yang bisa mengancam nyawamu sendiri karena jika itu terjadi kau sama saja membuat kami ikut terbunuh" Dave memangku Yuna keluar kamar untuk beristirahat dikamar pribadi milik nya, karena kondisi kamar Yuna sudah berantakan dan banyak pecahan kaca yang bisa melukai Yuna.
Yuna sudah berbaring diatas tempat tidur dengan ditemani Dave karena Yuna tidak melepaskannya dari Dave.
Raffa yang sempat pergi kini sudah kembali bersama Dokter cantik disampingnya.
Dokter itu masuk kedalam kamar Dave dan berdiri didepan tempat tidur Dave dimana Yuna sedang berbaring.
"Hai Nona Moris..." Suara lembut terdengar keluar dari mulut dokter cantik itu menyapa Yuna yang masih memeluk tubuh Dave. "Boleh aku memeriksa kondisimu" Dokter itu duduk diatas tempat tidur dan meraih tangan Yuna dan menggenggamnya.
Yuna merasa genggaman tangan itu sama persis dengan yang sering Linsa lakukan untuk menenangkan dirinya. Yuna melihat sosok yang tengah menggenggam tangannya dan ternyata memberinya sebuah senyuman yang menyejukkan hati Yuna saat melihatnya.
"Boleh aku memeriksamu Nona Moris"
__ADS_1
"Kau siapa,, siapa yang membawamu kemari"
"Aku Dokter Netra teman kakakmu Caesar dan tadi yang membawaku kemari adalah Raffael kakakmu" Netra tersenyum pada Yuna yang terus menatap dirinya.
Sebastian memberi isyarat agar semua orang keluar kecuali Jemmy yang masih berdiri dan memperhatikan setiap yang dilakukan Netra saat memeriksa Yuna.
"Kondisimu kurang baik, kau harus lebih banyak beristirahat agar kondisimu segera pulih kembali. Ada yang kau inginkan" Netra kembali menggenggam tangan Yuna dan lagi-lagi Yuna merasa tenang.
"Dokter.. Kau pernah kehilangan bayi.." Suara lirih terdengar dari mulut Yuna dengan diikuti mata yang berkaca-kaca
"Nona Moris aku memang belum pernah memiliki bayi, tapi kau tahu tuhan pasti punya alasan kenapa mengambil kembali bayimu.
Suatu saat kau pasti akan mendapatkan sosok bayi lucu pengganti bayimu, sekarang teruslah semangat jalani hidupmu karena bayimu disana pasti ingin melihat ibunya tersenyum bahagia seperti saat pertama mendapat kabar kehadiran sosok bayi di rahimmu"
Yuna melihat sosok Linsa pada diri Dokter Netra, dan sosok itulah yang kini bisa membuatnya merasa lebih tenang.
"Apa aku boleh memelukmu"
"Tentu,, Kemarilah"
Yuna memeluk Netra, dan pelukan Netra kembali membuat dirinya mendapatkan sosok teman seperti Linsa.
Raffa yang mengintip dibalik pintu senang karena Yuna bisa terlihat nyaman bersama calon istri nya.
"Kau harus ikut denganku baby" Raffa menarik tangan Netra keluar rumah sakit.
"Tunggu-tunggu ada apa kenapa wajahmu terlihat sangat panik, hal buruk apa yang terjadi..?" Netra bingung melihat wajah kekasihnya yang tidak biasa.
"Adikku sedang histeris, dirinya baru saja mengalami keguguran jadi dia sekarang butuh sosok seorang wanita untuk menjadi teman curhatnya"
"Tapi Raffa kenapa harus aku"
"Karena diantara kami hanya aku yang memiliki wanita, sudahlah segera masuk mobil kita tidak punya waktu lama untuk terus berdebat"
"Tapi Raffael..."
"Masuklah cepat"
Netra memang sangat ingin mengenal sosok Yuna tapi tidak disaat Yuna yang sedang mengalami guncangan atas kehilangan calon bayinya.
Flasback Off
Caesar yang terus mencoba menghubungi Victor, mulai dibuat kebingungan karena tidak ada jawaban dari Victor.
__ADS_1
"Sebelum Yuna menanyakan Victor kau harus sudah membuat Victor kembali kemari bagaimana pun caranya, kalau perlu kau susul Victor ke Australia" Ucap Dave memandang kesal Caesar yang sudah menjanjikan sesuatu yang pasti akan sulit dipenuhi yaitu membawa sosok Victor kembali.
"Ah aku tahu... Lihat saja dalam waktu 24 jam Victor pasti akan kembali kerumab ini" Caesar keluar kamar dan berjalan menuju kamar Yuna yang sudah rapi kembali dan sudah tertata dengan barang-barang baru yang sama persis seperti sebelumnya.
Caesar mencari handphone milik Yuna yang pasti masih ada didalam kamar. Caesar membuka satu persatu laci yang ada dikamar adiknya dan handphone itu ada dilaci meja rias milik adiknya.
Kak Victor aku sangat merindukanmu, aku benar-benar membutuhkan kehadiranmu saat ini.
"Setelah menerima pesan ini Victor pasti akan segera datang, karena Yuna salah satu kelemahan sekaligus kekuatan Victor. Come on Boy"
Caesar tersenyum licik dan kembali meletakkan handphone milik adiknya ketempat sebelumnya.
#Netra Lucia Gisca
.
.
.
.
***FYI
Hallo..
Untuk hari Senin-Jumat Authoor paling bisa up 1-2 bab saja jadi mohon bersabar ya..
Alasannya karena Authoor kerja..
Untuk weekend diusahakan lebih dari hari-hari biasa ya..
Dan diusahakan setiap hari up ya..
kemungkinan Authoor akan sering up malam ya..
Jangan lupa like, comment, Vote dan Rate bintang 5 ya..
Ditunggu Juga masukan nya ya..
Thank You For Reading ☺***
__ADS_1