
Matahari sudah muncul dibalik jendela yang masih tertutup rapat tanpa celah sedikit pun. Yuna masih terlelap dipelukan suaminya sementara Daniel sudah terbangun cukup lama tapi enggan mengganggu tidur nyenyak istrinya yang pasti kelelahan karena ulahnya tadi malam.
Daniel tidak melakukan pergerakan apapun hanya berdiam diri menatap wajah istri tercintanya.
Kau sangat cantik dan pintar dalam urusan ranjang Baby (Batin Daniel)
Yuna mulai membuka matanya dan langsung menatap wajah tampan yang sedang menatapnya. Yuna tersenyum dan mengusap lembut pipi suaminya, pandangan Yuna mulai jelas dan kesadarannya mulai penuh.
"Morning Baby.."
"Morning handsome,, cup cuup"
"Mau mandi bareng..?"
Mendengar ajakan suaminya hanya menggelengkan kepalanya dan membuat Daniel mengerutkan kedua alisnya, Yuna tersenyum dan mengubah posisinya menjadi diatas tubuh suaminya yang tanpa busana. Daniel tersenyum puas karena kini istrinya mulai sangat agresif dan sangat pintar
membuat Daniel betah diatas ranjang.
Biasanya Daniel yang menghujami cumbuan pada istrinya tapi kali ini dirinyalah yang mendapat banyak cumbuan dan membangkitkan kembali juniornya. Daniel sangat puas dengan yang dilakukan istrinya yang menimbulkan suara-suara desah*n yang semakin membuat gairahnya memuncak.
Mami Putri dan Papi Milan yang berniat untuk mengajak sarapan dibuat menelan ludahnya dab saling berpandangan saat mendengar desah*n dari putra dan menantu kesayangannya. mereka berdua berpikir pasti putranya yang terus memintanya tanpa mengetahui jika menantunyalah yang memulai permainan dipagi hari ini.
Dasar anak mesum, aku yakin jika tadi malam kau pasti sudah mengernai menantuku dan sekarang kau mengerjainya lagi, Huh Daniel... (Batin Mami Putri)
Haha ternyata menantuku membuat putraku semakin mesum, lanjutkan saja Nak papi tahu kau sudah menahan keinginan pada Yuna sejak lama jadi nikmatilah pergulatanmu (Batin Papi Milan)
****
Sejak kemunculan Yuna bisnis dan kekayaan Moris meningkat cukup drastis, selain dari penjualan senjata yang memang memiliki penghasilan sangat besar kini bisnis dibidang perhiasan juga mulai berkembang dan semakin banyak peminat.
Bisnis perhiasan adalah impian dari mendiang ibu Yuna yang menginginkan memiliki brand sendiri atas perhiasan yang dipasarkan dibawah naungan Moris dan kini Yuna mewujudkan impian mendiang ibu nya yang mengeluarkan brand dengan inisial AM (Andara Morisa) .
"Huh jika bukan impian mendiang ibu dari Morisa aku malas mengurus ini semua, dan ini gara-gara adik iparku yang tengil itu bisa-bisanya dia terus mengurung Morisa dikamar apalagi dia sekarang membawa Morisa untuk tinggal beberapa hari dikediaman Milan. itu pasti dia tidak ingin ada yang mengganggu untuk mengerjai adikku. Huh dasar chef mesum" Dave terus mengumpat kesal disela-sela kegiatannya yang mengecek persiapan pameran pertama untuk brand AM.
"Hai Dave what happened?" Raffa yanh sebelumnya diminta Dave untuk datang kekantor merasa bingung dengan wajah sodaranya yang terlihat kusut.
"Carikan aku model seperti yang diingin adikmu, kepalaku sudah pusing karena Morisa tidak menjawab telfonku sejak kemarin.."
"Haha mengertilah adikmu sedang menikmati waktu bersama suami tengilnya, kau pasti tahu jika Daniel sudah sejak lama menahan hasratnya pada adikmu" Raffa mengeluarkan handphone hanya dan sedang mencari sesuatu. "Dave kenapa kau tidak menghubungi kekasihmu dia cantik dan menurutku Morisa akan menyukainya, percayalah"
"Kau yakin" Dave menatap dalam Raffa
"Tentu dan itu akan jadi moment untukmu mengenalkannya pada Morisa dan kakek nanti"
"Ya kau benar.."
Ananda Morisa Jewelry
Pameran yang sudah disiapkan dengan sangat sempurna oleh Dave akhirnya berlangsung dengan para wanita cantik penikmat perhiasan apalagi ini brand milik Moris yang semua orang menginginkannya.
Victor yang sebelumnya berada di Australia untuk membereskan seekor tikus kini sudah kembali bersama Sebastian Moris untuk menghandiri pameran pertama cucunya.
Ada beberapa perhiasan yang didesain langsung oleh Yuna dan memiliki harga yang pantastis diantara perhiasan yang lain nya. Sudah ada beberapa nama istri dari para pengusaha yang mengincar 5 desain khusus itu.
"Selamat atas kesuksekan ini Nona Muda Morisa" Seorang lelaki berparas tampan menghampiri Yuna yang tengah berbincang dengan salah satu istri dari rekan bisnis suaminya.
"Ah ya Terimakasih Tuan.."
"Saya William Zach"
"Ah ya anda pasti salah satu rekan bisnis dari Moris"
"Ya anda benar"
Tapi itu dulu sebelum Moris menghancurkan bisnis keluarga Murphy (Batin William)
"Apa anda seorang kolektor atau hanya penikmat Tuan William..?"
__ADS_1
"Aku ingin mencari hadiah untuk wanita istimewaku Nona"
"Ah ya baiklah aku akan meminta seseorang menemani anda mencari yang anda inginkan"
William ditemani oleh orang dari Moris untuk memilih perhiasan tapi matanya tidak fokus melihat model yang ditunjukan dirinya malah menatap sangat tajam pada wanita yang tengah tertawa bahagia dikerumunan para istri pengusaha yang hadir.
William sedikit menjauh dari keramaian dengan mata kini terfokus pada Daniel lelaki yang dicintai oleh Yuna.
"Lakukan sekarang" Willi berbicara dengan seseorang diujung telfon sana dan langsung pergi meninggalkan tempat acara dengan sangat terburu-buru
Bruuuukkk
Daniel kehilangan kesadaran saat keluar dari toilet karena mendapat hantaman keras dikepala belakangnya.
Kini Daniel berada didalam sebuah kamar bersama seorang wanita dan seorang lelaki yang tengah melakukan perbincangan, kesadaran Daniel perlahan mulai kembali dan matanya terbelalak saat melihat Katryna dan lelaki yang sebelumnya menyapa istrinya dipameran.
"Hallo Daniel sayang akhirnya aku bisa membawamu kedalam kamar yang akan menjadi tempat penyatuan kita. Kau tenang saja aku pasti jauh lebih bisa memuaskanmu dibanding istri sombongmu itu"
"Omong kosong!! Aku tidak akan pernah mau berhubungan denganmu dasar wanita mur*han, sadarlah Katryna masih banyak lelaki yang menginginkanmu percayalah jangan merendahkan dirimu seperti ini" Daniel yang terikat diatas kursi mencoba membuka ikatannya tapi usaha sia-sia karena ikatan itu sangat kuat.
Yuna yang sudah menyadari jika suaminya tidak ada dalam acara dibuat panik dan melihat beberapa rekaman cctv yang ada, dan mata Yuna menatap tajam saat melihat ada sosok bertopeng yang memukul suaminya dari arah belakang.
"Arghh Sial siapa orang itu"
"Tenanglah para bodyguard sedang mencari keberadaan suaminya Morisa" Ucap Victor menenangkan adiknya
Dreet Dreet...
"Daniel..."
Deg
"Hallo Nona Morisa kau masih mengingatku"
"Kau..Apa mau mu"
"Omong kosong mana suamiku brengs*k"
"Kau ingin melihatnya, baiklah.."
Yuna mengepal kuat saat melihat ada Katryna yang tengah menyentuh tubuh suaminya yang terikat.
"Baby tenanglah aku tidak mungkin menghianatimu" Teriak Daniel yang melihat wajah istrinya yang sedang tidak baik.
"Brengs*k kau Katryna menjauh dari suamiku"
"Maaf Nona tapi sebentar lagi aku akan memuaskan suamimu dan membuatnya mendes*h sepanjang malam mungkin hingga besok pagi atau bahkan sampai siang"
Ditengah pembicaraan Yuna, Dave melancak keberadaan Daniel dan mencari siapa William sebenarnya dan masalah apa yang membuat William melakukan ini pada adiknya.
Mata Dave terbelalak saat tahu nama belakang William, yaitu Murphy keluarga yang telah membuat Yuna kehilangan ibunya. Dave memberi tanda jika dirinya sudah mendapat informasi tentang William dan keberadaan Daniel sehingga Yuna sedikit bernafas lega.
"Apa masalahmu dengan suamiku Willi..?!"
"Bukan lelaki ini tapi denganmu!!"
"Hah"
"Ya aku tahu dia adalah kelemahanmu saat ini dan dia yang akan menjadi senjata penghancurmu juga haha" William tertawa sangat keras karena sedikit puas melihat wajah Yuna yang merah padam menahan emosi.
"Aku tidak memiliki masalah denganmu brengs*k"
"Tapi karena Ibumu Ayahku meninggal dan membuat Ibu menjadi gila"
"Apa itu tidak mungkin.."
"Ya aku adalah anak dari Murphy lelaki yang dibantai dengan keji oleh kakekmu Sebastian. Sekarang nikmati penderitaanmu Nona dan aku akan mengirim video suamimu yang sedang bercinta dengan teman baruku ini selamat menyaksikan"
__ADS_1
Yuna melihat Katryna memaksa Daniel meminum sebuah minuman yang membuat Daniel terlihat kepanasan dan Yuna tahu jika itu pasti minuman yang dicampur dengan obat perangs*ng.
"Argh sial aku tidak rela"
"Tenanglah aku sudah mendapatkan cara agar bisa ketempat Daniel berada, William adalah kekasih dari Gracia anak dari pengusaha Australia yang kini menetap disini untuk mengurus bisnis Ayahnya yang sedang diambang kehancuran" Perkataan Dave membuat Yuna mengerti arah pembicaraannya dan langsung menghubungi Garcia.
Tuuuuut Tuuuuut
"Hallo Gracia.. Aku Morisa aku memiliki penawaran menarik untukmu"
"Nona Morisa senang bisa berbicara dengan anda. Penawaran dari keluarga Moris pasti selalu menarik dan suatu kehormatan bisa mendapatkan itu langsung dari anda Nona"
"Oke bawa aku masuk tempat William kekasihmu dan sebagai imbalannya bisnis Ayahmu akan kembali naik. katakan iya atau tidak aku tidak punya banyak waktu"
Deg
Willian adalah orang yang dicintai Gracia tapi Garcia juga sudah gerah dengan William yang selalu bermain wanita dibelakangnya.
"Baiklah saya akan mengantar anda kesana"
****
Dalam pengaruh obat perangs*ng Daniel terus mencoba sadar dan tidak melakukan hal tidak pantas bersama Katryna. Dalam pikiran Daniel dirinya hanya terbayang dengan tubuh istrinya.
Setelah mendapat informasi dari Gracia, Victor bisa melumpuhkan semua pertahan William dengan sebuah racun yang dijatuhkan tepat diatas rumah William dari halikopter dan dalam hitungan dengan semua penjaga dan anjing buas milik William tewas.
Gracia yang sebelumnya sudah merayu William dengan godaan sensual akhirnya mengizinkan dirinya untuk datang tanpa curiga sedikit pun. Gracia yang sudah berada didalam kamar William memberikan sebuah minuman yang sudah dicampur dengan obat tidur dan William ambruk tidak sadarkan diri.
Sementara Yuna yang sedang berada diruang cctv menatap kesal Katryna yang terus menggoda suaminya.
"Sial.. Mana gaun yang aku minta"
*Hah masih sempat adikku memikirkan sebuah gaun (Batin Raffa)
Apa yang sebenarnya direncanakan Morisa (Batin Dave*)
Yuna sudah berganti pakaian dengan gaun yang sangat terbuka dan benar-benar sexy. Raffa dan Dave sebagai lelaki normal menelan ludahnya kasar melihat adiknya memakai pakaian sangat sexy.
"Jangan sentuh William sampai aku selesai memberi obat pada suamiku dan kalian berdua ikut aku"
Obat, apa yang dimaksud Morisa (Batin Raffa)
Yuna meminta dua bodyguard nya untuk mengikutinya menuju kamar suaminya berada dan....
*Bruuuuuukkk
Dor*
Yuna menembak bahu Katryana dan terdengar suara jeritan yang sangat keras.
Awwwwww
"Jauhkan ****** itu dari suamiku dan pastikan dia tidak kabur karena setelah ini aku akan membuat sedikit hiburan"
Dengan langkah elegan Yuna berjalan mendekati suaminya dan berdiri mendekatkan tubuhnya pada Daniel. Katryna menatap kesal karena dirinya kembali kalah oleh Yuna.
Yuna melepaskan ikatan Daniel dan Daniel menarik tubuhnya kedalam pangkuannya, Katryna bisa melihat bagaimana Daniel langsung memberi cumbu*n pada Yuna sementara tadi Daniel terus menahannya.
Yuna menahan tangan Daniel yang berniat menarik gaunnya karena disana masih ada beberapa pasang mata.
"Lebih baik kau keluar karena aku akan melayani suamiku dulu yang sudah tidak sabar ingin menikmati tubuhku, Sekarang kau sudah tahu siapa yang bisa menuntun gairah Daniel ya itu adalah aku"
Yuna memberi tanda pada bodyguard nya untuk pergi meninggalkannya dan matanya menatap tajam pada cctv.
Dave dan Raffa tidak menyangka jika adiknya sangat liar dan mampu mengendalikan suaminya.
Dave langsung mematikan layar komputer yang akan menayangkan drama 21+ dan hal itu membuat Raffa merindukan istrinya tapi tidak mungkin menemui Netra saat ini karena adiknya pasti akan marah.
__ADS_1
"Arhhh shhh arhhh By.."