Terjerat Cinta Ahjussi Rasa Oppa

Terjerat Cinta Ahjussi Rasa Oppa
Kediaman Keluarga Janson


__ADS_3

Praaaaaangggg


Suara keributan terus terdengar di kediaman keluarga Janson, Ferdinan Janson sangat marah karena ulah anak lelaki nya yang dengan sengaja datang ke mansion pribadi milik Marvel untuk merusak malam pertama Marvel dan Yuna.


Stev berkali-kali mendapat pukulan dari Ayah nya, hingga menambah luka lebam diwajah tampan Stev.


Stev tidak memberi perlawanan ataupun pembelaan karena dirinya memang sudah berbuat salah. hingga membuat perusahaan keluarga nya dalam masalah.


"Bodoh sekali dirimu Stev, Bisa-bisa nya kau membuat masalah dengan keluarga MG" Ferdinan mengusap wajah nya kasar terlihat sudah frustasi


"Aku benar-benar minta maaf, aku akan menyelesaikan semuanya." Stev berlutut dihadapan ayah dengan wajah yang sangat kacau


"Apa yang bisa kau lakukan sekarang, asal kau tau semua saham milik Tuan Smith yang ada di JANSON GRUP sudah beralih nama atas nama menantu kesayangan nya. Dan kau tau apa alasan itu semua, itu semua mempermudah Marvel menghancurkan JANSON GRUP tanpa perlu persetujuan dari Ayah nya"


Mata Stev membulat penuh mengingat bahwa Marvel memang memberikan sebuah berkas pada Flow malam itu dan meminta Flow untuk menandatangani nya. Pikiran Stev semakin kacau karena Marvel pasti akan menggunakan Flow untuk menghancurkan diri nya.


"Lalu apa yang harus kita lakukan sekarang" Stev tertunduk lemah dihadapan ayah nya.


"Ayah akan berbicara dengan Tuan Smith dan untuk dirimu segera lah kembali ke Singapura. Dan jangan pernah berpikir untuk mengusik kehidupan rumah tangga Marvel"


"Biarkan aku menemui Marvel terlebih dahulu untuk meminta maaf pada nya"


"Apa otak mu sudah tidak bisa berpikir, Sudah jelas Marvel sangat marah kepada mu dan hampir membuat nyawamu melayang. Apa kau ingin mempercepat perayaan kematianmu"


Stev tidak menjawab karena yang dikatakan ayahnya memang benar adanya, Jika dirinya muncul dihadapan Marvel pasti timah panas tidak akan terhindarkan lagi.

__ADS_1


"Pergi kekamarmu sebentar lagi dokter akan datang untuk mengobati luka yang ada diwajahmu" Ferdinan berbicara tanpa melihat wajah putranya karena masih kecewa atas perbuatan bodoh yang hampir membuat nyawanya melayang.


Stev berjalan meninggalkan ruangan pribadi ayahnya dengan langkah yang berat dan tatapan kosong.


*Ada apa dengan diriku, hingga membuat perusahaan keluargaku diambang kehancuran.


Tidak seharusnya aku mengusik kebahagiaan sahabat ku sendiri dan bahkan berniat merebut miliknya.


Kau memang bodoh Stev, kau tidak berguna.


Aku harus menemui Flow dan meminta nya agar tidak menarik sahamnya. Tapi bagaimana mungkin aku bisa bicara dengan nya bahkan untuk bertemu nya saja aku tidak yakin bisa.


Tapi aku yakin Flow tidak akan melakukan itu, karena dia wanita baik, ya aku yakin itu.


Tut Tut Tut*....


"Ada apa anda menghubungi saya Tuan Stev, saya harap anda sudah bangun dari mimpi yang cukup panjang itu" Mendengar ucapan Lee membuat Stev merasa sesak.


"Saya ingin bertemu dengan Marvel untuk meminta maaf "


"Maaf Tuan Stev tapi menurut saya ini bukan waktu yang tepat, karena Tuan Muda pasti tidak akan mau melihat wajah anda "


"Saya mohon bantu diriku agar bisa bertemu dengan Marvel"


"Apa anda masih tidak mengerti, jika anda bersikeras menemui Tuan Muda itu artinya anda mengantarkan nyawa anda sendiri"

__ADS_1


"Sekretaris Lee.. Aku mohon"


"Maaf Tuan lebih baik anda segera obati luka yang ada diwajah anda sebelum infeksi dan membuat ketampanan anda hilang"


Tut Tut Tut..


Sambung telepon sudah terputus, dan usaha Stev sia-sia tidak ada tanggapan dari Sekretaris Lee.


.


.


.


.


***FYI


Hallo..


Untuk hari Senin-Jumat Authoor paling bisa up 1-2 bab saja jadi mohon bersabar ya..


Untuk weekend diusahakan lebih dari hari-hari biasa ya..


Dan diusahakan setiap hari up ya..

__ADS_1


Jangan lupa like, comment, Vote dan Rate bintang 5 ya..


Thank You For Reading ☺***


__ADS_2