Terjerat Cinta Ahjussi Rasa Oppa

Terjerat Cinta Ahjussi Rasa Oppa
Sore menjelang malam


__ADS_3

Yuna sudah sampai di mansion pribadi milik suaminya yang sama mewahnya dengan mansion yang digunakan untuk acara pernikahan nya.


Marvel langsung menggendong tubuh istrinya menuju kamar pengantin yang berbeda dilantai atas. Marvel menurunkan istrinya membiarkan melihat kamar yang akan menjadi saksi penyatuan cinta mereka berdua.


Tubuh Marvel mulai mendekat, semakin mendekat bahkan mungkin Marvel bisa mendengar detak jantung dan suara nafas yang tidak teratur karna gugup.


"Marvel geli hen...tikan..." kata-kata Yuna mulai terbata-bata karna menahan rasa geli sekaligus nikmat.


"Nikmati saja Hunny" Suara lirih diikuti hembusan nafas yang membuat Yuna menggeliat.


Marvel menarik pinggang Yuna dengan kasar yang membuat badan mereka berdua saling menyatu.


Yuna sedikit meronta namun dirinya kalah kuat dengan suaminya yang sudah terbakar hawa nafsu.


Marvel mendorong tubuh istrinya menempek didinding kamar dan dada kekarnya menempel pada dada istrinya, membuat nafas Yuna naik turun.


"Bagaimana Kau masih mau menolak" Marvel menghirup aroma khas tubuh istrinya.


"Marvel ini masih terlalu siang untuk melakukan nya, biarkan aku mandi dulu"


Marvel tidak menggubris kata-kata istrinya, Marvel terus mencium istrinya secara acak sehingga mampu membuat tubuh istrinya menggeliat.


"Marvel hen..tikan.. Aku mohon" Yuna terus memohon agar suaminya menghentikan gerakannya tapi tidak ada respon dari suaminya yang tengah asik mencumbui wanita yang sudah menjadi istri sahnya.


Marvel menggedong tubuh istrinya dan menjatuhkan ke tempat tidur yang sangat besar. Dan mulai melakukan serangan untuk meminta miliknya.


Marvel mulai melucuti semua yang menutupi tubuh istrinya nya. Sangat jelas pemandangan indah sudah tersaji didepan matanya, Yuna yang merasa malu langsung menutupi tubuhnya dengan selimut.



"Hey kenapa kau menutupinya.." Marvel berdiri disamping tempat tidur sedang membuka satu persatu pakaian yang dikenakannya.


Yuna yang melihat aksi suaminya melepaskan semua pakaian merasa takut hingga membuat bulu kuduk nya merinding.


"Aku takut" Ucap Yuna lirih yang terus menatap suaminya yang sudah berada diatas tubuhnya tanpa memakai apapun.


"Aku akan melakukan nya dengan lembut, percayalah" Marvel mengecup bibir mungil istrinya


Marvel menarik selimut yang dari tadi menghalangi pandangan matanya dan dengan refleks Yuna menutup bagian dadanya menggunakan kedua tangannya.

__ADS_1


"Untuk apa kau menutupi nya biarkan aku menikmati keindahan tubuh istriku"


Marvel benar-benar dibuat hilang kenadali karna istrinya, Marvel tersenyum puas melihat istrinya sudah tidak memberi penolakan lagi dan sudah terlihat pasrah menerima setiap cumbuan yang dilakukan Marvel.


Yuna bisa merasakan ada sesuatu yang menekan didaerah terlarangnya, sampai sebuah benda Milik suami nya melesat masuk, membuat Yuna meringis kesakitan tanpa sadar Yuna mengigit pundak suaminya.


"Aku mencintaimu Hunny.. " dengan nafas yang masih naik turun diiringi senyuman kemenangan sudah memiliki seutuhnya wanita yang dicintainya.


Hampir 2 jam Marvel mempermainkan istrinya diatas tempat tidur dan sudah terlihat wajah lelah dari Yuna.


"Marvel.. Aku lelah kenapa kau terus saja mengerjaiku" Rengek Yuna menahan tubuh suaminya. Marvel hanya tersenyum mendengar rengekan istrinya.


"Baiklah 10 menit lagi"


Marvel seperti tidak puas dengan apa yang dilakukan nya hingga mengulangi beberapa kali perbuatan nya kepada wanita yang sudah terbaring lemah dibawah tubuh nya.


"Marvel kau bener-benar jahat tadi kau bilang hanya 10 menit ini sudah 1 jam lebih kau baru menyelesaikan perbuatanmu" Yuna menekuk wajahnya dan memukul dada kekar suaminya karna merasa kewalahan dengan permainan suaminya.


"Aku tidak bisa menahannya, karna kau sudah membuatku gila" Marvel tersenyum dan mencium leher istrinya hingga meninggalkan tanda merah disana.


Saat sedang kembali mencumbui istrinya, Marvel mendengar suara ribut dilantak bawah dan Marvel langsung menekan tombol yang ada dipinggir tempat tidur. Tombol itu berfungsi untuk membuat menetlarkan suara yang ada diluar sehingga istrinya tidak akan mendengar apapun.


"Marvel apa kau dengar tadi ada suara berisik dibawah" Yuna menahan Marvel yang akan mencium bibirnya.


"Aku haus... "


"Ah baiklah akan ku ambilkan air minum untukmu, tunggu disini jangan keluar karna kita akan mengulanginya lagi" Ucap Marvel dengan senyuman penuh arti.


"Baiklah Tuan Muda" Yuna berbaring ditempat tidur dengan tubuh polosnya ditutupi selimut. Sementara Marvel pergi keluar mengambilkan minum untuk istrinya dan memastikan suara keributan apa tadi.


Marvel keluar hanya menggunakan jubah yang memperlihatkan tanda merah dilehernya akibat gigitan istrinya tadi saat menahan sakit.


"Wah wah seperti dugaanku, ada seorang penyusup yang datang ke mansion pribadiku" Marvel bertepuk tangan saat melihat sosok lelaki yang sudah babak belur dihajar sekertaris nya. "Apa yang membawa mu kemari Tuan Steven Janson, apa kau ingin melihat wanita yang sedang terbaring lemas diranjang pengantinku, tapi sayang aku tidak akan membiarkan dirimu melihat tubuh indah istriku yang sudah membuatku melakukannya beberapa kali" Marvel mengangkat dagu lelaki yang sudah lemah akibat dihajar Sekretaris Lee.


"Brengsek kau Marvel, lihat saja aku pasti akan merebut flow darimu" Stev masih bisa mengolok-olok dan terkekeh menatap mantan sahabatnya


Bruuuuuukkk


Marvel menendang wajah Stev sangat keras hingga tersungkur ke lantai. Sekretaris Lee kembali membangunkan Stev dan membuatnya berlutut dihadapan Marvel.

__ADS_1


"Berikan Lee" Sekretaris menyodorkan sebuah pistol berwarna hitam dan Marvel langsung mengarahkannya tepat dikepala Stev. "Aku akan membuatmu tidak akan pernah bisa mengganggu istriku lagi"


"Marveeel,, Aku mohon hentikan jangan kau kotori tanganmu" Yuna berlari menuruni tangga dan menghampiri suaminya yang sudah terbakar amarah.


Stev mengalihkan pandangannya kepada wanita yang ada didepannya, yang menggunakan baju tidur model kimono hingga terlihat beberapa tanda merah dibagian lehernya.


Jadi Flow sudah benar-benar menjadi milik Marvel.


"Baiklah aku tidak akan menghabisinya asal kau mau menandatangani berkas ini" Marvel menyodorkan berkas yang dibawa Lee kepada istrinya.


"Berkas apa... " Yuna melihat isi berkas itu dan tertulis berkas pengalihan 50% saham Janson Grup menjadi atas namanya. Yuna menatap Stev yang sudah kacau dan hanya ini yang akan membebaskan Stev dari suaminya. "Ini aku sudah menandatangani nya, letakkan pistol itu. Ayo kita kembali kekamar bukankah kau bilang tadi akan melanjutkan nya lagi" Yuna mencoba menggoda suaminya dan mau kembali kekamar.


"Berani kau melangkah lebih jauh sudah ku pastikan keluarga Janson akan hancur. Bawa ******** ini keluar mansion ku aku tidak ingin ada lagi yang mengganggu"


Marvel pergi bersama Yuna meninggalkan Stev yang sudah dalam keadaan kacau.


Maafkan aku Stev tidak ada pilihan lain untuk bisa menyelamatkanmu dari amarah suamiku.


Pergilah...


yuna merasa bersalah melihat kondisi lelaki yang sebenarnya memiliki hati yang baik, tapi telah dibutakan oleh obsesinya.


.


.


.


.


***FYI


Hallo..


Untuk hari Senin-Jumat Authoor paling bisa up 1-2 bab saja jadi mohon bersabar ya..


Untuk weekend diusahakan lebih dari hari-hari biasa ya..


Dan diusahakan setiap hari up ya..

__ADS_1


Jangan lupa like, comment, Vote dan Rate bintang 5 ya..


Thank You For Reading ☺***


__ADS_2