
Yuna sangat menikmati makan siang bersama dengan kekasihnya. Walaupun hanya makan didalam ruangan kerja tapi terasa sangat nikmat bukan masalah tempat dan makanan Yuna selalu menghargai setiap waktu kebersamaan dengan kekasihnya.
"Tuan Muda kolega dari Singapura sudah tiba dan sedang menunggu diruang tunggu" Sekertaris Lee sudah rapi tidak seperti tadi
"Ah baiklah aku akan menemuinya diruang meeting" Joe yang sedang makan buah dari tangan kekasihnya tidak peduli dengan keberadaan Sekertaris nya.
"Kau ada meeting, habiskan dulu buah ini" Yuna terus menyuapi calon suaminya buah yang dirinya siapkan langsung.
"Selagi aku meeting beristirahatlah"
"Baiklah suamiku" tersenyum menggoda calon suami nya
"Kau,,, Apa kau sedang menggodaku" Joe menggelitiki kekasihnya dan menarik tubuh kekasihnya kedalam pangkuannya
"Hey apa-apaan ini" Yuna yang sudah bisa menduga apa yang akan terjadi selanjutnya.
Memulai aktivitas nya terlebih dulu, Joe membalas m*****t bibir kekasihnya setelah dirasa cukup Yuna menghentikan aktivitasnya dan memebisikkan sesuatu kepada kekasihnya
"Pergilah, aku mencintaimu"
Setelah bertunangan Yuna menjadi lebih sering mengucapkan kata cinta kepada kekasih nya dan hal itu membuat kekasihnya melemparkan senyuman penuh bahagia.
Sebelum Joe meninggal Yuna sendiri diruangan dirinya mencium kening kekasihnya.
Sudah hampir 1 jam Yuna menunggu kekasihnya masih belum kembali dan memutuskan untuk mengambil laptop diruangan kerjanya untuk mengecek beberapa rancangan proyek nya.
Semua rancangan yang dibuatnya selalu menarik minat pembeli rancangannya dan selalu memberi angka yang fantastis jadi tidak heran omset perusahaan calon suaminya meningkat.
"Menantu kau ada disini" Calon ayah mertuanya sudah ada disamping sofa yang sedang dirinya duduki
"Ayah,, tadi aku datang untuk makan siang bersama dengan Joe"
"Lalu Joe.... "
"Dia sedang ada meeting dengan kolega dari Singapura"
"Benarkah,, Kenapa kau tidak menemaninya"
"Hah,,, itu tidak perlu itu terlalu berlebihan"
"Berlebihan,, Kau ini sekarang calon istri dari Presdir Utama jadi kau berhak tau semua tentang semua aset"
"Ayah itu terlalu berlebihan"
"Mari ikut dengan ayah"
"Tapi a..... " Belum selesai menjawab calon mertuanya sudab berdiri
__ADS_1
"Silahkan Nona Muda ikuti Ketua"
Yuna berjalan dibelakang calon mertuanya dan diikuti oleh sekertaris Kim dibelakangnya
Ayah anda terlalu berlebihan...
Aku tidak ingin mengganggu calon suamiku Ayah..
Bagaimana jika Joe nanti kesal..
Yuna bia melihat para lelaki dengan pakaian rapi dan dengan wajah yang cukup tampan. Sementara Ayah mertuanya sudah berada didalam ruangan dirinya hanya mematung ragu untuk masuk.
Semua orang yang tadinya duduk kini sudah berdiri memeberi hormat kepada Ketua yaitu calon mertuanya.
"Masuklah" Yuna melangkah masuk menuruti kata-kata calon mertuanya
Nona Muda...
"Senang bertemu kembali dengan anda Tuan Smith" Suara seorang lelaki menyapa calon mertuanya dan sepertinya sangat dekat. "Siapa yang anda bawa Tuan apa dia sekertaris pribadi anda, selera anda memang sangat bagus Tuan Smith"
Yuna yang mendengar kata-kata lelaki itu hanya tertunduk tidak mengangkat wajahnya sedikitpun. Joe yang mendengar ocehan yang pasti sudah membuat hati kekasihnya sakit sudah mengepalkan tangan yang berada dibawah meja.
Sekertaris Lee dan Sekertaris Kim sudah sangat geram karna Nona Muda mereka dihina seperti ini.
Semua orang yang mengetahui siapa gadis cantik yang dibawa Tuan Smith hanya terdiam tidak ada yang berani memperingatkan lelaki itu.
Tuan Smith duduk dikursi yang sudah disiapkan oleh sekertaris Kim dan mengambil berkas perjanjian kerjasama yang diajukan kolega dari Singapura.
"Sekertaris Lee apa Bunga yang saya minta sudah siap" Joe menatap dingin para kolega yang sedari tadi memperhatikan calon istrinya
"Tentu Tuan Muda" Seorang wanita memasuki ruangan membawa buket bunga mawar putih yang sangat indah
"Silahkan Nona Muda, Tuan Muda menyiapkan hadiah kecil ini untuk anda" Mata para kolega yang dari tadi memandang rendah calon menantu MARVELOUS GROUP seketika membulat penuh seolah tidak percaya dan pasti akan mendapatkan masalah besar atas tindakan.
"Ah terimakasih sekertaris Lin" Yuna sedikit heran kapan Joe menyiapkan bunga ini.
"Semoga hari anda menyenangkan Nona"
"Nona Muda silahkan duduk" Sekertaris membawa kursi dan memposisikan kursi itu tepat disamping kursi Presdir
"Tidak perlu sekertaris Lee karna kekasihku akan duduk dipangkuanku"
"Baiklah Tuan Muda" Tidak ada suara dirungan itu hanya suasana hening dan udara mendadak panas padahal ac ruangan sudah on
"Kemarilah Hunny" Mengulurkan tangan kepada kekasihnya agar duduk dipangkuannya
Yuna menatap calon mertuanya sebelum menuruti perintan calon suaminya dan calon mertuanya mengangguk pelan.
__ADS_1
Yuna sudah berada dipangkuan kekasihnya dan membisikkan sesuatu
"Aku ingin segera keluar...." Yuna berhenti berbisik karna lelaki yang mencelanya tadi kembali berbicara
"Tuan Smith saya m.... "
"Menantu.. " Tuan Smith tidak memberikan kesempatan berbicara kepada lelaki yang sudah menyinggung calon menantunya dan langsung memotong pembicaraan.
"Iya Ayah.. "
"Sekertaris Kim mana berkasnya"
Yuna menatap berkas yang diberikan sekertaris Kim kepada calon mertuanya
"Ini adalah berkas yang berisi berapa besar saham yang kita miliki dibeberapa perusahan asing termasuk saham yang ada di perusahaan xxxx"
"Maaf Ayah tapi untuk apa Ayah memberikannya kepadaku"
"Karna sekarang kau adalah Nyonya dari keluarga MARVELOUS GROUP jadi kau berhak menarik semua saham yang ada di perusahaan xxxx"
Deg Deg Deg Deg
Mendengar pernyataan Presdir utama membuat para kolega yang hanya terdiam merasakan tubuhnya seketika lemas karna jika itu terjadi sudah pasti mereka akan mengalami gulung tikar.
"Ini terlalu berlebihan Hunny, lebih baik kau saja yang memutuskannya. Ayo cepat aku ingin kembali keruangan pribadimu"
Yuna terus berbisik kepada kekasihnya
"Baiklah karna kekasihku tidak ingin mengambil keputusan maka akan kuberikan dua pilihan. Pertama saya akan menarik seluruh saham dan sudah pasti anda semua tahu apa yang akan terjadi lalu pilihan kedua perusahan itu akan beralih kepemilikan atas nama kekasihku tapi kalian masih bisa bekerja disana menjadi bawahan istriku. Bagaimana silahkan tentukan pilihannya"
Joe dan Yuna berdiri akan pergi meninggakan ruangan itu, karna membuat Yuna tidak nyaman terlalu lama berdiam disana.
"Ah satu lagi beritahu sekertaris Lee apa keputusan anda"
"Sekertaris Lee selesaikan semuanya, saya akan membawa Nona Muda beristirahat"
"Baik Tuan Muda, Selamat beristirahat Nona Muda"
Bukan hanya Joe yang sudah tidak ingin berlama-lama lagi tapi ayahnya pun sama keluar meninggal ruangan terlebih dulu tanpa mengatakan satu katapun dan diikuti Joe yang langsung berlalu meninggalkan ruangan dengan memeluk pinggang kekasihnya.
Habislah kalian telah membuat Nona Muda kami bersedih..
Dasar bandot tua..
.
.
__ADS_1
.
.