
Hari ke-5 Melakukan perjalanan bulan madu bersama suaminya selalu merasa dicintai dan jatuh cinta setiap hari dibuat nya.
Dari kegiatan diatas ranjang, makan malam romantis ditepi danau dan makan malam super mewah disebuah restoran yang sengaja dipesan hanya untuk dirinya oleh Marvel.
Perlakuan manis yang ditunjukan Marvel sontak membuat Yuna selalu merasa istimewa dan menjadi sangat special.
"Akhhh Marvel sudah hentikan,, kita terlalu banyak menghabiskan waktu dikamar" Yuna menahan tubuh kekar suaminya dengan kedua tangan agar mau menghentikan permainan yang sudah berlangsung hampir 2 jam.
"Baiklah hari senin kita akan pergi berjalan-jalan menikmati suasana malam disini. Karena dua hari ini aku ada sedikit urusan disini apa kau akan ikut denganku atau pergi berbelanja ditemani supir"
"Pergilah,, jika aku bosan disini aku akan keluar"
Marvel mencium kening istrinya dan ikut berbaring disamping tubuh b***l istrinya yang tidak tertutup apapun.
Yuna mulai terlelap karena merasa lelah telah melayani suaminya yang memiliki gairah sangat besar.
****
Dreeeettt Dreeeeettt
Suara telefon masuk berbunyi dan wajah lelaki tampan yang tengah duduk santai ditepi kolam renang langsung mengerutkan kedua alis nya.
"Ada apa"
"Tuan Raffa,, besok lelaki itu akan menemui nya"
"Dimana?"
"Dipusat perbelanjaan xxx"
"Baiklah, kirim orang untuk mengawasinya sementara dirimu tetap jaga adikku"
Tut tut tut...
Keesokan Hari
Marvel sudah berangkat untuk beberapa urusan dan meninggalkan Yuna yang masih terlelap diatas tempat tidur berbalut selimut tebal.
"Mmmmmmmmm huahh ya tuhan sudah sangat siang ternyata. Marvel pasti sudah berangkat" Yuna yang
masih rebahan mengambil handphone yang berbeda didalam laci meja disamping tempat tidurnya.
Aku memang merindukan nya,,
Lebih baik aku segera bersiap untuk melihat pameran perhiasan yang sedang berlangsung disana.
Yuna yang sudah mendapat izin untuk pergi, langsung menuju sebuah mall yang disana sedang berlangsung pameran perhiasan dengan merk terkenal.
__ADS_1
Yuna langsung memasuki area mall dan menuju lantai 3 tempat dimana sedang diadakan pameran perhiasan mewah nan mahal dengan koleksi limited edition hanya orang yang memiliki kartu member yang dapat memiliki nya.
Para pelayan menyambut kedatangan Yuna dengan memberi hormat dan mempersilakan untuk melihat koleksi yang sudah terpajang dan pasti belum ada pemiliknya.
Sosok Yuna sudah tidak asing lagi bagi para pelayan toko karena bukan kali ini saja Yuna datang kesana, karena sebelumnya dirinya selalu datang kesana untuk memanjakan dirinya dengan koleksi perhiasan mahal.
"Ini untukmu girl" seorang lelaki berbadan tinggi berwajah tampan menyodorkan sebuah kotak berukuran cukup besar kepada Yuna yang tengah sibuk memilih model perhiasan yang akan dibelinya
"Ah Ya Tuhan kau ada disini" Yuna memeluk lelaki yang tersenyum manis dengan sebuah kotak ditangannya.
"Karena aku tahu kau akan datang kemari dan membeli beberapa koleksi yang ada disini. Kau tahu mereka memiliki satu koleksi perhiasan yang sangat indah dan pasti akan cocok jika dirimu yang memakainya" Menyodorkan kotak yang ada ditangannya kepada Yuna "Ini khusus untuk wanita yang sangat istimewa"
"Ohhh so beautiful.. Kau bener-benar tahu seleraku, Terimakasih Raffaelku" Yuna memberikan kecupan dipipi lelaki tampan yang sedang bersamanya.
"Apa kau tidak merindukanku gadis manis" Raffa menarik gemas hidup kecil Yuna
"Aku sangat merindukanmu Raffaelku"
"Baiklah sebagai hadiah, kau boleh memilih perhiasan yang kau suka nanti aku yang akan membelinya untukmu"
"Ahh benarkah, jadi aku tidak perlu memakai kartu memberku untuk mendapatkan beberapa koleksi yang aku inginkan"
Raffa yang merasa senang bisa kembali bertemu dengan Yuna disana sangat antusias menemani Yuna memilih perhiasan.
Raffa sangat mengenal Yuna hingga sangat mengetahui selera yang dimiliki Yuna untuk perhiasan yang diambil nya.
Setelah membeli beberapa koleksi perhiasan, Raffa mengajak Yuna untuk makan siang di sebuah restoran mewah dengan pengunjung yang sangat terbatas dan memiliki member khusus disana.
Raffael berjalan memasuki lif dengan menggandeng tangan Yuna menuju sebuah tempat khusus yang ada dilantai 2. Tempat makan yang langsung menghadap kesebuah taman bunga dengan air mancur ditengahnya.
***
Toko perhiasan
"Koleksi yang tadi ada disini, dimana? " Tanya seorang wanita cantik yang menggandeng lelaki tampan disampingnya.
"Maaf Nona, tadi pelanggan setia kami baru saja membelinya untuk diberikan kepada wanita istimewa nya. Mereka baru saja pergi" Jawab seorang pelayan wanita
"Lalu yang disana, tadi aku melihat sebuah gelang dan cincin yang dihiasi berlian mewah" Wanita itu kembali menunjukkan sebuah sudut toko yang sebelumnya memajang perhiasan super mewah disana tapi sekarang sudah raip entah siapa yang membelinya.
"Oh itu juga sama dibeli oleh pelanggan setia kami dan masih sama untuk wanita cantik yang diperlakukan sangat istimewa"
"Siapa orang itu" wanita itu mengerutkan bibirnya karena tidak bisa mendapatkan yang diinginkan nya.
"Tuan Raffael Zerendra Moris, pemilik 50% saham yang ada dipusat perbelanjaan ini"
Lelaki yang bersama wanita itu seperti sedang mengingat akan nama itu yang terdengar tidak asing.
__ADS_1
"Ahh Marvel aku menginginkan perhiasan itu" Wanita itu merengek dengan wajah manja kepada Marvel yang berada disampingnya.
"Pilihlah yang lain Jen, masih banyak model lain" Marvel mengusap pipi wanita yang bernama Jenny yang tengah kesal tidak mendapatkan yang diinginkan nya
"Tidak"
"Hey Jenny wajahmu terlihat jelek saat sedang marah, Sudahlah jika kau sudah tidak tertarik lagi mari kita makan siang. aku sudah memesan tempat khusus untuk kita makan bersama"
"Huh Baiklah"
Wanita itu terlihat sangat akrab dengan Marvel dan sangat manja pada Marvel, hingga akan membelikan sebuah perhiasan dengan koleksi terbatas.
Marvel memasuki sebuah tempat makan yang memiliki 3 lantai dan termasuk salah satu tempat makan mewah karena hanya orang tertentu yang bisa masuk dan memesan tempat disana.
Langkah kaki Marvel terhenti dan melepaskan tangan wanita yang sebelumnya terus digandeng selama berjalan. Menatap dua orang yang tengah menikmati makanan disebuah tempat khusus yang memiliki view sangat indah.
"Pulanglah, kau tidak bisa makan bersamaku karena ada istriku disini. aku tidak ingin dia melihatku sedang bersamamu" Marvel terlihat panik dan kesal saat istrinya sedang tertawa dengan seorang lelaki yang duduk didepannya dan membelakangi dirinya. Sementara Jenny menatap sinis ke arah Yuna yang terlihat memakai perhiasan yang sebelumnya diinginkan nya.
"Aku masih ingin bersamamu Marvel, aku masih merindukanmu, kalau begitu kita pergi dan makan siang ditempat lain" Jenny terus merengek kepada Marvel yang tidak rela jika harus melihat Marvel lebih memilih menemui wanita yang sudah menjadi istrinya.
"Setelah urusanku selesaikan aku akan kembali menemuimu Jen, sekarang cepatlah pergi dari sini"
Marvel mencoba meyakinkan Jenny agar mau pergi dari restoran sebelum Yuna melihat nya sedang bersama wanita lain.
.
.
.
.
***FYI
Hallo..
Untuk hari Senin-Jumat Authoor paling bisa up 1-2 bab saja jadi mohon bersabar ya..
Alasannya karena Authoor kerja..
Untuk weekend diusahakan lebih dari hari-hari biasa ya..
Dan diusahakan setiap hari up ya..
kemungkinan Authoor akan sering up malam ya..
Jangan lupa like, comment, Vote dan Rate bintang 5 ya..
__ADS_1
Ditunggu Juga masukan nya ya..
Thank You For Reading ☺***