
Yuna dan Joe sudah berada dibandara akan melakukan penerbangan menggunakan private jet.
Tanpa Yuna ketahui Sekertaris Lin juga ikut dalam perjalan ke Singapura tapi sudah berada di Singapura lebih dulu. sementara Sekertaris Lee sudah sesuai dugaannya pasti akan ikut dalam perjalanan.
Selama perjalan Yuna terus berada dipelukan kekasihnya tidak perduli ada sepasang mata yang mungkin sedang melihat keintimannya dengan sang kekasih.
"Sayang,,"
"Hmmmmmm"
"Aku takut bertemu dokter nanti" Joe yang sedikit kaget dengan kata-kata kekasihnya langsung mengangkat dan menatap wajah kekasihnya yang ada dipelukannya
"Kenapa"
"Entahlah tapi perasaanku sangat aneh" Mengangkat bahunya dan tersenyum cuek
Apa...
Mana mungkin Yuna bisa merasakan semua yang sedang aku rencanakan untuk dirinya..
"Itu hanya perasaanmu, dia seorang dokter baik percayalah"
Mencium kening kekasihnya dan kembali memeluk tubuh kekasihnya bahkan lebih erat dari sebelumnya.
Dan entah apa yang sedang Joe rencanakan.
Setelah menempuh perjalan cukup lama akhirnya mereka mendarat dengan selamat dan saat menuruni pesawat. Bisa terlihat jelas sudah ada seorang wanita cantik memakain pakaian hitam dengan rok pendek sudah menunggu didampingi beberapa lelaki bertubuh besar yang berdiri tepat dibelakangnya.
"Sayang apakah itu Sekertaris Lin" Yuna berjalan dengan terus berada dipelukan kekasihnya
"Yes mulai sekarang dia sekertaris pribadimu"
Hah mana mungkin Joe tau keinginanku bahkan aku belum mengatakan apapun padanya.
"Benarkah,, Terimakasih sayang" Yuna menghentikan langkah kakinya sehingga Joe pun menghentikan langkahnya dan menatap pada kekasihnya saat Joe sedang menatapnya Yuna menghadiahkan sebuah ciuman dipipi kekasihnya
"Hey sekarang dirimu sudah berani ya" mengusap lembut pipi kekasihnya dan membalas kembali mendaratkan sebuah ciuman dipipi kekasihnya
"Selamat datang Nona Muda, senang bisa melihat senyuman bahagia diwajah anda" Sekertaris Linsa memberikan satu buket bunga mawar putih kepada Yuna.
Sementara para lelaki bertubuh besar sedang tertunduk memberi hormat kepada Tuannya.
"Terimakasih Sekertaris Lin,, senang bisa bertemu denganmu disini" Seperti biasa Yuna selalu memberikan senyuman manis kepada setiap orang termasuk Sekertaris barunya
"Sekertaris Lin aku dan Nona Muda ingin beristirahat dulu"
"Semua sudah disiapkan Tuan Muda, Mari ikuti saya" Sekertaris Lin berjalan didepan sementara para lelaki besar itu berjalan dibelakang sekertaris Lee yang ada dibelakang diriku dan Joe.
Sebuah mobil mewah sudah terparkir dihalaman bandara dan seorang lelaki memakai jas hitam sudah tertunduk memberi hormat kepada Tuanya.
Didalam mobil hanya ada aku dan Joe sikursi belakang sementara sekertaris Lin didepan bersama lelaki yang memakai jas. Sedang sekertaris Lee dimobil satu lagi bersama pada pengawal.
Hanya 30 menit kami sudah sampai di sebuah rumah mewah yang dijaga beberapa pengawal dan disambut oleh para pelayan yang sudah menunggu didepan pintu masuk.
"Sayang ini rumah siapa" Tanya Yuna penasaran
"Salah satu rumah pribadiku, kau menyukainya"
Yuna hanya mengangguk dan tersenyum.
__ADS_1
"Aku akan membawamu kekamar kita"
"Kamar kita, Tapi sa.... "
"Sssssssttt"
Yuna berjalan menaiki tangga menuju kamar utama milik kekasihnya.
Kreeeeeeekkkk
"Kau menyukainya... " Sebuah kamar tidur dengan hiasan serba putih dan ada beberapa bunga mawar disudut ruangan membuat Yuna tersenyum sangat senang
"Aku sangat menyukainya" berjalan masuk menyapu seluruh ruangan
"Aku menyiapkan khusus untukmu" mencium hangat kening Yuna dengan penuh cinta
"Aku mencintaimu" menatap mata kekasihnya dengan penuh rasa bahagia.
"Kau tidak memberiku hadiah karna telah menyiapkan ini semua untukmu" Senyum dengan tatapan penuh arti
"Apa yang kau ingin" membalas dengan tatapan menggoda
"Ini" Mengusap bibir kecil yang dari tadi sudah membuat gemas ingin memakannya
Tanpa menunggu jawaban Joe sudah mencium bibir kecil kekasihnya dan mendapat balasan.
Awalnya mereka berciuman berdiri dan entah kapan mereka sudah berciuman diatas tempat tidur.
Joe mulai sedikit nakal membuka kancing baju yang dipakai kekasihnya tapi saat Joe sedang menikmati manisnya bibir Yuna tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu
"Tuan Muda.. "
"Sial siapa yang berani mengganggu waktuku" Joe memukul kasur lalu berdiri kasar tapi tangannya diraih Yuna
"Huh baiklah,,berbaringlah aku akan segera kembali"
Joe berjalan membuka pintu dan ternyata sudah ada sekertaris Lee berdiri menunggu. Belum sempat bertanya Lee sudah membisikan sesuatu dan pergi meninggalkan Yuna sendiri dikamarnya.
"Tuan Muda,,, dokter Crish meminta agar membawa Nona Muda sekarang karna lusa dokter akan terbang ke London untuk menangani pasien"
Sedikit lama Joe tidak mengatakan apapun seperti sedang memikirkan sesuatu.
"Apa ada yang menggangu anda Tuan"
"Lee,, apa aku tidak terlalu egois melakukan ini semua kepada kekasihku" Joe mulai berbicara sebagai sahabat dengan Lee
"Apa kau tidak yakin dengan cinta yang sekarang Yuna berikan kepadamu"
"Bukan itu Lee.."
"Lalu apa Joe"
"Aku hanya tidak ingin masalalunya mengganggu hubungan kami"
"Apapun alasanmu ikuti kata hatimu Joe"
Setelah beberapa saat Joe terdiam dan menatal sahabatnya yang sedang duduk disampingnya.
"Aku akan membawa Yuna sekarang" Joe berlalu meninggalkan Lee yang masih duduk di sofa
__ADS_1
Ada apa denganmu Joe, apa setakut itu kamu akan kehilangan gadis itu.
Sampai kau memutuskan hal besar ini.
Aku berharap ini pilihan yang tepat yang ambil Joe.
****
Aku memcintaimu sayang..
Aku melakukan ini karna aku tak ingin kehilanganmu..
Percayalah..
"Hey ada,, apa ada masalah" Tanya Yuna
"Tidak,, bersiaplah kita akan bertemu dokter sekarang karna lusa dia akan pergi ke London"
"Seharus itukah"
"Semua akan baik-baik saja sayang ini hanya cek up biasa"
Setelah Joe berhasil meyakinkan Yuna akhirnya mereka berangkat ke rumah sakit tempat dokter itu berada.
Tidak ada yang berbeda dengan rumah sakit pada umumnya hanya disana terlihat lebih hijau.
Mata Yuna tertuju pada sebuah taman yang ditimbuhi cukup banyak bunga tapi harus berlalu melupakan keinginannya untuk kesana karna Joe terus berjalan menuju ruangan dokter Crish.
Joe dan Yuna masuk kedalam ruangan dokter Crish yang tengah duduk menunggu.
"Selamat datang Tuan Muda Marvel senang bisa bertemu langsung dengan anda" Dokter yang terbilang sudah tidak muda Menyalami lelaki yang sangat disegani banyak orang
"Senang bertemu dengan anda dokter Crish"
"Nona Marvel senang bertemu dengan anda" Yuna sedikit heran karna dokter Crish memanggilnya Nona Marvel
"Senang bisa bertemu dengan anda dokter Crish"
"Saya sudah mempelajari riwayat kesehatan Nona dan semuanya menunjukan perkembangan sangat bagus pasca kecelakaan yang Nona alami, apa saya bisa langsung memeriksa Nona Marvel Tuan... "
"Ah ya lebih cepat lebih baik dokter.. "
"Sayang aku.... " terlihat Yuna sangat tegang
"Semua akan baik-baik saya sayang"
Yuna berjalan mengikuti dokter Crish menuju ruangan yang didalamnya sangat banyak alat-alat yang tidak tahu apa saja kegunaanya.
Yuna mulai berbaring dan beberapa saat tatapannya mulai terasa berat hingga tak ada lagi yang diingat.
"Nona Marvel akan berada diruangan itu bebepa jam saja Tuan Muda anda tidak perlu khawatir"
"Terimakasih Dokter Crish"
6 Jam Kemudian.....
.
.
__ADS_1
.
.