
Yuna berjalan memasuki rumah, mencari sosok yang sejak siang tidak dilihatnya diacara kumpul-kumpul. Yuna membuka kamar Raffa yang terlihat kosong tidak ada tanda keberadaan Raffa dalam kamar itu.
Kemana dia..
Saat Yuna akan memasuki kamar Dave, melihat kamar yang berada disamping kamar Dave terbuka sedikit. melihat itu Yuna merasa aneh karena kamar itu hanya akan dibuka jika ada tamu penting.
Tidak biasanya kamar itu terbuka..
Yuns berjalan mendekati pintu kamar yang terbuka, saat akan menutup pintu pandangan matanya terganggu melihat ada sosok yang sedang berbaring tertutup selimut.
Apakah ada tamu..
Tapi siapa..
Ya tuhan kak Raffa dan dokter Netra,, mereka....
Yuna mundur perlahan berlari menuju kamar Victor. Yuna yang masuk secara tiba-tiba membuat Victor kaget karena sedang tidak memakai baju.
"Hey sayang ada apa, tidak biasanya kau masuk tanpa mengetuk pintu. duduklah dulu aku akan memakai pakaian dulu" Victor berlalu memasuki ruang ganti dikamarnya meninggal adiknya yang sedang mematung didepan pintu
"Hey kenapa kau terus saja berdiri disitu, ada apa..?" Victor menarik tangan Yuna lalu mendudukkan nya dipinggir tempat tidur
"Apa hubungan kak Raffa dengan dokter yang bernama Netra"
"Ah itu,, saat makan malam Raffa pasti memberitahumu"
"Jadi kak Victor sudah tahu"
"Baru hari ini aku mengetahui nya dari Caesar dan Dave"
"Ah mereka jahat"
"Hey Raffa pasti punya alasan kenapa belum memberitahu dirimu manis" Victor mengusap lembut pipi adiknya yang tengah cemberut.
Lihat saja kak Raffa aku akan mengerjaimu hingga membuatmu tidak bisa tidur.
Semua orang sudah duduk dimeja makan hanya tinggal Raffa yang belum datang. Victor heran melihat adiknya yang bersikap biasa saja tidak emosi atau cemburu setelah mengetahui Raffa memiliki wanita spesial selain dirinya.
Dave dan Caesar terus saling pandang karena tahu jika adik cantik nya pasti sedang merencanakan sesuatu.
Habislah kau Raffa malam ini..
Lihatlah adikmu sedang memperlihatkan wajah liciknya..
Raffa berjalan bersama Netra yang ada disampingnya tanpa menyadari jika adiknya sedang menatap dengan mata tajamnya. Raffa baru menyadari saat Dave memukul meja dengan sendok yang tengah ada ditangannya.
"Dokter Netra ternyata dirimu masih disini.." Memberi seringai tipis diwajahnya "Kak Raffa sejak siang aku tidak melihatmu dan kau tidak ikut berkumpul bersama kami ditaman belakang" Yuna tersenyum licik
__ADS_1
"Ah itu.." Raffa kebingungan melihat sikap adiknya yang berubah menjadi sedingin kutub utara.
"Aku sudah melihatmu tidur bersama dokter Netra tadi siang. Apa aku tidak berarti sampai kau tidak memberitahuku tentang hubunganmu dengan Dokter Netra"
Deeeeeeeeggg
Raffa menelen ludah nya dengan kasar, dan melirik ke arah kakek nya Sebastian yang tidak memberikan isyarat apapun tentang adiknya yang ternyata sudah tahu hubungan nya dengan Netra.
Netra terlihat bingung melihat Yuna yang terus menatap calon suaminya.
"Selera makan ku sudah hilang, nikmatilah makan malam nya aku akan kembali kekamar untuk beristirahat" Yuna berdiri lalu menggeser kursi dan pergi membuat semua orang terdiam.
Kena kalian..
Yuna tidak bergeming saat Raffa terus memanggil dirinya dan malah menyembunyikan tawa puas dibalik tubuh nya.
"Lihat sekarang Yuna pasti akan menolak rencana kalian berdua dan dia pasti akan merasa dibohongi karena tidak diberitahu sebelumnya" Ucap Dave kesal karena bukan hanya Raffa yang akan mendapatkan kemarahan dari adiknya tapi semua yang telah ikut menyembunyikan hubungan Raffa dan Netra pasti akan terkena kemarahannya.
Sementara didalam kamar Yuna tengah menikmati menu makan malam yang sebelumnya sudah diantarkan seorang pelayan kekamarnya tanpa ada yang mengetahui. Didalam kamar tengah santai menikmati makan malam sementara diluar kamar dibuat kebingungan mencari cara agar Yuna mau membuka pintu kamar yang sudah dengan sengaja dikunci. Semua orang menyalahkan Raffa dan memaksa untuk melakukan sesuatu agar adiknya mau keluar kamar.
"Nona manis maafkan kakak bukan maksudku untuk membohongimu, keluarlah kakak minta maaf" Raffa berbicara dengan terus mengetuk pintu kamar Yuna yang masih terkunci ditemani Netra disampingnya.
"Aku tidak akan mau bicara lagi denganmu Zerendra" Teriak Yuna dibalik pintu yang terkunci
"Apapun akan ku lakukan asal kau mau memaafkanku, aku mohon bukalah pintunya"
"Ya apapun.."
"Putuskan hubungan pacaranmu dengan dokter Netra"
Deeeeeeeg
Netra mendadak lemas mendengar suara Yuna, dia tidak menyangka jika Yuna akan meminta hal itu pada Raffa yang pasti akan menuruti. Karena sebelumnya Raffa sudah mengatakan jika Yuna tidak setuju maka Netra harus menerima kenyataan harus berpisah lelaki yang dicintainya.
Perlahan genggaman Raffa terlepas dari tangan Netra sesaat mendengar keinginan adiknya. Raffa menatap Netra menegas keputusan yang diambil nya.
"Aku akan mengakhirinya, sekarang bukalah pintu nya"
Dasar lelaki bodoh..
Gumam Yuna sebelum membuka pintu dan langsung memeluk kakaknya Raffa.
"Terimakasih kak Raffa.." Yuna menatap wajah dokter cantik yang kini tengah tertunduk dibelakang Raffa.
"Maafkan aku, jangan membuatku khawatir. kau tahu kaulah segalanya untukku" perkataan Raffa membuat Dokter cantik Netra mundur secara teratur tapi Yuna menahan lengan Netra dan tersenyum manis.
"Kapan kau akan menikahi dokter cantik yang ada dibelakangmu ini"
__ADS_1
"Huh"
"Sejak kapan telingamu bermasalah"
"Cepat nikahi dokter cantik ini sebelum ada orang yang melamarnya karena dirimu terlalu menundanya"
"Apa maksudmu" Raffa menatap heran
"Apa kau masih belum mengerti Zerendra, tadi aku mengatakan segera akhiri hubungan pacaranmu jadi itu artinya kau harus segera merubahnya dengan hubungan atau status yang baru bodoh. Kalian kira aku anak kecil yang akan selalu egois merasa takut tidak mendapatkan kasih sayang dari kalian lagi" Ucap Yuna tersenyum dan berjalan untuk memeluk Netra yang tersenyum bahagia mendengar kata-kata calon adik ipar nya. "Mana mungkin aku tidak rela jika melihat kakakku mendapatkan calon istri sepertimu dokter Netra"
Semua tersenyum bahagia mendengar Yuna sudah menyetujui hubungan antara Raffa dan Netra.
"Kau bener-benar membuatku hampir kehilangan kekasihku Nona manis yang sangat menyebalkan" Raffa menarik gemas hidung Yuna
"Seharunya kau membuat si Raffa gila dulu Nona" Ucap Dave tertawa
"Seharusnya kalian segera mencari calon istri sebelum aku berubah menjadi jahat dan tidak mengizinkan kalian menikah"
Malam itu menjadi malam yang diselimuti banyak rasa bahagia dikediaman Moris. bukan hanya tentang Raffa yang akan segera melangsungkan pernikahan tapi telah kembalinya sosok Yuna yang ceria.
.
.
.
.
***FYI
Hallo..
Untuk hari Senin-Jumat Authoor paling bisa up 1-2 bab saja jadi mohon bersabar ya..
Alasannya karena Authoor kerja..
Untuk weekend diusahakan lebih dari hari-hari biasa ya..
Dan diusahakan setiap hari up ya..
kemungkinan Authoor akan sering up malam ya..
Jangan lupa like, comment, Vote dan Rate bintang 5 ya..
Ditunggu Juga masukan nya ya..
Thank You For Reading ☺***
__ADS_1