
"Aunt Yuna ayo bangun Raina ada disini, kita makan es cream lagi. " Raina yang sudah duduk di samping Yuna sambil memegang tangan Yuna berbicara pada Yuna yang sudah hampir 3 minggu belum membuka mata nya. Sementara Karina yang melihat merasa sedih dan tidak percaya kalau sahabat nya belum menyapa nya selama 3 minggu.
Mba Yuna buka mata nya dong bicara sesuatu sama Karina. diluar ada ayah sama ibu mba juga..
Daddy nya Raina juga selalu datang setiap hari membawa bunga mawar putih, lihatlah bunga nya indah banget mba harus cepetan buka mata nya. Ternyata Daddy nya Raina perhatian loh sama mba pasti mba gak akan percaya deh.
Mas Andi terlihat sedih banget mba beberapa kali aku melihat nya meneteskan air mata melihat mba belum bangun juga..
Ayooo dong mba bangun Karina rindu canda bareng lagi...
Tidak ingin Raina tau apa yang Karina bicarakan di hanya terus bicara dalam hati nya.
"Nona Raina apa kita bisa keluar sekarang... "
"Sebentar lagi boleh Aunt, Raina yakin sebentar lagi Aunt Yuna akan bangun.. " menatap manja Karina yang berdiri di samping Raina memberi tatapan permohonan.
"Baiklah.. "
Mba Yuna apa benar yang Raina katakan? Arrghh bodoh bodoh kenapa aku bisa percaya yang anak kecil itu katakan.
Arrghhh bodoh sekali dirimu.
Sudah hampir setengah jam Raina hanya diam dan meletak kan kepala nya ditangan Yuna, seolah memberi rasa nyaman dengan posisi itu.
__ADS_1
"Aunt Yunaaaa.... "
mendengar teriakan Raina seketika Karina dibuat kaget melihat kalau sahabatnya benar-benar sudah membuka mata dan mulai menggerak kan jari-jari tangan nya.
Semua orang yang berada diluar senang melihat Yuna sudah membuka mata nya.
"Mba Yunaaa akhirnya". Karina langsung memeluk Yuna yang sudaj membuka mata
"Raina benerkan kalau Aunt Yuna bakal bangun karna tau ada Raina disini, iya kan Aunt Yuna.. " senang melihat Aunt nya sudah bisa membuka mata terus tersenyum sambil memegang tangan Yuna.
"Iya iya Nona Raina benar"
"Karina panggil dulu dokter ya Mba... "
"Kenapa Mba, Mba butuh sesuatu... "
"Kamu siapa?"
Deeegggg
Karina lemas seketika mendengar Yuna menanyakan siapa dirinya, Karina berjalan menuju ranjang Yuna dan duduk dengan langsung memegang tangan Yuna.
Semua orang yang melihat raut muka Karina yang berubah menahan tangis dari luar ruangan bertanya-tanya apa yang sebenarnya terjadi.
__ADS_1
"Aku Karina Mba" Sadar apa yang terjadi dengan sahabat nya tidak membuat Karina panik atau kesal.
"Raina sayang,, kamu datang kesini dengan Aunt Karina? "
"Iya Aunt diluar juga banyak yang nungguin Aunt waktu Aunt tidur nya lama"
Kenapa Mba Yuna mengingat Raina sementara aku tidak diingat nya, apa yang terjadi...
Aku harud memberitahu dokter dan yang lain agar tidak syok jika nanti menemui Yuna...
"Raina jagain dulu Aunt Yuna ya, Aunt mau manggil dokter dulu"
Raina hanya tersenyum mengangguk sementara Karina pergi meninggalkan ruangan Yuna berada.
Seetelah memberitahu dokter, Karina menghampiri semua orang yang sudah menunggu penjelasan tentang yang terjadi tadi sesaat setelah Yuna sadar.
"Karina ada apa dengan Yuna, Karina jawab ibu Karin.."
"Rin ada apa kenapa kamu diam saja"
Karina belum membuka mulut nya dan memberi jawaban atas semua pertanyaan yang diajukan kepada nya.
"Mba Yuna mengalami Amnesia" dengan nada yang sangat lemah terpaksa memberitahu kenyataan tentang Yuna.
__ADS_1
"Tapi kenapa tadi Yuna seperti berbicara dengan Nona Raina, kalau Yuna amnesia dan tidak mengenali Nona Raina pasti akan membuat Nona histeris kan" Mirna langsung menyela pembicaraan Karina karna masih tidak percaya bahwa sahabat nya mengalami amnesia.