
Seperti malam-malam sebelumnya Marvel selalu menghabiskan malamnya bersama kekasihnya dirumah mewah milik kekasihnya. Selain karna ingin selalu bersama dengan kekasihnya Marvel juga masih tetap takut jika Stev nekad datang menemui calon istrinya.
"Hunny besok aku ingin ikut menjemput ibu dan ayah dibandara, please aku mohon" Merengek pada kekasihnya karna sejak siang tidak mendapat izin atas keinginannya
"Kau akan menyambutnya disini tidak perlu pergi ke bandara" mengecup kening kekasihnya
"Baiklah lebih baik kau keluar dari kamar ini aku ingin tidur sendiri malam ini" Yuna bergerak menuruni tempat tidur dan berpindah duduk disofa
Melihat kekasihnya benar-benar membuat Marvel sedikit kaget karna baru kali ini kekasihnya semarah ini dan berani menjauh dari Marvel.
"Hey apa yang kau lakukan, kemarilah"
"Jangan harap aku mau tidur disampingmu malam ini"
"Kau ingin aku keluar dari kamar ini.. "Marvel beranjak turun dari tempat tidur dan menghampiri Yuna yang masih terdiam tidak menjawab pertanyaannya.
"Jawablah apa yang inginkan" mendudukan tubuhnya disamping Yuna
"Aku ingin menjemput ayah dan ibu dibandara hanya itu keinginanku apa itu sangat sulit untukmu bahkan aku tidak menolak saat kau mengurungku dirumah" Mata Yuna mulai berkaca-kaca dan Marvel yang melihat mata indah itu mulai berkaca-kaca langsung memeluk tubuh kekasihnya.
"Baiklah-baiklah aku akan mengizinkanmu menjemput orangtuamu besok di bandara"
"Benarkah"
"Hemmmm,, Tapi dengan aturanku"
__ADS_1
"Terserah dirimu yang penting aku bisa menjemput ayah dan ibu di bandara besok"
Yuna merubah posisinya duduk dipangkuan kekasihnya denga wajah saling berhadapan, Marvel tidak menyangka kekasihnya akan berani melakukan hal ini hingga membuat Marvel tersenyum.
"Apa yang kau lakukan" tersenyum melihat yang sedang dilakukan wanitanya
"Menurutmu" menarik hidung Marvel
"Apa kau menginginkannya" Tersenyum mesum
"Tentu saja tidak, pernikahan kita hanya beberapa hari lagi jadi bersabarlah Tuan Muda" Yuna terkekeh melihat raut wajah Marvel yang menunjukan kekecewaan
"Baiklah aku akan bersabar untuk itu" Mengecup bibir kekasihnya
Marvel begitu menjaga komitmen kekasihnya yang tidak ingin melakukan hal itu sebelum menikah dan Marvel pun baru pertama melihat tubuh kekasihnya itupun hanya bagian atas saja dan masih ada penutup.
"Hentikan,, aku ingin bertanya sesuatu padamu" Yuna menghentikan ciuman yang beberapa kali menyapu lehernya
"Apa"
"Dengan berapa wanita dirimu pernah melakukan hal seperti ini"
"Untuk apa kau menanyakan itu, apa itu penting"
"Kau selalu b**g****h saat bersamaku aku tidak yakin jika kau bisa menahan hasratmu saat sebelum bertemu denganku"
__ADS_1
"Kau pikir aku lelaki seperti apa Hah, aku seperti ini hanya saat bersamamu" Marvel tertawa mendengar kalimat yang terlontar dari mulut kekasihnya
"Lalu saat dengan mantan istrimu, apa kau juga sama b**g****h....???"
"Hey hentikan itu tidak penting"
"Sepertinya sama,, karna Reksa dan Raina adalah buktinya"
"Sudah hentikan ocehan tidak pentingmu itu, lebih baik sekarang berikan hadiahku"
Marvel mencium bibir kekasihnya dengan sangat lembut berbeda dari sebelum-sebelumnya yang selalu kasar, Yuna membalas ciuman lembut kekasihnya. Yuna yang menggunakan pakaian tidur model kimono dengan jelas memamerkan paha mulusnya.
"Hunny please... "
Marvel berbisik lirih ditelinga Yuna.
"No..."
"Lakukan apapun tapi tidak untuk itu"
Yuna beranjak dari pangkuan kekasihnya karna jika semakin lama dia hanya akan menyiksa kekasihnya.
Melihat Yuna yang beranjak pergi dari pangkuannya Marvel mengerti maksud kekasihnya.
.
__ADS_1
.
.