
Kamar Hotel Raffael Zerendra Moris
#Raffael Zerendra Moris
Disebuah kamar hotel ada dua orang lelaki yang tengah duduk bersantai menikmati segelas minuman. Mereka berdua memilih bersantai sebelum memutuskan untuk bergabung ditengah pesta Dave.
"Ada apa dengan muka tampanmu, berani sekali dia menyentuh muka tampanmu apa dia tidak mengenalmu" Lelaki yang sedang menikmati minuman nya tertawa keras melihat wajah temannya yang lebam karena bekas pukulan.
"Kalau bukan karena adikku pasti sudah ku habisi orang yang membuat wajahku seperti ini" Raffa mengepalka tangan saat kembali mengingat kejadian beberapa hari lalu.
"Secantik apa dan seistimewa sih adikmu sampai kalian berempat benar-benar memberi penjagaan ekstra. Dan sampai sekarang aku pun tidak mengetahui siapa adik yang kalian sembunyikan identitas nya itu" Lelaki yang sedang minum dengan Raffa tersenyum kecil memberi arti bahwa dirinya sedang meragukan sosok wanita yang tak lain adalah adik sahabatnya.
"Dia sangat istimewa dan saat kau melihatnya pasti kau langsung jatuh hati padanya." Raffa kembali menuangkan minuman ke gelasnya yang sudah kosong lalu kembali meminumnya
"Hanya satu gadis yang bisa membuatku jatuh hati, ah bukankah kau bilang dia sedikit tidak menyukai jika kalian memiliki wanita spesial selain dirinya, lalu bagaimana dengan Netra apa kau sudah mengenalkannya"
"Awalnya aku akan mengenalkan Netra pada adikku malam ini tapi malam ini Netra tidak bisa datang karena sibuk dengan pasien-pasien nya"
Raffa yang memang sudah memiliki wanita spesial dalam hidupnya selain Yuna adiknya, masih belum berani mengenalkan kepada Yuna karena Raffa tahu jika adiknya pasti akan merasa tersisih.
Raffa sudah menjatuhkan hatinya pada seorang dokter muda yang memiliki wajah cantik bernama Netra. Yang tidak lain adalah teman dari adiknya Caesar dan sahabat lelaki yang tengah menemaninya minum.
Raffa sudah mengenalkan Netra kepada seluruh keluarga Moris hanya pada adiknya saja Raffa belum mengenalkan sosok wanita yang menjadi kekasihnya.
Raffa sudah memberi penjelasan pada kekasihnya bahwa adiknya memiliki tempat khusus dihatinya dan meminta Netra untuk memaklum jika ada sedikit penolakan dari adiknya saat bertemu.
Alasan Raffa menjatuhkan pilihan kepada Netra adalah karena kakeknya Sebastian Moris memberikan respon positif saat pertama mengajak Netra makan malam bersama. Sejak saat itu kakeknya selalu meminta Netra untuk hadir dimenemani Raffa dibeberapa pertemuan bisnis keluarga Moris.
"Akan ku kenalkan pada adikku, ikutlah denganku bergabung dipesta Dave" Raffa berdiri merapikan jas dan sahabatnya pun mengikuti hal yang sama merapikan jasnya.
Bruuuuukkk
Seorang lelaki datang dengan pakaian berantakan diikuti suara nafas yang ngos-ngosan.
Raffa yang melihat sosok lelaki yang tiba-tiba masuk langsung menatap penuh kekesalan.
"Hey bodoh apa kau tidak memiliki kamar dihotel ini, bagaimana jika aku sedang ahh bersama wanitaku"
Sosok lelaki yang datang adalah Caesar Mahendra Moris, cucu Sebastian yang sekarang sedang memegang rumah sakit milik keluarga Moris yang ada di Swiss.
__ADS_1
Caesar memiliki sifat dan pemikiran yang sama dengan adiknya Yuna yang tidak ingin terlibat di bisnis gelap milik kakeknya. Jadi Caesar memilih memegang rumah sakit yang sengaja dibangun untuk dikembangkan oleh dirinya.
Dan Caesar memiliki hati yang jauh lebih lembut dari tiga saudara lelaki lainnya.
#Caesar Mahendra Moris
"Stop memanggilku bodoh, aku jauh lebih pintar darimu Zerendra" Caesar membuka koper dan mengeluarkan pakaian yang akan dipakai nya untuk menghadiri pesta Dave. "Tunggu sampai aku siap kita akan keluar bersama" Caesar berlalu menuju kamar mandi meninggalkan dua lelaki yang kembali duduk disofa.
"Cepatlah... Adik kesayanganmu sudah menunggu terlalu lama disana. jangan sampai kau membuatnya kesal" Raffa berteriak sangat keras membuat sahabat nya hanya menggelengkan kepala melihat tingkah konyolnya yang selalu ribut dengan Caesar.
Caesar sudah keluar dengan pakaian yang rapi dan terlihat sangat tampan.
Ketiga lelaki dengan wajah tampan sudah keluar kamar hotel menuju rooftop tempat dimana pesta sedang berlangsung. Mata para wanita yang melihat kedatangan pria tampan itu langsung sibuk tp-tp terutama pada dokter muda yang akan mewarisi rumah sakit besar yang berada di Swiss.
"Aku akan kesana" Yuna melepaskan pelukan kakaknya Dave tapi gerakannya terhenti karena Dave menarik gaunnya
"Kau akan pergi kemana" Dave kembali menarik adiknya mendekat
"Kesana" Yuna menunjuk sosok lelaki tampan yang sedang berdiri dikerumunan para tamu.
"Apa malam ini kau juga lebih memilih dia" Dave menatap kesal adiknya, karena sebelumnya Dave sudah meminta agar Yuna menjadi orang yang menemani nya selama pesta berlangsung.
Buuuuuuuukkk
"Kak Caesar... aku merindukanmu" Yuna memeluk lelaki tampan yang sudah lama sekali tidak bertemu.
"Hey Tunggu-tunggu...Siapa yang memilih gaun yang kau pakai malam ini" Caesar menatap risih dengan pakaian adiknya yang terbuka walaupun sudah ditutupi jas
"Kau pikir siapa yang memiliki selera seperti ini selain kak Dave, dia memintaku untuk jadi orang yang menemani nya selama pesta berlangsung"
"Hey Nona manis apa kau tidak merindukanku.." Raffa yang berdiri disamping Caesar merasa diabaikan oleh adiknya
"Ah mana mungkin aku tidak merindukanmu" Yuna melangkah hendak memeluk kakakknya tapi niatnya terhenti dan memilih kembali kepelukan Caesar.
"Ada apa" Raffa menatap heran adiknya yang tidak jadi memeluk nya
"Menurutmu Zerendra" Yuna akan mengatakan nama tengah Raffa saat dirinya sedang kesal pada kakaknya.
Raffa memutar otaknya mengingat kesalahan apa yang sudah dilakukan nya dan akhirnya tersenyum malu pada adiknya.
__ADS_1
"Aku hanya minum sedikit"
"Jangan dekati aku malam ini, menjauhlah" Yuna memalingkan wajahnya karena kesal pada kakaknya yang tidak bisa dipegang perkataan nya.
"Hey Nona manis maafkan kakakmu ini" Raffa mulai dalam masalah karena adiknya pasti tidak akan bicara karena dirinya tadi sudah meminum alkohol dan itu tidak disukai adiknya.
Apa yang aku lihat ini benar..
Jadi sosok cucu kesayangan keluarga Moris adalah Flow..
Jadi yang selalu diceritakan Raffa adalah Flow..
Ah aku baru ingat nama belakang Flow, Ya benar
Yuna Morisa..
Dan sekarang Marvel sudah dengan sengaja menyakiti Flow, dasar brengse*k..memang seharusnya aku tidak menyerah untuk merebut Flow dari Marvel.
.
.
.
.
***FYI
Hallo..
Untuk hari Senin-Jumat Authoor paling bisa up 1-2 bab saja jadi mohon bersabar ya..
Alasannya karena Authoor kerja..
Untuk weekend diusahakan lebih dari hari-hari biasa ya..
Dan diusahakan setiap hari up ya..
kemungkinan Authoor akan sering up malam ya..
Jangan lupa like, comment, Vote dan Rate bintang 5 ya..
__ADS_1
Ditunggu Juga masukan nya ya..
Thank You For Reading ☺***