Terjerat Cinta Ahjussi Rasa Oppa

Terjerat Cinta Ahjussi Rasa Oppa
Mabuk


__ADS_3

"Kirana ada apa, ayo masuk bicara didalam"


sedikit menarik tangan Kirana


"Tapi,, Nona" Kirana sedikit melirik ke dalam terlihat wajah Presdir yang sedikit kurang bagus jika dirinya masuk


"Oh Presdir, urusannya sudah selasai sebentar lagi akan keluar" Yuna menarik Kirana masuk kedalam ruangan nya.


"Tuan Mudaa"


"Baiklah aku akan mengurus beberapa pekerjaan diruanganku, aku akan menemui mu 30 menit sebelum waktu makan siang" Joe yang sudah berjalan tiba-tiba menghentikan langkahnya


"Baiklah aku akan bersiap untuk itu"


"Dan ingat jangan melakukan hal yang membuatku kesal"


Setelah memberi peringat keras pada Yuna langsung meninggalkan Yuna berdua dengan Kirana.


Apa Presdir tau aku datang untuk mengajak kekasih nya melakukan hal yang membuatnya marah.


"Ada apa Kirana, Mba yakin ini bukan masalah proyek kan.. " Seolah membaca sorot mata Kirana yang sedang panik


"Mas Andi... "


"Ada apa dengan Mas Andi.." menaikan satu halis karna tidak mengerti kemana arah pembicaraan Kirana


"Dia terus minum diruangan Mba, kalau sampai managament tau bisa gawat"

__ADS_1


Yuna yang sudah tau maksud Kirana mulai memutar otak agar bisa membawa Andi pergi lebih awal sebelum jam pulang tanpa Joe mengetahuinya.


"Ayo Mba ikut aku" Kirana sudah berdiri dngan menarik tangan Yuna tapi tidak bergerak mengikuti Kirana.


"Tunggu dulu,,kalau sekarang Mba keluar itu akan bahaya kamu lupa setiap sudut ditempat ini dilengkapi cctv dan termasuk ruangan ini.Tenanglah dulu" Yuna yang masih berpikir dan terus melihat jam yang ada didinding ruangan nya yang menunjukan kalau Joe akan menemui nya 1.5jam lagi.


"Mba kita gak bisa nunggu lama lagi" Kirana yang tidak bisa tenang terus mengganggu konsentrasi Yuna yang sedang berpikir.


"Baiklah kita kesana sekarang, tapi tunggu apa benar ada kendala pada proyek untuk menjadi alasan nanti nya"


"Tidak"


"Arghh Kirana kamu tau kan Presdir hanya memberiku akses kesana kalau ada kendala pada proyek, baiklah ikuti aku ke arah meja dan berpura-pura lah seolah sedang menatap komputer karna sekarang Presdir pasti sedang melihat cctv yang ada diruangan ini"


"Baiklah"


Ruangan Presdir


"Tuan Muda apa perlu saya memastikan apa yang akan Nona lakukan"


"Tidak perlu dia tidak akan menyukai hal itu kita lihat dari rekaman cctv saja"


"Baiklah Tuan"


Ruang Proses


Tidak mungkin aku langsung berjalan ke arah Andi sekarang

__ADS_1


"Kirana ayo kita ke area kerjamu" Kirana yang mengerti maksud Yuna langsung mengikuti dan berpura-pura menjelaskan kendala proyek nya


Dan Kreeek...


Kirana yang sengaja mematahkan salah satu material diminta Yuna sebagai bukti kalau benar ada kendala.


Yuna yang berjalan kearah Andi yang sudah sangat kusut langsung berbicara pada Andi.


"Mas kenapa mas kayak gini, ini bisa mengancam posisi mu disini mas" sedih melihat Andi yang jadi seperti ini mata Yuna mulai berkaca-kaca


"Yunaa kamu disini, Aku sangat mencintaimu Yunaa lebih dari Presdir arogan itu" kondisi yang tengah mabuk menjadi Andi berbicara tidak karuan tapi Yuna yang mendengar penyataan Andi langsung kaget


"Hah apa, sudahlah sekarang Mas Andi pulanglah istrahat dulu nanti kita akan bicara lagi"


"Benarkah"


"Tentu saja, sekarang pulaang dan beristrahatlah dulu" Yuna meyakinkan Andi agar mau pulang dan agar tidak membahayakan posisi kerjaan nya.


Setelah percaya Andi akhirnya mau pulang dengan dibantu Andree menuju keluar area kerja.


Yuna yang sudah merasa lega karna Andi sudah keluar karna kalau masih disini dengan kondisi mabuk seperti itu pasti akan membuat kekacauan apalagi kalau Presdir melihatnya.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2