
"Ya tuhan nyonya DaMi anda sangat cantik sekali dengan gaun ini.. Sepertinya Tuan DaMi tidak ingin ada lelaki yang melihat keindahan tubuh anda hingga menyiapkan dua gaun pengantin yang sangat cantik ini" sosok Lelaki lemah gemulai datang menghampiri Daniel dan Yuna dengan membawa paper bag berwarna putih.
Nyonya DaMi (Batin Marvel)
"Terimakasih Lucky.. eh maksudku Lucy"
"Nyonya.."
"Maafkan aku Lucy.."
"Hey stop lancang sekali kau ingin memeluk istriku,
ingat kau masih seorang lelaki Lucy. Kau membawa yang aku minta..?"
"Iiishh Nyonya lihat suamimu ini.. Untung ini menyangkut dengan anda jika bukan aku males sekali berhubungan suamimu yang sangat posessive ini" Gerutu lelaki yang lemah gemulai pada Yuna.
"Tidak usah kau mengadu pada istriku"
"By sudahlah hentikan, apa yang kau pesan dari Lucy?"
"Ini Nyonya DaMi, Tuan Daniel Milan suami anda memesan kalung untuk anda" Lucy membuka kotak yang berisi kalung dan diberikannya pada Yuna.
"Kau menyukainya Baby,, ini hadiah kecil untukmu" Daniel mengambil kalung dari Lucy dan memberikannya pada Yuna istrinya "Daniel Milan (dami) sekarang kau sudah menjadi nyonya DaMi sayang" Daniel mengecup mesra kening istrinya.
"Aku mencintaimu Tuan DaMi" Yuna memeluk Daniel sangat erat dihadapan Marvel seolah menggambarkan tidak ada lagi perasaan untuk Marvel.
Nyonya Daniel Milan.. (batin Marvel)
"Daniel.. Mami merasa cemburu dengan menantu Mami dia selalu mendapatkan banyak perhatian darimu,, mami juga ingin hal itu" Mami putri mengusap lembut pipi anak nya dan juga pipi menantu kesayangannya.
"Iiishh Mami kau memiliki si tua itu dia memiliki segala dibanding aku, mintalah dengan dia" Daniel melirik Papinya yang kini menatapnya dengan tatapan kesal.
"Dasar anak kurang ajar"
Peletak..
"Aww Papi sejak kapan kau jadi main kekerasan seperti ini" Daniel mengusap kepalanya yang sakit karena mendapat jitakan dari sang Papi.
"Hey memantuku sepertinya kau harus dengan kami karena putraku itu pasti akan membuatmu sulit, kemarilah"
"Ey Tidak Tidak"
"Hahaha Daniel kau ini, pergilah untuk istirahat" Mami Putri tertawa melihat tingkah putra dan suaminya yang selalu bersikap seperti musuh.
"Itu lebih baik"
****
__ADS_1
Daniel dan Yuna berjalan mengikuti pelayan menuju kamar yang sudah disiapkan khusus untuk malam pertama mereka. Kamar yang terletak dilantai dua dijaga bodyguard yang disiapkan oleh Sebastian agar tidak ada yang mengganggu kesenangan kedua cucunya.
"Selamat beristirahat Tuan, Nona Muda saya akan standby disana bersama para penjaga" Pelayan menunjuk area dekat tangga yang sudah berdiri para bodyguard.
"Terimakasih" Ucap Yuna sambil tersenyum ramah pada pelayannya.
Yuna yang masuk duluan melihat kamar megah dan mewah berwarna rosegold, dirinya memang tidak pernah menempati Mansion itu jadi sedikit asing berada didalamnya. Mansion itu sering dipakai Dave untuk mengadakan pesta saat dirinya sedang penat bersama teman-temannya.
Daniel memeluk Yuna dari belakang dengan nafas yang menderu tidak teratur, sejak awal memasuki kamar pikiran Daniel dibuat melayangn membayang malam ini akan menakluk wanitanya.
"Aku menginginkannya" Bisik Daniel pelan
"Sebentar By" Yuna mendorong pelan tubuh Daniel
"Ada apa, aku sudah menjadi suamimu" Daniel mengerutkan kedua alisnya menatap Yuna.
"Aku akan mengganti pakaian dulu, tunggulah disana"
"Tidak usah diganti, karena aku akan membuatmu tidak memakai apapun"
"Arghh By"
Daniel mendorong kasar tubuh Yuna hingga terjatuh dan terbaring diatas tempat tidur. Yuna sedikit merasa sakit dibagian kakinya karena terjadi benturan, Yuna melihat Daniel sangat asing karena memperlakukannya dengan kasar. Dalam bayangan Yuna Daniel akan meminta dengan lembut tapi sekarang jauh dari kata lembut.
Daniel membuka jas nya dan melinting lengan kemejanya sambil berjalan mendekati Yuna yang hendak turun dari tempat tidur.
Daniel mencium Yuna dengan sangat rakus dan kasar sampai membuat Yuna kewalahan mengimbanginya dan kesulitan bernafas. Tapi melihat Yuna seperti itu justru menambah gairah Daniel untuk terus melum*t habis bibir istrinya.
"Ahh Mmmhhh" Terdengar suara jeritan Yuna yang tertahan dan ternyata Daniel mengigit bibir Yuna hingga berdarah cukup banyak. Tanpa sadar ada air mata mengalir diujung mata Yuna, Yuna merasakan sangat sakit dan perih karena darah itu terus keluar dari bibirnya. Sementara Daniel yang melihat Yuna meneteskan air mata menghentikan gerakannya dan mengusap air mata istrinya.
"Sakit By" Dengan suara pelan Yuna menatap lekat mata Daniel yang nampak sayu memandang dirinya.
"Maaf.. Hanya malam ini saja Baby, aku akan membuatmu lebih nyaman percayalah setelah ini kau akan terbiasa." Daniel kembali mencium bibir Yuna namun kini berbeda karena Daniel menjilat darah yang terus keluar dari bibir istrinya. Yuna yang mendapat perlakuan itu merasa bingung karena gairahnya tiba-tiba langsung naik hanya dengan perlakuan Daniel yang tengah menghisap habis darah dibibir Yuna.
Apa ini kenapa aku justru menikmati didalam permainan kasar Daniel, Aku memang merasakan sakit kenapa rasa sakit itu langsung berubah menjadi sangat nikmat dan rasanya aku ingin meminta Daniel untuk mengulang kembali. (Batin Yuna)
Daniel bisa merasakan kini istrinya sudah kembali bergairah, Daniel menarik gaun pengantin yang masih terpasang rapi ditubuh istrinya.
Kini tidak ada lagi penutup yang menghalangi tubuh mulus Yuna hanya ada kain segitiga yang masih terpasang menutupi area sensitif Yuna. Daniel membuka kemejanya melemparkan kesembarang arah, Yuna sudah biasa melihat Daniel bertelanjang dada tapi kali ini melihatnya tambah bergairah.
Daniel kembali mencium bibir istrinya dengan tangan mulai aktif menjamah dua gunung besar dihadapan.
Permainan baru berlangsung dua puluh menit Yuna sudah merasakan ada yang mendesak didalam tubuhnya, menangkap sinyal itu Daniel semakin bern*fsu mencium bibir istrinya dalam hitungan detik Yuna mencapai puncak pertamanya hanya dengan berciuman dengan lelaki tampan yang ada diatas tubuhnya.
Gila..Hanya dengan berciuman saja Daniel bisa membuatku mencapai puncak.. (batin Yuna)
"Kau menikmatinya Baby.." Senyum devil terlihat diwajah Daniel yang sedang memandang wajah istrinya. "Kau menyukainya Baby" Daniel turun dan membuka celana yang masih terpasang. Dan sekarang terpampang sebuah senjata besar dihadapan Yuna.
__ADS_1
Apa itu akan masuk..
Itu sangat besar, pasti akan membuaku sangat sakit (batin Yuna)
Yuna menelan ludahnya saat melihat senjata besar yang sedang dipegang Daniel sambil mendekat menaiki tempat tidur.
"Kau menginginkan ini"
"By.. aku takut, itu sangat besar" Yuna bergidik membayang saat senjata itu memasuki areanya.
"Kau akan menyukainya, nikmatilah karena permainan baru saja dimulai"
Daniel menarik penutup terakhir yang ada ditubuh Yuna. Yuna mengira Daniel akan langsung memasukkannya tapi salah ternyata Daniel malah turun kearea sensitif milik Yuna dan melancarkan serangan lid*h disana, yang membuat Yuna mendesah er*tis dan membuat Daniel bertambah n*fsu sampai membuat Yuna mendapatkan puncak yang kedua kalinya.
Yuna yang masih merasakan puncak kedua mendapatkan serangan dadakan dari Daniel yang tiba-tiba saja memasukan senjatanya.
"Arrrrhhhhhhh Stop stop By,, tidak By...arrhhh...sakit By... sakit By aku mohon hentikan" Yuna menahan gerakan Daniel yang terus berusaha memasukan seluruh senjatanya tapi itu percuma karena Daniel sukses menancapkan senjatanya hingga dasar.
"Tenanglah, Kau akan mulai terbiasa dengan ini"
.
.
.
.
FYI
Hallo..
Untuk hari Senin-Jumat Authoor paling bisa up 1-2 bab saja jadi mohon bersabar ya..
Alasannya karena Authoor kerja..
Untuk weekend diusahakan up setiap lebih dari hari-hari biasa ya..
Dan diusahakan setiap hari up ya..
kemungkinan Authoor akan sering up malam ya..
Jangan lupa like, comment, Vote dan Rate bintang 5 ya..
Ditunggu Juga masukan nya ya..
Thank You For Reading ☺
__ADS_1