Terjerat Cinta Ahjussi Rasa Oppa

Terjerat Cinta Ahjussi Rasa Oppa
Makan Siang


__ADS_3

Yuna yang berjalan cukup cepat karna pasti sebentar lagi Joe akan menjemputnya untuk rencana makan siang.


Dan benar saja Yuna yang baru 5 menit berada didalam ruangan, Sekertaris Lee sudah membuka pintu untuk Joe yang akan masuk.


"Hunny apa semua baik-baik saja" sedikit heran karna melihat wajah Yuna yang terlihat lelah dengan nafas yang ngosngosan


"Hah Tentu" Yuna yang mencoba menyembunyikan wajah lelahnya dari Joe seperti nya gagal karna Joe tiba-tiba memberi isyarat pada sekertaris Lee untuk menutup pintu.


"Ada apa, apa ada yang kamu sembunyikan dari ku" menarik pelan pinggang Yuna


"Hah apa, Tentu tidak ada" mengusap dada Joe dan meletakkan kepalanya agar Joe tidak melihat wajah gugupnya


"Benarkah, apa kamu sudah siap mana tas mu biar aku bawakan" Yuna mengambil tas diatas meja kerja dan memberikan nya pada Joe.


Joe berjalan menuju mobil yang sudah terparkir di depan loby kantor dengan tangan kanan memegang pinggang Yuna sementara tangan kiri Joe memegang tas Yuna.


"Silahkan Nona Muda" Lee yang sudah menunggu dan membuka pintu untuk Yuna


"Terimakasih sekertaris Lee, harusnya tidak usah seperti ini" Yuna yang langsung masuk dan duduk didalam mobil membuka kaca mobil sedikit


Joe yang berjalan ke arah pintu satu nya langsung masuk setelah dibuka kan pintu oleh Lee.


Kali ini Lee tidak ikut karna harus menggantikan beberapa tugas yang ditinggalkan Joe.


"Hunny, kenapa bukan Lee yang membawa mobil nya" melihat Lee yang menundukan kepala pada Joe saat mobil akan melaju.

__ADS_1


"Lee akan menggantikan ku saat kita makan siang bersama Ayah" Joe lebarkan tangannya dan menepuk kursi mobil tanda agar Yuna duduk lebih dekat.


"Kenapa,,, Bukankah kita hanya makan siang saja bersama ayah Hunny" kepala Yuna sudah bersandar dibahu kekar Joe dengan tangan menggenggam tangan Joe.


Yuna memang menjadi sangat manja saat sedang berdua dengan Joe.


"Ayah bilang ingin sedikit mengobrol dengan mu jadi aku memutuskan untuk tidak mengajak Lee"


At Resto


"Sekertaris Kim apa bunga ini bagus,, aku takut menantu tidak menyukai nya" menatap buket bunga yang sudah ada di meja


"Nona Muda pasti menyukainya Tuan karna ini bunga yang sangat ia suka, bunga mawar putih"


Tuan besar saja sangat memikirkan apa yang akan diberikan pada Nona Muda yang tidak biasanya Tuan memikirkan hal seperti ini.


Terimakasih Nona anda sudah hadir diantara keluarga ini.


"Ayah maaf telah membuatmu menunggu" Yuna menundukkan kepala pada calon mertua nya


"Ahh tidak tidak kemarilah" berdiri dan melebarkan lengan menyambut Yuna dengan pelukan hangat seorang ayah kepada putri nya.


"Iisshh Ayah apa-apaan dia ini menantu ayah kenapa genit sekali". Melihat Yuna yang berjalan menghampiri ayah mertua nya membuat Joe cemburu karna ayahnya memeluk kekasihnya dan belum lama Yuna berada dipelukan ayah mertua nya sudah ditarik oleh Joe


"Joe kau ini, apa kau sedang cemburu pada ayahmu sendiri" Tertawa kecil melihat kelakuan anaknya yang sedang cemburu.

__ADS_1


"Joe hentikan" Yuna yang berada dipelukan Joe tertawa melihat pertengkaran antara ayah dan anak


"Ayah tadi mampir ke toko bunga karna ingat kalau menantu ayah sangat menyukai bunga" menyodorkan buket bunga yang cukup besar


"Terimakasih Yuna sangat menyukainya" mencium beberapa kali bunga ada ditangan nya, Joe memang tidak akan rela ada lelaki lain yang membuat Yuna tersenyum walaupun itu ayah nya sendiri.


"Apa tidak cukup bunga yang selalu kirim setiap pagi untukmu" tatapan kesal mulai terlihat dari wajah Joe dan langsung memegang kuat pinggang Yuna sampai membuat Yuna kaget


"Joee hentikan, disini ada Ayah dan sekertaris Kim" Berbisik pada Joe karna takut kalau Joe bertindak lebih jauh dihadapan Ayah mertua nya.


"Hey Joe kau ini pada ayah mu sendiri cemburu, sudahlah ayo duduk kita makan. Besok Ayah akan mengirimi menantu bunga lagi" Seperti belum puas melihat putra satu-satu nya itu sedang cemburu dirinya terus saja menggoda nya dan menertawai tingkah bodoh putra nya.


"Joee sudah, apa harus aku membuat pengakuan dihadapan ayah kalau aku ini milikmu".


Ayahnya Joe terus tertawa karna putra nya sudah tidak bisa menjadi setenang biasanya.


Jarang sekali aku melihat pemandangan hangat penuh kebahagian, Tuan tertawa begitu lepas dengan candaan yang di buatnya.


Biasanya Tuan selalu menjadi orang yang dingin tapi karna adanya Nona Muda membuat warna baru dikuluarga ini.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2