
"Ikut keatas bantu aku mengganti pakaianku"
Joe menarik tangan Yuna menuju lantai atas tanpa sama sekali menghiraukan para tamu yang setengah menyaksikan kemarahan dirinya pada pelayan tadi.
Hari semakin larut Raina dan Reksa sudah terlihat lelah dan mereka merengek ingin tidur dirumah baru yang sudah menjadi milik calon Mommy mereka.
Lee memberi isyarat untuk membawa Raina dan Reksa ke kamar tamu tanpa meminta persetujuan dari Joe ataupun Yuna karna Yuna pasti akan memberi izin.
Walaupun Tuan tidak memberi izin tapi Nona pasti akan memberi izin dan Tuan pasti tidak akan menolak kata-kata Nona Muda.
Lantai Atas
Joe yang membawa Yuna ke lantai atas lebih tepatnya ke kamar baru milik Yuna yang sudah di dekor seindah mungkin dengan bunga mawar putih di setiap sudut kamar. Dan semua itu sukses membuat Yuna berdecak kagum melihat kamar barunya.
"Joe ahh,,, terimakasih" Melemparkan senyuman manis pada calon suaminya dan langsung memeluk tubuh kekar calon suaminya.
"Apa kau menyukainya" mengangkat dagu kekasihnya dan sedikit memberi kecupan dibibir manisnya
Yuna tidak menjawab pertanyaan kekasihnya dirinya hanya membalas dengan aktivitas yang biasa Joe memulainya duluan tapi tanpa ragu Yuna memulainya duluan.
Joe yang senang dengan apa yang dilakukan calon istri nya mendorong pelan tubuh calon istrinya memasuki kamar dan menutup pintu kamar tanpa menghentikan aktivitas yang sedang berlangsung.
Yuna mulai menyadari kalau tangan kekasihnya mulai menarik turun resleting belakang gaunnya dan sontak membuat Yuna mendorong tubuh Joe menjauh.
"Ini tidak benar Joe" dengan nafas yang masih tidak teratur Yuna mundur menjauhi kekasihnya
"Maafkan aku,, Kemarilah bantu aku memilih pakaian" memegang tangan dan menarik nya perlahan mendekati tubuhnya lagi. Yuna yang sudah mendekat bukan memilih baju untuk kekasihnya malah memeluk erat kekasihnya.
Setelah puas berada dipelukan kekasihnya Yuna mulai melepaskan pelukannya.
"Aku akan memilih pakaian untukmu, lepaskan tubuhku Hunny" mengusap pipi kekasihnya dengan lembut sedikit memberi godaan
"Baiklah" Joe yang melepaskan pelukannya dan membiarkan Yuna berlalu pergi ke ruang ganti mengambil pakaian untuknya terus menatap calon istrinya berjalan.
__ADS_1
Kau membuatku hilang kendali Yuna.
Dan kau juga yang membuatku menjadi gila
Aku akan segera mengatur rencana pernikahan kita dan kau tidak bisa menolaknya.
Saat Joe sedang rebahan ditempat tidur Yuna dan senyum-senyum sendiri dalam lamunannya, Joe tidak menyadari Yuna sudah datang membawa pakaian ganti untuknya.
"Hey Hunny,, kau pasti sedang melamun jorok ya" Yuna terkekeh melihat Joe yang kaget sadar dari lamunannya dan memberi Yuna tatapan devil
"Kalau iya kenapa, kau yang sudah membuatku membayangkannya"
"Kau ini dasar mesum" mencubit perut Joe dengan kuat
"Awhh kau mau membuatku mati"
"Apa mana mungkin kau mati hanya karna aku mencubitmu"
"Ya bisa saja,, kemarilah bukakan pakaianku"
Teeeeeettt set
Suara pintu terkunci otomatis karna Joe selalu ingin memastikan keamanan kekasihnya nanti.
Bukan hanya Yuna sebagai pemilik rumah yang mempunyai akses penuh atas setiap fasilitasnya tapi Joe juga mempunyai akses yang sama dan dengan leluasa bisa menggunakannya.
"Joe apa yang kau lakukan" menatap penuh kekesalan karna mengunci pintu seenaknya.
"Lakukan apa yang aku minta tadi, bukan kah kau tidak ingin tamu berpikir kalau kita sedang.... " Tersenyum devil merasa dirinya menang penuh atas kekasihnya
"Kau benar-benar..." Yuna Berjalan dengan raut wajah kesal sambil mengepalkan kedua tangannya
Joe yang tersenyum puas karna Yuna menyerah dan menuruti kemauan dirinya untuk menggantikan pakaiannya yanh kotor terkena minuman.
__ADS_1
Yuna mulai membuka Jas lalu membuka kemeja, Joe yang terus menggoda Yuna dengan terus mendaratkan ciuman dipipi dan leher kekasinya membuat acara mengganti pakaian saja menghabiskan waktu hampir 20 menit.
"Aku akan segera mengatur rencana pernikahan kita" setelah selesai, Joe berbisik sangat pelan ditelinga Yuna yang membuat Yuna memberikan senyuman manis pada kekasinya
"Tapi aku ada beberapa impian sebelum aku menikah" menatap lekat Joe penuh harapan
"Apapun itu akan aku wujudkan, katakanlah.. " dalam posisi berpelukan sepasang kekasih ini terus berbicara melupakan para tamu yang masih menunggu dibawah
"Aku ingin mendatangi beberapa tempat wisata yang ada di Indonesia dan membuat beberapa foto prewed"
"Hanya itu.. "
"Iya itu impianku sejak dulu" Yuna tersenyum ringan pada kekasih yang masih memeluknya
"Aku akan mewujudkan" mencium kening calon istrinya dengan penuh kehangatan dan menggambarkan Joe memiliki cinta yang begitu besar untuk wanita yang sedang berada dipelukannya.
"Aku mencintaimu Hunny" untuk pertama kalinya Yuna menyatakn perasaanya kepada Joe karna sejak pertama memutuskan untuk menjalin hubungan Yuna baru pertama mengungkapkannya
"Aku lebih mencintaimu Hunny" Joe memeluk Yuna beberapa saat sebelum memutuskan untuk turun kembali menyapa para tamu yang masih menunggu.
Setelah drama romantis selesai akhirnya Joe kembali turun dan semua mata memperhatikan Yuna seolah bertanya apa yanh dilakukan sepasang kekasih didalam kamar selama itu.
Melihat dandanan Yuna masih sangat rapi menepis semua pikiran buruk para tamu yang datang.
Tuan Smith sebagai seorang pembisnis yang sukses sangat bangga memperkenal Yuna sebagai calon menantu dikeluarga MARVEL kepada para tamu yang sebagian adalah mitra kerja dari Tuan Smith sendiri.
Tidak ada satu orangpun akan memberi kesan atau komentar buruk tentang Yuna karna Yuna selalu bersikap ramah dan sangat sopan.
.
.
.
__ADS_1
.