Terjerat Cinta Ahjussi Rasa Oppa

Terjerat Cinta Ahjussi Rasa Oppa
Tenang


__ADS_3

Bruuuuuuukkkk


"Marvel" Yuna yang tengah duduk ditepi tempat tidur langsung berlari dan memeluk kekasihnya


"Tenanglah sekarang aku disini bersamamu, hentikan tangisanmu" mengusap rambut kekasihnya agar bisa lebih tenang


"Maafkan aku"


"Maaf untuk apa Hunny, jangan bilang kalau si brengsek itu sudah..... " Marvel menuntun Yuna untuk duduk ditempat tidur


"Iisshh mana mungkin aku sebodoh itu, kepadamu yang calon suamiku pun tidak aku berikan apalagi lelaki yang tidak aku kenal"


"Huh... katakan apa yang sebenarnya terjadi apa tadi Stev yang membawamu pergi" Mulai bertanya dengan nafas berat karna menahan emosi


"Stev tadi membawaku dalam keadaan pingsan dari bandara ke sebuah rumah kecil didalam hutan"


"Lalu apa yang dia lakukan padamu disana hah, apa dia menyentuh tubuhmu"


"Ya dia menyentuhku karna dia menggendongku saat menaiki mobil dan menuruni mobil"


"Apa,,,, habislah dirimu Stev"


"Marvel.... " Yuna menahan pergelagan tangan Marvel yang hendak keluar kamar dengan emosi


"Lepaskan aku akan membunuh Si brengsek itu karna sudah berani menyentuh calon istriku"

__ADS_1


"Apa kau lupa dibawah semua anggota keluarga sedang berkumpul"


Emosi Marvel mulai menurun dan mengurungkan niatnya untuk keluar dari kamar. Yuna memeluk tubuh kekasihnya dari belakang karna tidak ingin amarah terus menguasai pikiran kekasihnya.


"Bagaimana jika pernikahan kita dilangsungkan besok"


"Hah cukup Hunny pernikahan kita hanya tinggal 6 hari lagi kalau kau khawatir Stev akan menemuiku lagi itu tidak akan terjadi karna mulai besok aku tidak akan keluar rumah"


"Aku hanya tidak ingin dia mengambilmu lagi dariku"


"Apa anda takut kehilanganku Tuan Muda" Yuna mencoba mencairkan suasan dengan mulai menggoda kekasihnya


"Hey kau ini berani sekali menggodaku saat suasana hatiku sedang kacau" Senyuman mulai terlihat diwajah


"Aku sudah menyiapkan air hangat dan pakaianmu. Aku akan menunggu dibawah" Yuna mencium pipi kekasihnya sebelum meninggalkan kamar dan Marvel tersenyum begitu manis


Tidak heran lelaki sangat tertarik padamu..


Tunggu-tunggu urusanku dengan Stev belum selesai bagaimana aku bisa melupakannya, kenapa Stev bisa mengantar calon istriku pulang kemari atau jangan-jangan ada hal yang dirahasiakan dariku.


Cepat atau lambat kau akan hancur ditangan wanita yang begitu kau kagumi*.


"Hallo... Apa kau sudah mengurusnya"


"Semua sudah selesai Tuan Muda"

__ADS_1


"Bagus terus awasi dia"


Tut tut tut


Suara telfon terputus diujung sana entah siapa yang sudah Marvel hubungi hingga memunculkan senyuman jahat diwajah Marvel.


Marvel keluar dari kamar kekasihnya berjalan menuruni tangga dan suasana dilantai bawah sangat ramai.


Yuna yang sedang bermain bersama para anak kecil yaitu keponakan dan sepupu nya terlihat tertawa begitu lepas. Marvel tidak merasa risih dengan suara-suara riuh justru senang karna bisa melihat kekasihnya tersenyum bahagia.


"Hey apa yang kau pikirkan, kemarilah" Yuna menarik tangan Marvel lalu mengajaknya untuk duduk dilantai dan bermain bersama anak-anak kecil


"Kau menyukai anak kecil Hunny"


"Tentu,, aku begitu menyukai mereka tapi aku lebih menyukai pria tampan yang ada disampingku"


"Iiisshh ternyata kekasihku sudah pandai merayu.." Marvel tertawa melihat tingkah menggemaskan kekasihnya


"Bagaimana dengan persiapan pernikahan kita Hunny.. "


"Sudah selesai, besok keluargamu akan pergi berbelanja pakaian untuk pesta nanti dan itu semua sudah diatur oleh Sekertaris Lee dan khusus untukmu Nona Muda perancang gaun pernikahan kita besok akan datang kesini jadi stay home"


"Sudah ku duga Tuan Muda" Yuna tertawa sambil menggaruk kepala yang tidak gatal


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2