Terjerat Cinta Ahjussi Rasa Oppa

Terjerat Cinta Ahjussi Rasa Oppa
Sarapan pagi


__ADS_3

Tok Tok Tok


Suara pintu kamar Yuna ada yang mengetuk Yuna yang mendengar langsung berdiri untuk melihat siapa yang ada diluar.


Tapi Joe menarik tangan kekasihnya agar tidak pergi membuka pintu.


"Biarkan saja, kemarilah" membuka lebar pertanda Yuna harus kembali berada dipelukan nya


"Sebentar" Yuna tidak menggubris kata-kata kekasihnya dan berlalu membuka pintu "Sekertaris Lee kau ada disini, ada apa"


"Nona Raina dan tuan Reksa sudah menunggu untuk sarapan dibawah"


"Hah,, mereka ada dibawah apa mereka tidur dirumah ini tadi malam.."


"Iya Nona tadi malam Tuan Reksa ingin tidur disini"


"Baiklah saya akan turun sebentar" Lee kembali turun dan Yuna menutup kembali pintu kamarnya berniat untuk mengganti pakaiannya


"Raina dan Reksa ada disini kenapa kau tidak memberitahuku" Menghampiri Joe yang masih duduk disofa


"Mereka tadi malam menolak pulang bersama ayah"


Yuna berlalu pergi ke ruang ganti meninggal Joe yang tengah duduk sambil menyandarkan kepala nya disofa.


Setelah selesai berganti pakaian Yuna menarik Joe untuk keluar kamar dan menemui anak-anak yang sudah menunggi untuk sarapan.


Saat menuruni anak tangga Yuna melihat Reksa sudah duduk manis didepan meja makan sementara Raina yang melihat Yuna datang langsung berlari menghampirinya.


"Mommy"


"Morning,,what..." Yuna tersenyum mendengar Raina memanggil dirinya dengan sebutan mommy.


"Boleh" menatap Yuna dengan menunjukan wajah gemas dan tidak mungkin akan ada penolakan


"Tentu saja boleh" mencium pipi kiri dan kanan Raina secara bergantian. Reksa yang melihat itu langsung berdiri menghampiri calon ibu nya

__ADS_1


"Mommy.. "Reksa berdiri dihadapan Yuna dengan mata berkaca-kaca


"Kemarilah" membuka lebar kedua lengannya dan Reksa yang melihat itulangsung memeluk tubuh Yuna.


"Terimakasih karna sudah mau menjadi mommy Reksa Dan Raina jangan pernah pergi meninggal Reksa dan Raina mommy"


"Hey anak mommy yang paling tampan hentikan tangisanmu" mengusap rambut calon anak lelakinya yang mungkin tengah menangis bahagia


"Kalian berdua penuh drama" Joe yang seperti cemburu pada kedua anaknya yang tengah berada dipelukan calon istrinya berlalu menuju meja makan.


Kau wanita hebat Hunny teruslah sayangi mereka


Yuna duduk diantara kedua anaknya dan menyuapi anak-anaknya secara bergantian.


Pemandangan yang sangat hangat,suasana kebersamaan bersama keluarga yang selalu Reksa dambakan akhirnya bisa terwujud dan kasih sayang seorang ibu yang selalu dirindukan sekarang akan selalu ia rasakan.


Reksa terlihat sangat menikmati waktu sarapannya karna makanannya sudah habis.


"Daddy sebelum aku kembali ke asrama aku ingin tinggal disini bersama mommy"


"Tidak" Joe sibuk dengan laptop didepannya tanpa menatap anak laki-laki nya sedang berbicara.


"Kalau kakek sudah memberimu izin, kau boleh tinggal disini"


Belum sempat Joe menjawab, Yuna sudah lebih dulu berbicara dan hal itu membuat Joe menatap sinis calon istrinya yang tengah tertawa bersama kedua anaknya.


"Benerkah, tapi Reksa ingin tidur dikamar atas bersama mommy boleh... "


"Tentu saja boleh sayang" Yuna senang melihat kedua anak itu tersenyum bahagia karna keinginannya dipenuhi tapi tidak dengan Joe yang terus menatap sinis


"REKSA JANGAN KETERLALUAN" Joe berdiri kasar membuat Yuna sangat kaget melihat sikap calon suaminya yang kasar dihadapan anak-anaknya


"Reksa pergilah kekamar bawa adikmu istirahat" tidak ingin Joe bertindak lebih jauh didepan anak-anaknya akhirnya Yuna meminta mereka untuk pergi ke kamar.


Setelah mendengar kata-kata Mommy nya, Reksa pergi kekamar membawa adiknya. Reksa sangat paham dengan sikap Daddy nya seperti itu karna sebelumnya tidak pernah sekali pun dirinya membatah apa yang dikatakan Daddy.

__ADS_1


"Apa yang kamu lakukan Joe, Dia anakmu dan aku calon ibu nya apa salah dia ingin lebih dekat denganku" Tegas Yuna menatap Joe penuh amarah


"Ikut aku" Joe menarik kasar tangan kekasihnya menaiki tangan menuju kamar pribadi kekasihnya.


"Sakit lepaskan"


Bruuuukkkk


Tubuh Yuna didorong cukup keras ke sofa yang ada disudut ruangan.


Yuna bisa melihat dengan jelas amarah sedang membakar pikiran kekasihnya.


Preeeeeeng


Vas bunga yang berisi bunga mawar putih dilempar ke arah tembok hingga pecah berkeping-keping. Yuna sangat kaget melihat kekasihnya begitu marah dan melakukan hal yang tidak pernah diduga.


"Hunny tenanglah, maafkan aku jika tadi aku telah salah dan membuatmu marah seperti ini" Yuna berdiri dan berjalan perlahan ke arah kekasihnya yang masih berdiri tegak dengan tangan mengepal. "Tenanglah" memeluk perlahan tubuh calon suaminya dan beberapa saat Yuna mulai merasakan Joe sudah bisa tenang. Joe mulai membalas pelukan kekasihnya


Joe menarik tubuh kekasihnya kearah tempat tidur dan memintanya untuk berbaring, setelah berbaring lalu Joe menyusul membaringkan tubuhnya disamping tubuh kekasih nya diikuti dengan pelukan.


"Aku tidak ingin ada orang lain yang tidur ditempat ini selain diriku" berbisik pada kekasihnya


"Baiklah,,sekarang beristirahatlah"


Hampir 10 menit Joe tidak berbicara apapun dan saat dilihat ternyata sudah tidur.


Yuna hanya diam sambil mengusap-usap punggung lelaki yang sebentar lagi akan menjadi suami. Beberapa kali Yuna memastikan Joe sudah tertidur pulas atau belum karna dirinya akan pergi memeriksa anak-anaknya yang ada dibawah.


Setelah merasa yakin Yuna melepaskan tangan yang dari tadi memeluknya dan mengganti tubuhnya dengan guling.


Yuna berjalan sangat pelan karna takut kekasihnya terbangun.


Yuna segera menuruni tangga dan menuju kamar Reksa, saat pintu dibuka ternyata Reksa sudah tertidur bersama Raina, sehingga dirinya merasa lega.


Yuna kembali keatas dan memutuskan untuk tidur juga tapi tidak bersama kekasihnya melainkan tidur di sofa terpisah dengsn kekasihnya.

__ADS_1


.


.


__ADS_2