
Apa ini kenapa hati ku terasa sakit saat Daniel mengacuhkan diriku..
Apa prinsip ku membuat dirinya frustrasi, apa harus aku menentang prinsip ku yang sejak lama selalu ku pegang teguh.
Aku yakin dia bisa bersabar hingga waktu nya tiba..
****
Karena terlalu memikirkan kekesalan Daniel tadi, membuat Yuna tertidur cukup lama dan melupakan acara penting kekasihnya.
Yuna terbangun oleh pelayan nya yang membawakan pakaian yang dikirim Daniel. Dan dibuat panik karena dirinya sudah sangat terlambat. Yuna berganti pakaian dan memilih untuk berdandan dalam perjalanan karena tidak ingin tambah membuat kekasihnya marah.
"Ada apa, kenapa harus melembatkan laju mobilnya.. kau tahu aku sudah sangat terlambat" Yuna terlihat panik karena kondisi jalanan terlihat macet
"Sepertinya didepan ada kecelakaan Nona"
Deg
*Arghh ada apa ini kenapa tiba-tiba dadaku merasa sesak sekali*
Yuna kini terlihat tidak tenang karena entah kenapa dirinya tiba-tiba mengingat sosok Raina dan Reksa yang tengah tersenyum manis pada dirinya. Yuna terbayang saat Reksa memberikan nya sebuah mahkota yang dibeli dengan uang jajan nya.
Deg
Tatapan Yuna membulat saat melihat ada sebuah mobil yang mengalami kecelakaan, tapi pandangan Yuna terfokus pada mainan yang menggantung dikaca depan mobil
*Mainan itu..
"Mommy makasih mainannya lucu sekali Raina menyukai nya, Mommy beli toko mana..?" Ucap Raina manja
"Mommy membuat nya untukmu jadi hanya dirimu yang memiliki mainan ini" Yuna mengecup ujung kep Raina Dengan penuh kasih sayang
Tidak ini tidak mungkin, yang ada didalam mobil itu pasti bukan Raina dan Reksa, mereka sedang berada diKorea jadi itu pasti bukan mereka*
Yuna seketika meneteskan air matanya dan langsung membuka pintu mobil yang membuat supir Daniel terkejut.
"Nona anda mau kemana, Tuan Dami pasti sudah menunggu anda disana" Teriak sopir dan ikuti turun untuk mengejar Yuna
Yuna menembus kerumunan orang yang tengah menyaksikan peristiwa kecelakaan itu dan lututnya langsung lemas saat sosok gadis kecil tengah mendapat pertolongan pertama dari pihak medis dengan selang oksigen terpasang dihidungnya.
Air matanya mengalir deras saat melihat Raina sedang dalam kondisi kritis, Yuna langsung memeluk tubuh kecil yang kini tidak berdaya dan tidak membalas pelukan nya.
"Kenapa kalian tidak memanggil ambulance untuk membawa korban kecelakaan ini" Yuna berteriak histeris kala melihat Reksa yang juga tidak sadarkan diri dan darah dikepalanya
"Maaf Nona Moris tadi ambulance sedang dipakai membawa pasien kritis dari tempat lain. kami sedang mencoba meminta ambulance dari rumah sakit lain"
"Bodoh kalian" Yuna mengambil ponsennya dan langsung melakukan panggilan.
Tut tut tut
"Segera kirim 3 ambulance dalam waktu 10 menit bagaimana pun caranya !! jika tidak akan ku pastikan dalam waktu 30 menit rumah sakit kalian akan rata dengan tanah"
Rumah sakit
Sesuai keinginan Yuna ambulans datang dalam waktu 10 menit, Yuna menatap wajah cantik yang biasa nya selalu ceria dan kini sama sekali tidak memandangnya.
__ADS_1
Yuna sama sekali tidak mengingat rencana nya bersama Daniel yang sore akan meresmikan Bar milik Daniel.
"Hallo Kirane tolong hubungi Lee dan segeralah datang ke rumah sakit xxx"
"Ada apa siapa yang sakit kak.. Hallo Hallo"
"Damn apa yang terjadi seharusnya kak Baby berada diacara peresmian bersama kak Dami tapi kenapa sekarang kak Baby ada dirumah sakit"
Dress putih yang dipilih Daniel kini sudah dipenuhi bercak merah yang tak lain adalah darah Raina dan Reksa.
Yuna tertunduk lemas menunggu dokter yang tengah berjuang menyelamatkan Raina dan Reksa yang tengah kritis. dalam kecelakaan itu bukan hanya Raina dan Reksa yang menjadi korban tapi Marvel pun menjadi korban tapi kondisi nya tidak separah kedua anaknya.
***
*Kemana Yuna kenapa dia masih belum datang, aku sudah menunda acara ini selama dua jam tapi dia masih belum datang, dan kenapa dia masih tidak menjawab telefon ku
Dreettt Dreeett*
"Kenapa kau masih belum sampai"
"Maaf Tuan, tapi Nona kini sedang berada dirumah sakit"
"Apa"
"Tadi saat dalam perjalanan ada kecelakaan dan Nona langsung histeris saat melihat korbannya Tuan"
"Siapa mereka?"
"Seorang lelaki dewasa dan dua anak kecil"
Daniel mengepalkan tangannya dan langsung meninggalkan acara yang sudah dibuat dengan sangat sempurna. Daniel menjalankan mobilnya dengan kecepatan diatas rata-rata dan dalam waktu 20 menit Daniel sudah sampai. Dirinya berjalan dengan langkah kaki besar menuju lantai 7 dimana korban kecelakaan tengah dalam penanganan.
Langkah kaki besar nya terhenti karena Lee menahannya karena Lee takut jika calon kakak iparnya itu berbuat kasar pada Yuna yang tengah terpukul dengan kecelakaan yang menimpa Raina dan Reksa.
"Tenangkan emosi mu Daniel, ini tidak seperti yang kau pikirkan. Yuna seperti itu bukan mengkhawatirkan kondisi Marvel tapi dirinya mengkhawatirkan kondisi Raina dan Reksa yang sekarang sedang kritis.
Kau ingat bagaimana Yuna menunjukkan kasih sayang nya pada Raina saat dipesta pertunanganmu. jadi tidak heran jika sekarang dia begitu kacau dengan kenyataan ini.
Percayalah dihatinya hanya ada dirimu, Marvel hanya masalalu nya. Aku belum begitu lama mengenalnya tapi aku bisa melihat dia jauh lebih mencintaimu dibanding saat dulu dia mencintai Marvel.
Pergilah peluk dia, jadilah tempat ternyaman untuknya"
Lee selalu bisa menjadi sebagai penenang untuk setiap orang dan Daniel pun kini jauh lebih tenang sehingga bisa berpikir jernih.
Daniel berjalan menghampiri Yuna yang tengah kacau dikursi tunggu yang ada didepan ruang operasi.
Deg
"Daniel"
Yuna mulai sadar jika seharusnya sekarang dia berada diacara penting kekasihnya bukan ada dirumah sakit.
Daniel melebarkan tangan nya memberi tanda Yuna bisa memeluk.
"Semua akan baik-baik saja, tenanglah"
__ADS_1
"Maafkan aku telah menghancurkan acara pentingmu By"
"Tidak masalah, Papi sudah menghandle semua nya"
Pandangan Yuna tiba-tiba menjadi kabur dan tubuhnya merasa lemas dan Yuna pingsan dipangkuan Daniel. Daniel membawa Yuna keruang rawat untuk mendapat perawatan.
Keesokan Hari
Yuna sudah berada diruang rawat menemani Raina yang kondisi nya sudah mulai stabil walaupun masih belum sadar tapi berbeda dengan Reksa yang masih kritis karena telah terjadi pendarahan dikepalanya.
"Raina sayang.. Mommy ada disini.. Bangunlah sayang..
Mommy merindukan senyuman manismu Nak, bangunlah sayang"
Yuna meneteskan air matanya karena sangat sedih dengan kondisi Raina yang masih belum sadar. Beberapa kali Yuna mencium tangan kecil yang dipasangi jarum infus dengan harapan Raina segera sadar.
"Mom.. mommy.." Suara kecil yang serak seketika mengejutkan Yuna.
"Kamu bangun sayang,, mana yang sakit Nak.." Saat Yuna akan menekan tombol darurat tangannya dihentikan oleh tangan kecil yang memegang tangan nya.
"Raina sayang Mommy.. Raina seneng bisa merasakan kasih sayang seorang ibu dari Momy yang sebelumnya tidak Raina dapatkan. Semoga Mommy selalu bahagia, karena jika Mommy bahagia maka Raina akan bahagia juga.
Raina pamit Mom..."
Neeeeeeeeeeeeeeetttttt
Yuna langsung menangis sejadi-jadinya saat dokter mengatakan jika Raina sudah pergi meninggalkan dirinya untuk selamanya. selang beberapa lama kondisi Reksa menurun dan kembali mendapatkan penanganan dari dokter tapi tuhan berkehendak lain, Reksa ikut pergi meninggalkan Yuna untuk selamanya bahkan Yuna belum sempat menemani Reksa disaat terakhirnya.
#Yuna Putri Morisa ❤
.
.
.
.
FYI
Hallo..
Untuk hari Senin-Jumat Authoor paling bisa up 1-2 bab saja jadi mohon bersabar ya..
Alasannya karena Authoor kerja..
Untuk weekend diusahakan lebih dari hari-hari biasa ya..
Dan diusahakan setiap hari up ya..
kemungkinan Authoor akan sering up malam ya..
Jangan lupa like, comment, Vote dan Rate bintang 5 ya..
__ADS_1
Ditunggu Juga masukan nya ya..
Thank You For Reading ☺