
Ceklekkkkkk
"Yunaaaaaa Ma... " Suara ngos-ngosan seperti sudah berlari tiba-tiba terhenti melihat apa yang ada di hadapan nya.
"Tuan Muda tenanglah tahan emosi anda, diruangan ini ada cctv saya akan periksa apa saja yang terjadi sebelum anda datang" berbisik dibalik punggung Joe, karna melihat tangan Tuan Muda nya sudah mengepal menahan amarah karna melihat Nona Muda sedang di suapi lelaki lain.
Sementara Yuna yang dari tadi menunggu kedatangan Joe langsung tersenyum pada Joe tanpa sadar kalau kekasih baru nya itu sedang menahan amarah.
Joe yang berbiri tepat didepan pintu tidak melangkah maju menuju Yuna, karna dia akan melihat dulu rekaman cctv yang ada di ruangan rawat Yuna.
Tidak lama sejak Sekertaris Lee pergi ponsel Joe langsung berdering dan tanpa bicara apapun pada Yuna Joe langsung keluar menutup pintu ruangan Yuna.
What bukan kah itu Presdir Joe..
Sedang apa dia disini dan langsung pergi saat setelah melihat Andi menyuapkan buah ke mulut Yuna.
Apa jangan-jangan yang mengirim bunga tadi Presdir Joe.
Mirna masih terus bertanya-tanya dalam hati nya maksud kedatangan Presdir Joe.
Hah siapa tadi..
Apa itu Presdir Joe
Bukan hanya Mirna, Karina pun sama terus bertanya-bertanya.
Apa yang dilakukan Presdir disini dan kenapa tadi Yuna sempat tersenyum senang saat tau Presdir yang membuka pintu
Banyak pertanyaan muncul dikepala Andi.
Sementara Joe yang berada di ruang cctv bisa bernafas lega setelah melihat rekamanan ruangan Yuna.
"Lee pulang dan beristirahatlah kau pasti lelah"
"Tapi Tuan Muda masih disini saya tidak mungkin pergi meninggal anda Tuan"
"Aku akan tinggal beberapa saat disini untuk menemani Yuna"
"Baiklah saya akan pergi setelah mengantar anda ke ruangan Nona Muda"
Joe yang sudah tenang berjalan menuju ruangan Yuna dengan diikuti sekertaris Lee di belakangnya.
"Silahkan Tuan Muda, saya akan pergi sekarang" Lee menundukan kepala tanda hormat pada Tuan nya.
"Joe ada apa, apa semua baik-baik saja" Yuna yang bingung karna tadi Joe tiba-tiba keluar lagi setelah ada telfon masuk.
"Tidak Yuna, maafkan aku tadi ada sedikit masalah saat meeting dan tadi jalanan sangat padat" berjalan menuju Yuna yang sudah tersenyum menyambut kedatangannya
Hah kenapa Yuna sangat akrab dan hanya menggil dengan sebutan nama tanpa ada embel-embel lain nya.
"Tidak apa-apa"
__ADS_1
Joe yang sudah berada disamping Yuna langsung mengelus kening Yuna. Dan akan mencium kening Yuna sesuai janjinya tadi tapi Yuna menggelengkan kepala karna banyak orang diruangan nya.
"Tidak sekarang Joe banyak orang" Yuna yang sadar semua orang pasti bertanya-tanya dengan apa yang sedang Mereka saksikan.
"Hemmmm,, Apa kamu sudah menerima bunga yang aku kirim" terus mengelus rambut Yuna seolah tidak malu banyak mata yang sedang melihat perlakuan manis pada Yuna.
"Tentu,, kenapa kamu terus memberiku bunga mawar putih"
"Bukankah itu bunga kesukaan mu.. "
"Tau darimana... "
"Tidak ada yang tidak aku tau tentang mu, sampai yang kamu lakukan selama aku pergi saja aku tau"
"Haha kamu ini" Menyubit gemas perut Joe
Semua orang yang melihat Yuna bertingkah manja pada Joe seolah menjawab semua pertnyaan yang ada dibenak mereka.
Ndi kamu pasti sakit melihat ini
Tapi sejak kapan Yuna bisa sedekat ini dengan Presdir
Raina dan Reksa pasti karna anak-anak itu Presdir mendekati Yuna.
"Yuna,,, Presdir Joe kami permisi pulang" Mirna membuka suara karna melihat Andi yang sudah tertunduk lemas
"Hah kenapa? apa kedatangan saya menggangu waktu berkunjung kalian" Joe yang seolah sengaja tidak menjauh dari Yuna ingin memberi sedikit pelajaran pada Andi.
"Mba Mir kok buru-buru kita kan belum ngobrol banyak" Mirna kecewa karna teman-teman akan segera pergi
"Setelah kamu sembuh masih banyak waktu untuk berbicara Na.. "
"Baiklah jika kalian mau pulang sekarang hati-hati, setelah aku sembuh akan ku masakan kalian makanan yang lezat"
"Baiklah dahh Yuna..
Semua melangkah dengan biasa saja terkecuali Andi yang ditarik Mirna keluar.
"Hunny apa yang kamu lakukan selama aku tidak ada disini, jawablah.. "
"Hey apa kamu cemburu melihat Andi tadi duduk disampingku"
"Aku hanya tidak suka dia dengan lancangnya menyuapi buah padamu" mengusap bibir Yuna seolah tidak terima atas perlakuan yang Andi lakukan pada Yuna
"Joe hentikan kenapa kamu terus mengusap bibirku"
"Aku akan menghilangkan bekas tindakan lelaki kurang ngajar itu" Tiba-tiba ekspresi Joe berubah kesal dan meremas tangan Yuna dengan keras.
"Aw Joe kamu membuat tanganku sakit, Joe lepaskan" Yuna meringis benar-benar merasa sakit akibat remasan Joe yang kuat ditangan nya
"Aku sudah bilang kamu sekarang kekasihku kan" Joe yang seolah tidak peduli Yuna meringis kesakitan malah tambah kuat mencengram tangan Yuna
__ADS_1
Ada apa dengan Joe kenapa dia tiba-tiba semarah ini
"Joe aku kekasihmu aku hanya kekasihmu, aku mohon lepaskan tanganmu itu membuatku kesakitan Joe" Tanpa sadar air mata Yuna sudah meluap keluar membasahi pipi nya. Joe yang tersadar sudah menyakiti Yuna langsung melepaskan cengkraman tangan nya.
"Jangan melakukan hal yang tidak aku suka termasuk menjalin kedekatan dengan lelaki lain apapun alasannya, paham" mengusap air mata di pipi Yuna
"Tapi aku hany.... "
Joe yang **** bibir Yuna agar menghentikan ucapan penolak Yuna yang tidak ingin ia dengar, Joe yang melakukannya dengan sedikit kasar membuat Yuna kewalahan.
"Ahh sakit Joe, kenapa digigit" karna gemas Joe mengigit bibir Yuna yang sontak memberi penolakan karna gigitan yang dilakukannya
"Bejanjilah tidak akan membuatku marah lagi terutama karna lelaki, sampai itu terjadi akan ku habisi lelaki itu dihadapanmu."
"Joe jaga ucapanmu"
"Berjanjilah Yuna.. " menarik kasar tubuh Yuna lebih dekat dengan nya
"Baiklah baiklah aku berjanji tidak akan membuatmu marah" Lagi-lagi Joe mengulangi aktivitas yang sebelum nya dengan Yuna.
"Joee... Hentikan nanti ada suster atau dokter yang datang" Yuna yang masih dalam dekapan Joe mencoba mendorong tubuh Joe agar memberi sedikit jarak diantara mereka
"Kenapa kamu tidak diam setiap aku peluk, apa kamu tidak nyaman berada dipelukan ku.. Berbaringlah" Joe melepaskan Yuna dan membaringkan tubuh Yuna.
"Hah kenapa,, jangan macam-macam Joe"
Yuna yang dipaksa berbaring oleh Joe menurut saja takut malah akan membuat Joe kesal lagi.
Yuna yang sudah berbaring disusul dengan Joe yang mendekatkan wajah pada Yuna dengan jarak yang sangat sedikit.
"Aku akan menyiapkan rumah untuk kamu tempati besok, Lee akan segera mengurusnya" Joe berbicara dengan posisi wajahnya tepat diatas wajah Yuna yang sontak membuat Yuna salting
"Hah tidak tidak, aku tidak mau tinggal sendiri" menggeleng kepala menolak niat baik Joe
"Aku yang akan menemanimu"
"Mana mungkin kita belum menikah"
"Baiklah sebelum orangtua mu kembali ke Indonesia kita menikah dulu"
"Joe aku tidak suka sendiri, makannya sekarang saja aku berdua dengan Kirana"
"Akan ada pembantu rumah tangga yang tinggal disana bersamamu"
"Tidak Joe" Memeluk Joe agar mengurungkan niatnya
"Baiklah baiklah aku tidak bisa menolak kalau kamu menyogokku dengan pelukan seperti ini" Joe yang gemas dengan apa yang Yuna lakukan sebagai cara penolakan padanya.
.
.
__ADS_1
.