
Tok Tok Tok
Suara ketukan pintu menghentikan suara gelak tawa yang sedang terjadi cukup lama diruangan Presdir Utama.
Sekertaris Lee masuk dengan tampilan rapi seolah tidak ada drama yang terjadi di ruang meeting.
Sekertaris Lee menatap kedua owner perusahaan yang tengah duduk santai menikmati secangkir teh dan menundukan kepala seolah memberi isyarat semua urusan sudah selesai.
"Baiklah Ayah harus pergi sekarang,, Joe bawa Yuna untuk beristirahat sebelum makan malam nanti" Tuan Smith meminum beberapa teguk teh yang masih tersisa
"Baiklah Yuna akan beristirahat dikamar istirahatku" Menatap wajah Yuna yang memang terlihat lelah
"Beristirahatlah,, Semoga kamu selalu bahagia Nak" Mengusap rambut calon menantunya dan memberi tatapan penuh kasih sayang sebelum berlalu pergi meninggalkan ruangan.
Yuna yang selalu mendapat perlakuan sangat baik membuat dirinya bersyukur bisa mendapat calon keluarga baru yang bisa menerima dirinya dengan tangan terbuka.
"Sayang,, apa yang membuatmu melamun" mengusap lembut pipi Yuna memecahkan lamunannya
"Aku sangat beruntung bisa menjadi tunanganmu dan akan menjadi istrimu ditambah akan menjadi seorang ibu dari kedua anakmu" Suasana ruangan tiba-tiba berubah menjadi melow
"Benarkah,, Mungkin itu terjadi karna Magic 7 Negara mu sayang" Joe tertawa melihat wajah kekasihnya yang seketika berubah kesal
"Kau,,, Stop membahas Magic 7 Negara itu hanya candaan" bergerak menggeser posisi duduknya karna kesal dengan ulah jahil kekasihnya
"Hey aku hanya bercanda sayang" mendekati tubuh kekasihnya yang sedang kesal lalu memeluk tubuh kekasinya dari belakang
"Aku yang lebih beruntung mendapatkan cinta tulus darimu dan akan memilikimu seutuhnya..
Jangan pernah pergi meninggalkanku apapun yang terjadi..
Tegur aku bila aku salah..
__ADS_1
Dan berikan cinta serta kasih sayangmu hanya untukku"
Mendengar kekasihnya membisikan kata-kata yang membuat hati hanya sangat tersentuh mendengar pengakuan kekasihnya.
"Aku mau istirahat" berbalik dan menatap dalam mata kekasihnya
Joe sudah berdiri dan mengangkat sedikit tubuh kekasihnya membantu untuk berdiri tapi Yuna dengan sengaja tidak mau berdiri dan malah memberi tatapan manja kepada kekasihnya.
"Ahh Baiklah Tuan Putri"
Joe memangku tubuh kekasihnya berjalan menuju kamar istirahat yang ada diruangan Pribadinya itu. Yuna terlihat sangat senang karna dirinya selalu dimanja dan diperlakukan istimewa.
Aku sangat beruntung bertemu denganmu lelakiku
Aku tidak akan membiarkan orang lain mendekati yang menjadi milikku termasuk dirimu
Aku mencintaimu Tuan Mudaku...
Yuna tersenyum sendiri melihat wajah lelaki yang sedang memangku tubuhnya.
"Berbicara apa sayang, apa ada yang mengganggu pikiranmu" membaringkan perlahan tubuh kekasihnya
"Aku ingin tahu semua tentang" Mengusap lembut wajah kekasihnya yang terus menatapnya
"Bukankah kau sudah mengetahui semuanya" Memberi kecupan ringan di bibir kekasihnya
"Sebelum kau memberitahu semuanya lebih baik pernikahan kita ditunda dulu"
"Baiklah aku akan menjawab dan memceritakan semua yang dirimu ingin tahu" kembali mendaratkan kecupan dibibir kekasihnya
"Apa alasan dirimu berpisah dengan ibu dari Reksa dan Raina" Meski tidak percaya dengan pertanyaan yang baru Yuna lontarkan tapi Joe hanya menghela nafas panjang dan tersenyum pada Yuna.
__ADS_1
"Berjanjilah tidak ada kesal atau cemburu setelah aku menceritakan semuanya" Mendengar kata-kata yang baru diucapkan kekasihnya langsung membuat kedua alisnya saling bertemu
"Aku janji"
Joe yang berbaring hanya memakai kemeja di tempat tidur dan memeluk tubuh kekasih mulai menceritakan semuanya. Ada sedikit rasa cemburu saat Joe mengatakan dulu dirinya sangat mencintai mantan istrinya tapi rasa cemburu Yuna hilang seketika setelah beberapa kali menekankan itu hanya kisahnya dimasalalu.
Yuna sudah sangat bisa merasakan bahwa Joe sudah tidak ada rasa sedikitpun kepada mantan istrinya.
Sudah mengetahui apa yang sejak lama ingin dirinya tahu maka tidak ada lagi keraguan untuk menikah dengan kekasihnya.
"Terimakasih Sayang" Yuna menguatkan pelukannya
Joe sedikit menggeser tubuh kekasihnya sehingga sekarang sudah berbaring.
Joe menatap cukup lama wajah kekasihnya dan perlahan mencium bibir merah kekasih yang selalu membuatnya gemas. ciuman lembut berlangsung sampai berubah menjadi sedikit agresif.
****
"Tuan Mu..... "
Sekertaris Lee yang melihat ruangan kosong dan pintu kamar istirahat terbuka hanya tersenyum seolah tahu jika Tuannya ada didalam.
"Aku yang memimpin rapat hari ini, Tuan Muda sedang beristirahat tidak bisa diganggu"
Joe mengambil ponsel dari saku jas dan mengirim pesan kepada sekertaris Lin salah satu orang kepercayaannya.
Bersenang-senanglah Tuan Muda aku tidak akan menggangumu..
Sekertaris Lee kembali pergi meninggalkan ruangan dan menutup pintu kamar istirahat yang sedikit terbuka tanpa melihat drama apa yang sedang terjadi didalamnya.
.
__ADS_1
.
.