Terjerat Cinta Ahjussi Rasa Oppa

Terjerat Cinta Ahjussi Rasa Oppa
Tamparan keras


__ADS_3

Aparte Yuna


"Mba Yuna,, katanya mau nemenin Presdir kok belum siap-siap sih.. iiiishh ini kok malah nangis kenapa mba? " membalikkan tubuh Yuna yang membelakangi nya dari tadi


"Presdir punya wanita lain hiks hiks" Yuna menangis seperti anak SMA yang sedang putus cinta


"Hah masa sih, bukannya Presdir seprotek itu sama Mba masa iya ada wanita lain" menepuk-nepuk pundak Yuna yang terus saja menangis


"Dia akan memberi hadiah rumah pada wanita itu dan dia minta aku yang milih model rumahnya" menangis tambah keras


"Udah-udah mending sekarang siap-siap sebelum Presdir datang kesal liat Mba belum siap"


Setelah hampir 1 jam lebih Yuna siap-siap akhirnya selesai dan itu pun dibantu Kirana karna masih kesal dan tidak ingin bertemu.


"Tuhkan bener suara mobil Presdir udah ada untung aja udah siap, senyum dong biar Presdir nanti terpana ini malah cemberut" Kirana yang yakin kalau Presdir tdak mungkin mempunyai wanita lain terus mendukung Yuna untuk pergi ke jamuan makan malam.


"Apa Nona baik-baik saja?" Joe sudah berdiri didepan pintu mobil menyambut Yuna


"Aku baik-baik saja" Yuna berjalan lemas menuruni anak tangga menuju mobil yang sudah menunggu


"Silahkan Nona, Tuan Muda sudah menunggu disana"


Saat dalam perjalanan Yuna hanya diam tidak berbicara apapun dan menanyakan kenapa Joe tidak ikut menjemputnya. Lee yang sesekali melirik dari kaca spion terus melihat Nona Mudanya memalingkan muka menatap ke arah jalan.


"Nona,, apa anda baik saja" memastikan keadaan Yuna terus terdiam.


"I'm okay tidak usah terlalu khawatir"


"Jika anda ingin beristirahat saya akan mengantar anda kembali ke aparte lagi, urusan Tuan Muda saya yang akan mengurusnya" Lee mencoba membujuk karna sangat tidak tega melihat Nona nya dalam keadaan seperti ini


"Lanjutkan saja perjalanan nya Sekertaris Lee"

__ADS_1


Suara yang mulai melemah benar-benar semakin membuat Lee khawatir karna ini pasti ulah Tuan Muda tadi siang yang menjaili Nona Muda berlebihan, Lee khawatir karna Nona memiliki kenangan buruk bersama lelaki dimasalalu dan memory sedang hilang diingatan Nona.


"Silahkan Nona" membuka pintu mobil dan Nona tidak memberi jawaban apapun yang biasanya Nona selalu ramah.


Semua orang tertunduk hormat saat Yuna mulai memasuki ruangan yang dijadikan tempat jamuan makan malam karna para kolega mengetahui bahwa wanita yang berjalan didepan Lee adalah calon menantu MARVEL GROUP.


Yuna sudah melihat keberadaan Joe yang sedang berbincang dengan kolega nya melambaikan tangan dan tersenyum pada Yuna ada rasa sedikit lega dihati Yuna tapi tiba-tiba ada wanita yang berjalan melewati dirinya dan menghampiri Joe bukan hanya menyapa tapi wanita itu mencium pipi Joe. Hal itu membuat langkah Yuna terhenti dan mulai kehilangan kestabilan nya


"Nona apa anda baik-baik saja" Lee yang kaget langsung menahan tubuh Yuna yang akan terjatuh


Tuan Muda apa yang anda lakukan, apa anda sengaja mengundang wanita lain untuk membuat Nona cemburu dan membuat kondisi nya semakin buruk.


Apa anda lupa kondisi Nona sekarang bahkan anda sendiri yang mau Nona tidak mengingat masalalu nya tapi sekarang anda yang membuat Nona mengingatnya.


"Tuan Mudaa anda ke... " Lee yang akan menghampiri Joe ditahan oleh Yuna.


"Biarkan saja,, aku tidak apa-apa hanya sedikit pusing"


Arghh Tuan Muda anda benar-benar keterlaluan


Lee yang terus mengumpat dalam hati sambil mengambil air untuk Yuna yang sudah sangat lemah.


"Minumlah ini Nona.. " berlutut dihadapan Yuna yang sudah mulai sangat pucat menambah kekhawatiran Lee.


Lee bingung harus memberitahu siapa tentang keadaan Yuna karna tidak mungkin kalau harus meninggalkannya sendiri.


Lee mengeluarkan ponsel untuk mengirim pesan pada sekertaris Kim.


"Sekertaris kim tolong beritahu Tuan Besar kalau kondisi Nona Muda drop karna melihat Tuan Muda bersama wanita lain"


Ruang VVIP

__ADS_1


Sekertaris Kim yang sudah membaca pesan ari Lee langsung berbisik pada Tuan Besar.


"Apa,, Joe kamu keterlaluan. liat saja sampai terjadi sesuatu dengan menantuku habislah kau" Ketua berjalan keluar ruangan mencari keberadaan Joe dan benar saja yang dikatakan sekertaris Lee.


"Aku akan menyapa Joe dan wanita itu setelah itu tolong antar aku pulang sekertaris Lee" Mulai berdiri dan meletakkan gelas diatas meja yang sudah kosong


"Tapi Nona terlihat kurang sehat bagaimana kalau saya memanggil Tuan Muda kemari jadi Nona tidak perlu berjalaan kesana" Joe menahan Yuna yang akan berjalan


"Tidak usah itu terlalu berlebihan, aku hanya seorang pegawai sekertaris Lee"


Hati anda pasti sangat sakit Nona


Yuna mulai berjalan pelan kearah Joe diikuti Lee dibelakangnya dan beberapa kali Yuna kehilangan keseimbangannya.


Bruuuukk


Yuna terjatuh pingsan untuk saja Lee segera menahan tubuh Yuna disaar yang sama ketua berteriak sangat keras.


"Joooooeee..... Plaakkkk" tamparan keras mendarat di pipi Joe "APA YANG KAMU LAKUKAN HAH? APA KAMU MAU MEMBUNUH MENANTUKU SECARA PERLAHAN! LIHAT ITU DIA PINGSAN MELIHATMU DENGAN WANITA LAIN APA KAU LUPA DIA MENGALAMI CIDERA DIKEPALA NYA"


Ketua pergi menghampiri Yuna yang sudah pingsan dan wajah nya sangat pucat saat memegang tangan Yuna terasa sangat dingin menambah kepanikan diwajah ketua


"Hunny maafkan aku" Joe mendekati Yuna yang bersandar ditubuh sekertarisnya


"Tidak usah kamu sentuh gadis ini" ketua terlihat sangat marah sampai menepis tangan Joe yang akan memegang tubuh Yuan


"Tuan ambulan sudah ada didepan"


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2