
Acara selesai dan para tamu pun mulai meninggal hotel tapi tidak denga Marvel yang ingin beristirahat dihotel sebelum memutuskan pulang.
Yuna yang mendengar permintaan kekasihnya hanya mengangguk setuju dan berjalan menuju kamar hotel yang sudah disiapkan Sekertaris Lee.
Marvel masih gerah dengan sikap sahabatnya yang terang-terangan menunjukan rasa suka kepada kekasihnya. Hal itu membuat Marvel sangat ingin mencumbui kekasihnya entah kenapa setiap dirinya cemburu atas kekasihnya Marvel selalu tiba-tiba bergairah.
Yuna keluar kamar mandi menggunakan kimono handuk karna Marvel meminta untuk mandi agar lebih segar. Melihat Marvel yang sedang duduk Yuna pun berjalan kearah Marvel yang tengah ada disofa.
"Kenapa Hunny apa yang menggangu pikiranmu" Yuna duduk disamping kekasihnya dan menatap lekat mata lelaki yang dicintainya
"Tidak,," Marvel mencium leher Yuna membisikan sesuatu pada Yuna "Aku ingin dirimu seutuhnya" Untuk kesekian kalinya Yuna mendengar keinginan kekasihnya.
"Kita sudah membahas ini sebelumnya, keputusanku tidak akan berubah Vel sebelum menikah itu tidak akan terjadi" Tegas Yuna
"Huh Baiklah biarkan aku mencumbuimu sebentar" Marvel menggendong tubuh Yuna keatas tempat tidur dan mulai mencium bibir kekasihnga dengan lembut dan mendapat sambutan dari Yuna.
Kina Marvel sudah menarik tali kimono yang melingkar dipinggang kekasih hingga dengan jelas bisa melihat betapa mulusnya daerah sensitif milik kekasihnya.
Melihat pemandangan indah didepan matanya membuat Marvel menelan saliva nya berkali-kali.
Tok Tok Tok
Suara ketukan pintu kamar hotel menghentikan aktivitas yang sedang dilakukan Marvel.
Yuna yang mendengar suara ketukan itu langsung merapikan kembali kimono yang tadi dibuka kekasihnya.
__ADS_1
"Arghh sial siapa yang menggangguku" Marvel beranjak dari tempat tidur meninggalkan kekasihnya yang sedang sibuk merapikan kimononya
Marvel membuka pintu dan seorang pria dengan pakaian rapi sedang berdiri membawa buket bunga mawar putih kesukaan kekasihnya.
Pria yang berdiri menatap Marvel penuh selidik karna Marvel terlihat berantakan dan kemeja yang dikenakannya pun sudah tebuka hingga memamerkan dada sexy nya.
"Stev mau apa kau kemari"
"Hanya ingin memberikan ini untuk Nona bukankah dia menyukai bunga mawar putih" Stev menunjukan bunga yang ada ditangannya
"Untuk apa kau memberinya bunga ini"
"Sebagai hadiah kecil Vel, mana Nona apakah dia ada didalam" mencoba melihat keberadaan Flow tapi tidak terlihat karna Marvel membuka pintunya hanya sedikit
"Apa maksudmu Stev" Marvel sudah melayangkan pukulan pada wajah sahabatnya "Apa kau menyukai kekasihku hah"
"Marvel Hentikan..." Teriakan Yuna menghentikan niat Marvel yang kembali akan memukul Stev sahabatnya.
Melihat Flow keluar hanya menggunakan kimona membuat Stev mulai berpikir negatif ditambah pakaian yang digunakan Marvel pun berantakan.
"Flow aku hanya ingin memberikanmu hadiah kecil ini untukmu " Menyodorkan bunga mawar yang sudah sedikit rusak karna terjatuh
Marvel benar-benar emosi melihat lancang sahabatnya yang masih berani memberikan bunga kepada kekasihnya.
Marvel mengambil bunga dari tangan Stev lalu melemparkan cukup jauh.
__ADS_1
"Marvel hentikan ada apa ini kenapa kau memukul sahabatmu sendiri"
"Dia baru saja memberitahuku kalau dia menyukaimu"
"Hah... tidak tidak ini pasti hanya salah paham" Yuna mencoba menenangkan kekasihnya yang benar-benar terlihat emosi
"Itu benar Flow aku memang menyukaimu saat kita pertama bertemu ditaman waktu itu" Ucapan Stev bagai petih disiang hari untuk Yuna
"Kau berani sekali Stev akan ku bunuh dirimu sekarang juga" Marvel kembali menarik kemeja Stev dan menghujami wajah sahabatnya dengan pukulan.
"Marvel hentikan... Aku tidak mungkin menyukai Stev apalagi memilihnya. Aku milikmu apa kau lupa" Mendengar kalimat yang keluar dari mulut kekasihnya Marvel tersenyum atas kemenangan akan kekasihnya dan tamparan keras untuk Stev.
"Kau dengar apa yang wanitaku katakan,, dia hanya milikku dan 10 hari lagi dia akan menjadi milikku seutuhnya"
Itu tandanya Marvel belum memiliki seutuhnya atas diri Flow. Aku yakin dia gadis yang bisa menjaga dirinya.
Akan ku pastikan Flow menjadi milikku.
"Dengar Marvel Akan ku pastikan Flow akan ku rebut dari pelukanmu dan bahkan Flow Sendiri yang akan meninggalkanmu lalu datang padaku"
"Stev sudah cukup jaga kata-katamu sebaiknya sekarang kau pergi dari hotel ini" Yuna mengusir Stev karna tidak ingin masalahnya jadi lebih panjang.
.
.
__ADS_1
.