Terjerat Cinta Ahjussi Rasa Oppa

Terjerat Cinta Ahjussi Rasa Oppa
Kenyataan


__ADS_3

Hal yang ditakutkan orangtua Yuna sama sekali tidak terjadi karna Yuna mengingat mereka dengan baik seperti tidak ada satu memory pun yang hilang, Meski semua itu belum pasti karna bisa saja ada memory yang hilang.


Setelah mendengar cerita Mirna, Yuna mulai mengingat siapa Karina yang sempat ia lupakan.


Bukan hanya Karina yang mulai Yuna ingat tapi Andi, Andree dan kedua makhluk kecil kesayangannya dengan jelas ada diingat Yuna.


Termasuk Presdir Joe sudah ada di dalam ingatannya bahkan dirinya masih ingat terakhir yang dirinya lakukan dengan Joe.


Joe tidak melakukan larangan pada orang yang menceritakan masalalu Yuna karna itu masih dalam tingkat wajar tidak melebihi batas yang sudah ia tentukan sendiri.


***


Ruang meeting Marvel Group


"Saya meminta kalian datang kesini karna ini tentang Yuna!! mulai besok Yuna akan saya pindahkan ke ruangan khusus untuk dia bisa bekerja merancang setiap desain proyek.


Dan satu hal tentang Yuna tidak ada yang boleh mengungkit masa sulit Yuna sedikitpun!! Apa kalian paham.."


Ada apa ini, kenapa presdir seperti menjauhkan Yuna dari kami.


Mirna sangat ingin bicara tapi bukan kuasanya untuk menyela kata-kata presdirnya.


Hanya menunduk menganggukan kepala atas semua kata-kata presdirnya tanpa penolakan sedikit pun.


"Kalian bisa keluar dan lanjutkan pekerjaan kalian"


****


Ruang rawat rumah sakit


Dengan penanganan dan perawatan para dokter yang di datangkan Joe keadaan Yuna menunjukan perkembangan yang sangat bagus.


Yuna selalu dibuat tertawa dengan tingkah memggemas kan Raina dan Reksa yang setiap hari selalu menjenguknya dan membawa bunga mawar putih salah satu bunga favorit nya. Ternyata bukan hanya Raina dan Reksa yang memberi bunga pada Yuna tapi Presdir Joe sudah lebih dulu selalu mengirim bunga mawar putih setiap hari saat Yuna masih dalam kondisi tidak sadar.


Saat pertama Yuna mulai sadar matanya fokus melihat banyak bunga mawar diruangan rawat nya. Mengetahui bahwa itu semua dari Joe entah kenapa Yuna senang mendengarnya


Bukan hanya karna masalah bunga Yuna jadi senang tapi Joe jadi lebih sering datang menemui dirinya untuk sekedar menemani Yuna makan siang.


Melihat Dari perhatian yang Joe berikan pada Yuna sedikit memberi rasa lega pada orangtua Yuna yang akan segera kembali ke Indonesia karena sudah terlalu meninggalkan anak lelaki nya sendiri di Indonesia.


"Yunaaa gimana keadaan kamu sayang.. "


"Sudah lebih baik bu, Ibu sama Ayah gak usah khawatir"

__ADS_1


"Lusa ibu sama ayah kembali ke Indonesia kasian ade mu kelamaan ditinggal sendiri"


"Iya bu kan besok Yuna juga udah bisa keluar dari rumah sakit jadi bisa anter ibu ke bandara.. "


"Hah kamu udh bisa pulang, kata siapa Yuna.. "


"Kata Tuan Joe kmarin bu... Yuna mnta buat bisa keluar lebih cepat karns bosan di sini lama-lama gak tahan bau obat"


"Hey kamu ini apa-apaan sih sayang kalo belum sehat betul jangan maksa buat pulang dong". Ayah Yuna menatap kesal pada putri nya yang memaksa ingin pulang lebih cepat.


Saat sedang berdebat dengan putri nya pintu ruang rawat Yuna terbuka.


Dan seperti biasa Joe datang, Iya Joe yang datang seperti biasa untuk menemani Yuna makan siang dan membujuk agar mau meminum semua obatnya..


"Apa suster sudah membawa makan siangmu.. " melangkah menuju Yuna yang masih dengan posisi setengah duduk ditempat tidur nya.


"Tuan Joe seharusnya anda tidak usah repot-repot setiap hari datang kesini hanya untuk memastikan saya menghabiskan menu makan siang dan obat yang dibawa suster.. " Yuna menghelah nafas karna lagi-lagi harus minum obat dihadapan Joe.


Hey apa kau tidak tau kalau aku setiap hari menelan obat yang sangat banyak dan sangat pahit sekali rasanya.


Aku tidak akan mati walaupun tidak meminum obat-obat itu Tuan...


Tapi kalau kau datang untuk menyuapi ku aku senang tapi jangan paksa aku terus-terusan menelan benda pahit itu.


"Hey kenapa kau bengong ayo sekarang makan biar aku menyuapi mu.." Joe yang sudah duduk diranjang dan memegang piring yang berisi menu makan siang sudah siap untuk menyuapi Yuna


"Tuan Joe aku sudah bisa pulang besok kan... " Yuna sudah bicara saat makan siangnya belum habis dan hal itu tidak disukai Joe yang langsung membuat Joe melotot pada Yuna.


"Heeyy kau ini sudah ku bilang jangan bicara sebelum makanan mu habis!! setelah habis baru mulai lah bicara"


Yuna yang lupa dengan peraturan dari Joe hanya mengangguk tidak menjawab


"Apa besok aku sudah bisa pulang Tuan Joe.."


"Minum dulu obat mu" membawa baki yang diatas nya banyak obat


"Aku sudah sembuh aku tidak perlu lagi menelan benda pahit itu, aku tidak suka" membuang muka dari Joe dengan membalikkan tubuh membelakangi Joe yang masih duduk disamping Yuna memegang baki obat.


"Kalau aku bisa membantu akan ku bantu agar mengurangi rasa pahit, ini hanya vitamin saja kemarilah minum obat mu" Menarik lengan Yuna


"Aku tidak suka obat Joe" Tiba-tiba Yuna meneteskan air mata saat membalikkan tubuh nya


"Ini hanya vitamin, aku janji kalau rasa nya ini pahit kau boleh memukul ku" sambil mengusap air mata yang membasahi pipi Yuna

__ADS_1


Perlakuan Joe membuat Yuna luluh dan mulai mengambil obat di baki yang dipegangi Joe. Sesaat sebelum Yuna memasukkan obat ke dalam mulut nya Yuna menatap Joe.


Dan...


Langsung ekspresi wajah Yuna berubah dan mendorong Joe karna Yuna hendak pergi ke kamar mandi tidak kuat karns rasa pahit dimulut nya, alih-alih menyingkir Joe malah menarik tubuh Yuna mendekati tubuhnya dan langsung memeluk Yuna erat.


"Telan obatnya Hunny" berbisik ditelinga Yuna


Mendengar kata-kata Joe seolah lupa dengan rasa pahit dimulut nya dan langsung menelan obat yang dimulutnya.


"Hah apa,,, lepaskan pelukanmu Tuan Joe" mencoba berontak melepaskan pelukan erat Joe


"Aku akan menjadi penghilang rasa pahit dan rasa sakitmu"


"iiiishhh apa sih Tuan Joe lepaskan"


"Diamlah sebentar saja"


"Tuan Joe saya mohon... "


"Panggil saya aku dengan nama jangan memanggil ku Tuan"


"Joe.... Arrgghhh"


Tiba-tiba Yuna berteriak karna muncul bayangan samar di kepala nya.


"Yuna,,,,,Yuna.....apa yang terjadi tenanglah tenang Hunny"


Yuna melemah dan pingsang dipelukan Joe.


.


.


Dokter memeriksa Yuna yang belum sadar. Setelah selesai memeriksa Yuna, dokter memberi penjelasan kondisi nya seperti apa.


"Maaf Tuan Joe sepertinya Nona Yuna memang sedang mengalami amnesia dan tadi ada beberapa memory yang hilang tiba-tiba muncul diingatan Nona makannya menyebabkan Nona histeris dan tidak sadarkan diri"


"Lalu apa yang harus saya lakukan dok"


"Membuat memory baru dihidup Nona Yuna"


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2