
"Aku akan tidur disini menemanimu". Membuka kancing jas dan kemejanya dengan sedikit melonggarkan dasi nya.
Yuna yang mengubah posisi nya menjadi duduk menghadap Joe.
"Kemarilah biar ku bantu" Joe mendekatkan tubuhnya agar Yuna membantu membuatnya lebih nyaman dengan baju yang dikenakannya sekarang
"Berani ya kamu mau buka-buka" menggoda Yuna yang sedang membuka kancing jas yang dipakai Joe
"Iiishhhh apa sih Joe" muka Yuna memerah karna ulah Joe yang senang menggoda dirinya terus.
"Aku mengirim Reksa ke sekolah asrama"
"Apa... kenapa? " menatap heran
"Agar dia mandiri dan lebih bertanggung jawab minimal atas diri nya sendiri"
"Tapi kan ada cara lain Joe tanpa harus mengirim Reksa ke sekolah asrama"
"Sudahlah dia akan baik-baik saja Hunny" mengecup kening Yuna dengan lembut
"Lalu Raina.."
"Dia sedang dalam pengawasan untuk mulai menerima pendidikan"
"Pendidikan? Raina masih sangat kecil Joe.. "
"Itu memang sudah waktunya"
Yuna menghelah nafas merasa kasian pada Raina yang masih kecil sudah harus mulai belajar yang belum waktunya.
__ADS_1
****
Andi yang masih belum membuka mulut semenjak meninggalkan ruangan Yuna, membuat teman-teman nya merasa kasian.
Mirna yang menatapan Andree memberi tanda agar berbicara pada Andi malah mendapat penolakan dari Andree dengan menggelengkan kepala nya.
Mirna melotot kesal karna Andree tidak mau membantu nya.
Iissshhh Andree kau ini malah menggelengkan kepala.
Apa yang harus aku lakukan melihat Andi seprti sangat syok melihat kejadian tadi antara Yuna dan Presdir Joe.
Kasian Mas Andi pasti sekarang hati nya hancur gara-gara liat Mba Yuna sama Presdir.
Kirana menatap iba Andi yang dari tadi melamun terus.
"Iya Mas jangan diem terus dong, Kirana gak tega liat Mas kayak gini"
"Ayolah Ndi ngomong, kita nanti bisa tanya sama Yuna gimna kenyataan yang bener nya" Andree menepuk pundak Andi agar mau bicara
Andi masih belum bergeming masih saja bengong sambil memainkan makanan yang ada didepan nya.
Keesokan Hari
Orangtua Yuna yang memang tidak mendapat akses untuk menginap di rumah sakit tempat Yuna dirawat, maka mereka harus tidur di hotel yang sudah disiap kan oleh Sekertaris Lee. Hanya Joe yang memiliki semua akses jadi tidak heran jika dirinya bisa tidur menemani Yuna di rumah sakit.
Ceklek
Suara pintu terbuka dan orangtua Yuna melihat isi ruangan yang masih belum ada sinar matahari masuk padahal hari sudah siang pasti itu karna para suster tidak ada izin untuk masuk membuka kan tirai jendela ruangan Yuna.
__ADS_1
dan kekasih baru Yuna yang masih tertidur dikursi sebelah ranjang Yuna.
Melihat pemandangan itu membuat orangtua Yuna saling menatap dan tersenyum senang.
"Yunaaa, bangun sayang" berbisik pelan ditelinga Yuna agar tidak membuat Joe terbangun.
Yuna mulai perlahan membuka mata nya dan ternyata sudah ada orangtuanya, melirik Joe yang masih tertidur pulas disampingnya Yuna tersenyum senang.
"Ibu sama Ayah sudah lama datang"
"Tidak,, ibu baru sampai Naa, apa Tuan Joe dari semalam tidur disini Naa" masih berbisik pada Yuna
"Iya Bu Joe tidur disini katanya mau nemenin Yuna"
"Apa kalian sudah menjalin hubungan Naa"
"Iya bu"
"Apa kamu mencintainya.."
"Yuna akan mulai mencintai nya bu, ibu jangan khawatir dia orang baik dan sejauh ini dia selalu menjaga Yuna ibu sudah melihatnya sendiri kan.. "
"Semoga kamu selalu bahagia sayang" tersenyum dan mencium kening putri nya yang seperti sudah tidak mengingat akan trauma yang pernah dialami nya dulu.
.
.
.
__ADS_1