Terjerat Cinta Ahjussi Rasa Oppa

Terjerat Cinta Ahjussi Rasa Oppa
Ruang Rawat


__ADS_3

"Hey kamu sudah bangun.." mengusap rambut dikening yang sedikit menutupi mata Yuna


"Kenapa kamu masih disini apa akan memaksa ku untuk menelan obat lagi.. "


"Tidak kamu tida akan menelan obat yang pahit lagi dengan satu syarat.. "


"Syarat apa? jelas aku tidak akan meminum obat lagi karna aku sudah sembuh kan"


"Hey percaya diri sekali anda nona,,, saya sudah membujuk dokter berhenti memberi mu obat"


"Hah benarkah"


"Tentu saja..."


Joe yang bicara sambil memegang tangan Yuna dan tidak ada penolakan dari Yuna.


Yuna terlihat senang kalau dirinya tidak akan minum obat lagi.


Diruangan itu Yuna berdua dengan Joe cukup lama karna sengaja meminta agar tidak ada orang yang masuk dulu menggangu waktu berduanya.


"Nona kau masih memiliki hutang karna aku sudah bicara pada dokter untuk berhenti memberi mu obat-obat pahit"


"Iiisshhh Apa itu"


"Aku ingin kamu menjadi kekasih ku"


Deeeeeeegg jantung Yuna seprti terhenti sesaat saat dengar ucapan Joe.

__ADS_1


"Hah"


"Aku tau kita belum terlalu saling mengenal satu sama lain, tapi percayalah aku akan mencintaimu dengan caraku"


Joe mencium kening Yuna memberi sedikit keyakinan atas penyataan nya.


"Tapi aku.... "


Belum sempat menyelesaikan kata nya Joe sudah ***** bibir Yuna tidak ingin mendengar penolakan dari Yuna.


"Mmmmm Jo.. hentikan nanti ada yang datang kesini" medorong Joe agar menghentikan tindakannya


"Biarkan saja siapa tau setelah melihat yang kita lakukan kita langsung diminta untuk menikah"


"Iiisshhhh ngaco deh"


"Aku ingin kamu menjadi kekasihku Yuna" menatap lekat mata Yuna dan terus mendakat ke wajah Yuna hanya berjarak beberapa cm saja.


"Aku tidak akan berhenti sebelum mendapat jawaban langsung dari mu"


Saat senang sedang menjaili Yuna tiba-tiba pintu ruangan terbuka ternyata kedua orangtua Yuna telah kembali dari makan siangnya.


Dan melihat posisi wajah Joe sangat dekat dengan wajah Yuna, Joe yang melihat ada orang datang bukan nya mengubah posisi wajahnya malah tidak bergeming membuat wajah Yuna memerah karna malu ada ada orangtua nya disini.


"Aduuuh kayaknya kita datang diwaktu yang kurang tepat Bu" Goda ayah nya melihat wajah putri memerah karna ulah lelaki disamping nya.


"Joe ada Ayah sama Ibu aku malu, menyingkirlah" berbisik pelan ditelinga Joe yang memang sangat dekat

__ADS_1


"Jawab dulu pertanyaanku tadi"


"Joee aku mohon menyingkirlah" geram dengan ulah presdirnya yang tidak tau malu.


"Jawab Yuna, semakin lama kamu tidak menjawab semakin lama orangtua mu melihat adegan ini"


"Baiklah Baiklah aku akan jadi kekasihmu"


"Terimakasih Hunny" lagi-lagi mencium kening Yuna ke dua kalinya dan lebih parahnya dihadapan kedua orangtua Yuna


"Kami jadi lega ninggalin Yuna bersama anda Tuan Joe, tolong jaga putri kami buat dia selalu tersenyum"


Melihat dari cara mencium kening Yuna, Joe memang terlihat tulus dengan keputusan menjadikan Yuna sebagai kekasihnya.


Yuna yang Mendengar kata-kata yang di ucapkan orangtuanya sungguh tidak percaya kenapa mereka bisa percaya pada Joe.


Ayah ini tidak benar...


Tapi kenapa Joe tiba-tiba memintaku menjadi kekasihnya lalu bagaimana dengan ibi Raina dan Reksa yang akan melabrak ku dan menuduhku menjadi pelakor dalam rumah tangga nya.


Arrgghhhh kenapa ini kenapa bisa seprti ini jadi nya..


Bisa gila aku...


Tuhan help me..


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2