Terjerat Cinta Ahjussi Rasa Oppa

Terjerat Cinta Ahjussi Rasa Oppa
Daddy Raina & Reksa


__ADS_3

"Kemarilah Tuan" Tangan Yuna membuka lebar memberi ruang agar bisa memeluk Reksa


"Iiiishhhh selalu aja ikut-ikutan peluk Aunt" kesal harus berbagi pelukan dengan Reksa kakak nya sendiri.


"Hey sangat serakah anak kecil, weeeeee" Reksa mengejek adiknya


Apa yang sedang aku lihat sekarang ini mimpi bagaimana bisa kedua anak ku terlihat bahagia berada dipelukan gadis itu.


Mungkin mereka merindukan pelukan seorang ibu, Arrrghhh sudahlah lupakan itu.


"Hey berhentilah bertengkar atau lepaskan pelukan kalian, Aunt tidak mau dipeluk kalian yang terus berisik membuat Aunt pusing". Yuna sudah sangat paham kelakuan adik kakak ini yang selalu berebut ingin dipeluk dirinya. Dan benar saja mereka berhenti bertengkar


"Aunt Yunaaa ternyata kerja disini" Tanya Reksa mulai melepaskan pelukan nya dan berdiri disamping Yuna


"Iya Tuan kecil" mengusap pipi Reksa


"Raina,,, Reksa"


Seolah lupa dengan keberadaan Joe, Yuna yang dari tadi sibuk bicara dengan dua anak kecil dihadapan nya.


Raina yang mendengar suara itu langsung melepaskan pelukan nya tapi tidak pergi menjauh dari sisi Yuna.


"Yes Daddy.. " Reksa menatap lekat Daddy nya


"Duduklah dikursi yang ada dipojok sana, daddy ingin bicara tentang pekerjaan dengan Aunt Yuna kalian"


"No Dadday No" Merengek tak ingin jauh dari Yuna, Raina mulai cemberut lagi

__ADS_1


"Hey Tuan putri dan Pangeran Aunt duduklah dikursi itu sambil makan buah yang sudah Aunt bawa untuk kalian makan" Bujuk Yuna


"Buah? "


"Yes pergi ambil lah dilemari pendingin itu"


"Tapi dari mana Aunt tau kalau kita akan kesini sampai Aunt menyiapkan buah untuk kita? "


"Tentu saja Aunt tau, karna Aunt bermimpi akan bertemu kalian disini"


"Benarkah..." Raina terus saja bertanya sementara Reksa hanya diam melihat cara lembut dan sabar Yuna berbicara pada adik nya


"Apa anda mulai tidak percaya Tuan putri?"


"Tentu saja aku percaya"


Tidak menjawab malah berbisik pada Yuna dan tidak ada yang tau apa yang Raina bisikan pada Yuna.


"Baiklah pergi ambil buah nya dan makan dengann baik"


Bahkan Reksa dan Raina mau makan buah yang sebelumnya snagat susah untuk memakan buah.


Tapi gadis itu dengan mudah membuat Reksa dan Raina menurut.


Pemandangan yang sungguh membuat hatiku tentram.


Terimakasih Tuhan telah membuat Reksa dan Raina bahagia, jangan jauhkan mereka dari wanita yang telah membuat mereka bahagia seperti saat ini.

__ADS_1


Semua orang yang melihat pemandangan yang barusa saja terjadi sangat tersentuh dan terharu dengan ke lembutan sikap Yuna pada anak kecil.


Mirna, Karina, Andree dan Andi merasa kagum sekaligus heran dari mana Yuna bisa kenal dan sedekat itu dengan anak dari Presdir joe.


"Nona Yuna, Presdir ingin tau sampai sejauh mana proyek yang anda tangani sudah berjalan?" Ucap Lee si sekertaris bermuka datar itu


Sementara mendengar pertanyaan itu Yuna maju beberapa langkah menuju area kerja nya.


"Baik Tuan, tunggu sebentar"


Yuna berjalan ke arah meja mengambil beberapa lembar kertas yang tidak lain adalah berkas proyek Yuna.


Yuna langsung memberikan berkas itu kepada sekertaris Lee.


"Nona Tuan ingin mendengar penjelasan secara rinci nya"


"Baiklah... "


Yuna menjelaskan dari awal sampai selesai sudah sampai proyek nya berjalan.


Melihat tidak ada bantahan ataupun pertanyaan ditengah dirinya sedang menjelaskan Yuna berpikir kalau Presdir Joe puas dengan penjelasan nya.


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2