
Sedih sekali nasibku harus menemani sepasang kekasih yang akan memadu nikmatnya surga dunia.
Apa yang sebenarnya ada dipikiran Marvel memintaku untuk ikut ke mansion menemani nya yang akan melakukan ritual malam pertama.
Arghh dasar kau sangat menyebalkan Marvel..
Sekertaris Lee terlihat kesal karna boss sekaligus sahabatnya meminta dirinya ikut ke mansion tempat Marvel akan tinggal bersama istrinya nanti.
Lee terus saja menatap sahabatnya dengan tatapan sinis dan sangat ingin mengacak-acak rambutnya sementara Marvel sedang sibuk dengan laptop yang ada didepannya tidak menyadari ada pasang mata yang sedang memandangnya kesal.
Lee menarik nafas panjang mencoba menenangkan dirinya agar tidak terlihat kesal karna akan berbicara kepada Marvel.
"Tuan Muda apa anda sudah melihat email masuk dan ada 2 perusahaan besar yang menginginkan rancangan Nona Muda" Sekertaris Lee yang tengah duduk di sofa dan sedang menatap layar laptopnya mulai bicara
"Benarkah, aku belum melihatnya.. Bagaimana menurutmu" Marvel menghentikan aktivisa dengan laptopnya lalu mengambil gelas yang berisi air lalu meminumnya sesaat setelah berbicara dengan sekertaris Lee
"2 perusahaan ini cukup bagus dan memiliki omset yang cukup bagus. mereka juga sudah memberi angka yang cukup tinggi tapi mereka meminta Nona Muda langsung yang memantau proyek yang mereka minta"
"Iiisshh terlalu banyak permintaan, tahan dulu saja karna Nona terlihat tidak terlalu tertarik tapi jika dia tertarik kita akan mengambilnya"
"Baik Tuan Muda"
Sekertaris Lee kembali sibuk dengan laptop didepannya memeriksa laporan masuk dan email masuk yang berkaitan dengan beberapa kontrak rancangan milik Nona Muda.
Marvel meminta Sekertaris Lee untuk bekerja diruangannya karna untuk membantu pekerjaan Marvel yang cukup banyak.
Marvel kembali sibuk dengan laptopnya memeriksa laporan keuangan yang dikirimkan melalui email karna Marvel sudah tidak ingin banyak tumpukan berkas dimeja nya.
__ADS_1
Kediaman Yuna
Tubuh terasa sangat relax...
Lebih baik aku keruang kerjaku, aku masih penasaran dengan email yang masuk kemarin.
Yuna sudah naik ke lantai atas dan memasuki ruang kerjanya. lalu langsung membuka email yang kemarin belum sempat dibaca semua.
Yuna mulai menatap layar laptopnya terlihat fokus dengan tulisan yang muncul dilayar.
2 perusahaan ini bukankah perusahaan besar dan saling bersaing dipasaran.
Terlihat menarik jika aku mengambil dua-dua nya apa Marvel akan setuju, kemarin saja dia terlihat kurang memberi lampu hijau untuk proyek ini.
Setelah pernikahan aku akan membahas tentang proyek ini, kalau sekarang Marvel akan memberi respon penolakan.
Yuna berjalan keluar dari ruang kerjanya dan masuk kekamar pribadinya sebelum memutuskan untuk istirahat Yuna menlfon kekasihnya yang ternyata masih dikantor mengerjakan pekerjaan yang cukup banyak.
Tut Tut Tut
"Hallo.. apa kau masih dikantor..?"
"Ya aku sedang menyelesaikan pekerjaanku, bagaimana harimu..?"
"Hey istirahatlah jangan terlalu memaksakannya, aku tidak ingin kau terlalu lelah"
"Tenang saja ada Sekertaris Lee dan Sekertaris Lin yang membantu, ya walaupun Linsa sudah pulang lebih dulu"
__ADS_1
"Baiklah setelah itu cepatlah pulang.. Aku akan beristirahat. Aku merindukanmu Tuan Muda"
"Baiklah aku akan segera pulang, Aku lebih merindukanmu Tuan Putri dan aku sangat mencintaimu.. "
"Aku juga sangat mencintaimu"
Tut Tut Tut Tut
Sambungan telfon sudah terputus dan Yuna tidak mendengar kekasihnya merengek ingin bertemu.
Yuna sudah berbaring ditempat tidur dan mulai memejamkan kedua matanya. Sementara Marvel dan Sekertaris Lee masih sibuk dengan pekerjaan yang akan Marvel tinggalkan untuk waktu cukup lama.
Marvel lebih memilih melanjutkan pekerjaannya dirumah karna agar lebih leluasa.
***FYI
Hallo..
Untuk hari Senin-Jumat Authoor paling bisa up 1-2 bab saja jadi mohon bersabar ya..
Untuk weekend diusahakan lebih dari hari-hari biasa ya..
Dan diusahakan setiap hari up ya..
Jangan lupa like, comment, Vote dan Rate bintang 5 ya..
Thank You For Reading ☺***
__ADS_1