
Pagi hari dirumah mewah milik Yuna seperti biasa Marvel selalu terbangun karna kecupan mesra yang diberikan kekasihnya.
"Bangunlah"
Yuna beranjak membuka jendela yang masih tertutup dan menghirup udara segar dibalkon kamarnya.
Pemandangan indah sudah tersuguh saat jendela terbuka, bagi Marvel pemandangan indah itu adalah seorang wanita yang setiap pagi selalu berdiri dibalkon kamar dengan senyuman manis yang menghiasi wajah cantiknya.
Marvel beranjak dari tempat tidur untuk pergi kekamar mandi meninggalkan keindahan dunia miliknya.
Saat Marvel memasuki ruang ganti seperti biasa pakaiannya sudah tersedia.
Kemana dia...
Marvel menyapu seluru sudut ruangan tapi matanya tidak menangkap yang dicarinya.
Tiiiiiiittttttt
"Morning Hunny.. " Sosok wanita cantik memasuki kamar dengan membawa baki berisi sarapan
"Hey apa yang kau lakukan kenapa tidak meminta pelayan yang membawakan" Mengambil baki dari tangan kekasihnya lalu menyimpannya diatas meja
"Ini hal mudah,, sudah kemarilah akan ku pasangkan dasimu"
Marvel menghampiri kekasihnya dan berdiri dengan memeluk tubuh kekasihny.
"Aku tidak bisa menemani ke bandara tapi aku akan mengirim Sekertaris Lin untuk menemanimu"
"its ok,, Apa malam ini kau akan tidur disini..?"
"Kau ingin aku menemanimu lagi" tersenyum mesum menggoda kekasihnya
"Bukan seperti itu,, Malam ini sampai pesta pernikahan kita keluargaku akan tinggal disini" mendengar ucapan Marvel wajah Yuna langsung memerah karna malu
"Ah baiklah aku hanya akan mampir untuk makan malam dan menyambut calon mertuaku setelah aku akan beristirahat dirumah"
"Selesai,, Ayo sarapan aku sudah membawa roti untukmu"
Dasi sudah terpasang begitu rapi tapi Marvel tidak bergeming saat kekasihnya mengajak untuk sarapan.
Marvel memeluk erat tubuh kekasihnya dan menghirup dalam aroma tubuh yang selalu membuatnya tenang.
"Hunny..." Marvel memberikan kecupan selamat pagi dibibir kekasihnya dan melanjutkan dengan m*****t bibir kecil itu dengan sangat rakus "Stop Stop ini sudah siang kau bisa terlambat dan mungkin sekertaris Lee sudah menunggumu dibawah"
"Apa kau lupa aku pemiliki kantornya"
"Ah iya kau benar aku sudah melupakan hal yang begitu penting"
"Jadi biarkan aku menikmati milikku sebentar lagi" Saat Marvel akan kembali mencium bibir kecil itu terhenti karna jari-jari Yuna menahan bibir kekasinya
"Marvel come on"
"Kau selalu membuatku gemas, hari ini kau lepas dariku tapi setelah menikah habislah dirimu"
Yuna tertawa cukup keras karna melihat kekasihnya sedang merajuk dan melontarkan kata-kata yang membuat geli.
Setelah sarapan selesai Marvel menuruni tangga dan sudah terlihat Sekertaris Lee menunggu didepan pintu.
__ADS_1
"Semoga harimu menyenangkan Hunny" Mendapat ciuman dikening Yuna tersenyum dan melambaikan tangan saat mob mewah yang membawa kekasihnya melaju keluar gerbang rumahnya.
Marvel lihatlah kau terlalu berlebihan memperlakukanku untuk apa kau memasang banyak patung disudut rumah ini.
Dengan jelas patung yang berdiri didekat gerbang itu belum tentu bisa dilewati orang jahat yang ingin memasuki rumah ini.
Semenjak kepulangannya dari Singapura Marvel memperketat penjagaan dirumah pribadi Yuna jadi tidak heran banyak patung (bodyguard) disetiap sudut rumah.
Bandara xxx
Jadi ini aturan yang dimaksud Marvel tadi malam, untuk apa Marvel menyuruh semua patung ini mengikutiku.
Stev di Singapura kenapa dia harus seposessive ini padaku.
Sesuai perintah Marvel saat Yuna memasuki bandara sudah berdiri lelaki dan menyambutnya dengan sangat hormat.
"Selamat datang Nona Marvel,, sesuai perintah dari Tuan Muda anda diminta untuk menunggu diruangan yang sudah kami siapkan mari ikuti saya"
Dan ini apalagi..
Aku harus menunggu diruangan bagaimana bisa aku menyambut keluargaku..
Huh Tuan Muda..
Sudah hampir 30 menit Yuna menunggu diruangan itu dengan memainkan ponsel pintarnya.
"Maaf Nona Marvel Tuan Muda menyiapkan kejutan untuk anda mari ikut dengan saya" Seorang lelaki dengan pakaian rapi seragam bandara memasuki ruangan hanya ada dirinya dan Sekertaris Lin
"Benarkah.. " Yuna beranjak dan tanpa disuruh Sekertaris Lin pun ikut berdiri untuk mengikuti Nona Mudanya
"Maaf Sekertaris Lin tapi Tuan berpesan dia hanya ingin berdua dengan Nona Muda"
Tuan Muda memang sangat sulit ditebak nya bahkan dia sudah berpesan agar aku selalu ada disamping calon istrinya karna dirinya akan ada meeting kolega pentingnya.
Tapi ternyata dirinya ada disini..
Huh..
Yuna berjalan mengikuti lelaki itu menuju sebuah ruang tunggu vvip disudut lain yang ada dibandara.
"Silahkan Nona Tuan sudah menunggu didalam"
"Terimakasih"
Yuna masuk dan pintu langsung tertutup kembali. Ruangan ini sangat tertutup karna salah satu fasilitas vvip yang ada dibandara berbeda dengan ruangan tempat Yuna menunggu sebelumnya.
"Stev.. " Kedua mata Yuna membulat penuh melihat orang yang sedang menunggunya ternyata bukan kekasihnya
"Senang bisa bertemu kembali Flow.. " Stev bangun dari duduk nya lalu berjalan menghampiri wanita yang disukainya
"Apa sebenarnya mau Stev, aku tidak ingin Marvel marah dan mencelakaimu"
"Kau mengkhawatirkanku Flow.. "
"Bukan itu maksudku, aku hanya tidak ingin kekasihku mendapat masalah jika dirinya mencelakaimu. Biarkan aku pergi Stev" Yuna berbalik mencoba membuka pintu tapi sia-sia karna pintu itu sudah terkunci
"Apa,, bahkan setelah Marvel menghapus ingatanmu pun kau masih membela nya"
__ADS_1
"Apa maksudmu Stev" kedua mata Yuna kembali membulat setelah mendengar perkataan Stev
"Bahkan namamu sendiri kau tidak mengingatnya, apa kau ingat siapa namamu dan maksud kedatangan mu ke Singapura apa kau mengingat semua itu bahkan kau tidak pingsan hari dimana Marvel membawa menemui Dokter Crish apa kau tidak mengingat itu semua"
"Arghh cukup hentikan Stev, omong kosong apa yang sedang kau bicarakan" Yuna menahan rasa sakit dikepalanya dan muncul beberapa bayangan samar yang tidak bisa Yuna ingat.
Pandangan Yuna mulai kabur dan berubah menjadi gelap, Yuna pingsan dengan sigap Stev bisa menahan tubuh Yuna hingga tidak terjatuh, seolah Stev sudah paham apa yang akan terjadi pada Flow.
"Hapus semua rekaman cctv yang ada dibandara ini"
"Baik Tuan Muda, Mobil anda sudah menunggu didedapan"
"Bagus pastikan semuanya bersih tidak ada jejak"
"Sesuai perintah anda Tuan Muda"
Stev pergi meninggalkan Bandara 1 jam sebelum semua pengawal menyadari sudah kehilangan Nona Muda mereka. Sesuai informasi yang dirinya dapat para pengawal lebih banyak berjaga dipintu utama Bandara tapi Stev keluar membawa Flow melewati pintu lain.
Ruang Meeting MG
"*Sekertaris Lee bagaimana dengan Nona Muda apa dia sudah kembali kerumah"
"Sebentar Tuan saya belum menerima laporan apapun dari Sekertaris Lin, Saya akan menghubunginya dulu*"
Sejak pertama mulai meeting Marvel sama sekali tidak fokus terus saja memikirkan kekasihnya yang sedang berada diluar.
Sekertaris Lee sudah berada diluar ruang meeting dan mencoba menghubungi Sekertaris Lin.
"*Lama sekali kau menjawab telfonku Sekertaris Lin"
"Ah maaf Tuan Lee saya sedang menyambut keluarga Nona yang baru saja tiba"
"Baiklah segera bawa mereka kerumah Nona Muda"
"Apa saya harus meninggalkan Nona Muda disini Tuan Lee*.."
"*Apa maksudmu meninggalkan Nona disana"
"Nona sedang bersama Tuan Muda Sekertaris Lee"
"Mana mungkin Tuan Muda sedang meeting disini*"
Mata Sekertaris Lin membulat dan langsung berlari menuju bodyguard dan membisikan sesuatu. Keluarga Yuna yang melihat kepanikan dari Sekertaris pribadi Yuna mulai bertanya apa yang terjadi.
Dengan tenang Sekertaris Lin meminta supir dan dua bodyguard mengantar keluarga Yuna pulang menuju rumah pribadi milik Yuna.
Atas perintah Sekertaris Lin semua bodyguard mulai mencari keberadaan Yuna tapi tidak menemukannya dan setelah memeriksa rekaman cctv pun tidak ada rekaman yang menunjukan keberadaan Yuna.
Habislah aku...
Tuan Muda pasti akan membunuhku jika terjadi sesuatu pada Nona Muda..
Nona anda dimana, kembalilah selamatkan hidupku...
.
.
__ADS_1
.