
Yuna yang baru selesai mandi, keluar dengan jubah mandi yang digunakan dengan asal hingga memperlihatkan tato yang dibuat Daniel dibagian dada. Yuna mengacuhkan sepasang mata yang tengah memandangnya tanpa berkedip dan lebih memilih duduk didepan meja rias untuk mengeringkan rambutnya yang basah.
"Butuh bantuan"
Daniel bangun dari duduknya berjalan menghampiri istrinya yang hanya memberi senyuman atas tawaran yang ditawarkan suaminya. Dengan telaten Daniel mengeringkan dan menyisir rambut Yuna yang terurai panjang, Daniel mematikan hairdryer dan menggendong Yuna ke sofa untuk sarapan tidak memperdulikab rambut Yuna yang belum benar-benar kering.
"Arrhhh Baby apa yang kau lakukan..?" Yuna berteriak dengan suara tidak terlalu keras dan membuat Daniel hanya tersenyum.
"Sarapanmu keburu dingin Baby"
"Apa kau yang menyiapkannya..Yummy.."
"Duduk manislah aku akan menyuapimu" Daniel mengambil sendok dari tangan istrinya
"Iiisshh kenapa kau yang memakannya"
Yuna mengerucutkan bibirnya karena kesal sarapannya dimakan Daniel.
Saat Yuna sedang cemberut Daniel mendekatkan mulutnya dan memindahkan pancake kemulut Yuna, wajah Yuna seketika menjadi merah merona karena cara Daniel menyuapinya menggunakan mulutnya.
Disuapan terakhir Yuna mendapatkan ciuman nakal dari Daniel, tidak ada penolakan saat Daniel mencium bibirnya tapi saat Daniel akan melajutkan Yuna melepaskan ciuman Daniel.
"Aku belum minum Tuan DaMi" Yuna mengambil gelas yang berisi susu dan meneguknya hingga habis.
Daniel menarik dagu Yuna dan kembali mencium bibir mungil istrinya, Daniel merasa tergoda dengan sisa susu yang ada di ujung bibir istrinya sehingga gairahnya kembali bangkit tak tertahan.
"Ahh stop By, lihatlah rambutku saja masih basah masa kau mau melakukannya lagi" Rengek Yuna yang masih merasakan lelah karena ulah Daniel tadi malam.
Daniel tidak menggubris rengekan istrinya malah menarik Yuna ke atas pangkuanya dan..
Blesshh..
"Arrhhhhh" Desah*n Yuna kembali terdengar saat Daniel menuntun tubuh Yuna untuk menduduki senjatanya. Posisi ini membuat Yuna jauh lebih merasakan area sensitifnya sangat penuh dan kembali merasakan nyeri.
"Relax Baby, kau akan terbiasa dengan junior...gerakan secara perlahan" Daniel sangat menikmati junior nya yang terasa dipijit dan dihisap oleh otot-otot yang ada diarea sensitif milik istrinya.
Yuna menuruti setiap perkataan yang dikatakan Daniel, dan lama kelamaan Yuna dibuat sangat basah karena Daniel tidak diam melainkan mencium dan menjil*t setiap inci tubuh Yuna hingga sedikit menghilangkan rasa nyeri. pergulatan berlangsung hingga dua jam dimana Yuna yang memegang kendali dan pencapaian didapat secara bersamaan yang kembali meninggalkan tato yang kini dibuat dileher Yuna.
"Thank you Baby, Again?" Daniel mencium pundak Yuna yang dibasahi keringat hasil dari pergulatan yang baru saja usai.
"No Baby please.." Yuna menyandarkan tubuhnya pasrah diatas tubuh Daniel yang duduk disofa.
"Haha Baiklah, istirahatlah"
Ingatan Daniel kini dipenuhi kenikmatan yang diberikan oleh tubuh istrinya hingga lupa jika ada tamu yang tengah menunggu dibawah.
Tok Tok Tok
"Ada apa..?" Tanpa diketahui Daniel ada sebuah tombol didalam kamar itu untuk melihat setiap cctv yang terpasang disetiap sudut ruangan dan memberi akses untuk berbicara tanpa keluar kamar.
"Maaf Nona apa anda mau menemui tamu yang sudah menunggu anda hampir 2 jam..?" Pelayan wanita tengah berdiri dibalik pintu dengan menundukan wajahnya walaupun tidak ada sosok majikannya disana.
"Tamu..?" Yuna menatap Daniel dan melihat cctv untuk mengetahui sosok yang tengah menunggu diruang depan.
Marvel.. (Batin Yuna)
Marvel.. (Batin Daniel)
"Aku akan menemuinya 30 menit lagi"
"Baik Nona"
Yuna kembali menekan tombol hingga membuat semua gambar hilang dilayar besar yang ada disamping kiri sofa. Dan Yuna menatap Daniel yang sedang memandang dengan tatapan sangat sinis.
"Apa yang kau lakukan..?"
"Menyelesaikan semuanya agar kau tidak terus terbakar cemburu"
"Maksudmu..?"
"Nanti kau akan tahu, kau akan menemaniku atau...?"
"Pertanyaan bodoh apa itu"
__ADS_1
"Haha tenanglah jika dirimu bersikap manis kau boleh mengurungku dikamar semaumu,,, Aku akan menyiapkan pakaianmu"
"Ingat semauku.."
"Iya.."
Daniel dibuat kesal dengan kedatangan Marvel, karena bagaimana pun dia lelaki yang pernah menyentuh istrinya dan lelaki yang membawa bahaya mendekati Yuna.
Dengan sangat terpaksa Daniel mengizinkan istrinya untuk menemui mantan suaminya tapi itu semua demi ketentraman rumah tangganya dengan Yuna, Yuna menuruni tangga dengan dipeluk oleh Daniel dan disana sudah ada Marvel dan Sekertaris Lee yang duduk di sofa.
Marvel melihat Yuna yang sedang menuruni tangga dengan wajah yang terlihat jelas memperlihatkan rasa lelah. tapi masih ada senyuman diwajah itu karena Daniel tengah membisikan sesuatu pada Yuna yang membuatnya tersenyum.
Hei kakak ipar sepertinya kau jauh lebih ganas dari mantan suami istrimu, baru satu malam saja kau sudah membuat wajah kakak ipar yang cantik itu menampakkan rasa lelah yang luar biasa.
Kau pasti membuatnya tidak tidur semalaman ini..
Arghhh aku jadi merindukan wanitaku, malam ini aku juga akan bersenang-senang dengan adikmu kakak ipar.
Maafkan aku yang melanggar petuahmu.. (Batin Lee)
"Hal apa yang membawa anda datang ke Mansionku Tuan Muda Marvel..?"
Deg
"Maaf telah mengganggu waktu anda bersama suami anda Nona Morisa"
"Tidak masalah, jadi?"
"Ini mengenai beberapa rancangan yang.."
"Jangan harap istriku akan kembali kekantormu dan kau leluasa mendekatinya"
"Ssstt By,, Ingat apa yang akan dirimu dapat jika dirimu tenang"
Daniel bisa tenang saat mengingat imbalan yang dirinya dapatkan yang artinya Yuna akan menuruti semua kemauannya tanpa ada penolakan sedikit pun.
Aku akan benar-benar mengurungmu (Batin Daniel)
"Untuk semua urusan yang bersangkutan dengan MG aku sudah menyerahkannya pada Kirane Milan adik iparku"
"Pengalihan kuasaku atas MG dilakukan dihadapan Tuan Smith ayah anda Tuan Muda"
"Kirane tidak tahu apa-apa tentang semua rancangan MG" Tegas Marvel yang tidak ingin orang lain yang menangani setiap rancangannya.
"Adik iparku sudah sangat paham"
"Omong kosong"
"Sebentar"
Tuuuuuut Tuuuuuut..
"Bisa kau datang ke Mansion sekarang..?"
"Baiklah"
Tut Tut Tut..
Yuna yang benar-benar ingin menjauh dari Marvel harus melepas semua rancangannya dan diberikannya pada Kiran adik iparnya yang sama-sama bergelut dibidang yang sama.
"Maria..."
"Ya Nona Muda.."
"Kau ambilkan berkas yang ada diruang kerjaku"
"Baik Nona Muda"
Pelayan wanita itu sudah membawa berkas yang diminta Yuna dan Yuna memberi isyarat untuk memberikannya pada lelaki yang duduk dihadapannya.
"Terimakasih kau boleh pergi.."
"Baik Nona Muda"
__ADS_1
"Kau ingat selain rancangan milik MG ada rancangan dari perusahaan xxx yang selalu dilirik para pengusaha. Ya rancangan milik Mrs.KiMi yang selalu mencuri perhatian para pengusaha bahkan dirimu sempat mengatakan rancangan Mrs.KiMi sangat bagus sudah setara dengan rancangan yang selalu dikeluarkan MG."
"Lalu..." Marvel terlihat masih belum mengerti arah pembicaraan Yuna.
"Mrs. KiMi adalah Kirane Milan adik iparku dia orangnya"
Kirane yang sudah datang langsung berjalan menghampiri Yuna yang tengah duduk disamping kakaknya.
"Senang bisa menjadi bagian dari perusahaan anda Tuan Muda Marvelous Joesee" Kirane menyalami Marvel dengan santai
"Semua sudah jelas jadi anda bisa melanjutkan perbincangan ini dengan pengganti saya"
"Untuk proyek Indonesia..?"
Deg
"tetap Mrs.KiMi yang menghandle nya tapi saya akan hadir dipameran yang akan berlangsung 2 bulan karena kebetulan pameran itu berlangsung satu hari setelah resepsi pernikahan saya dengan suami saya"
Deg
Proyek Indonesia adalah proyek yang akan dijadikan sebagai penghancur untuk lelaki yang sebelumnya telah menyakiti Yuna tapi Yuna mengurungkan niatnya karena itu semua tidak ada untungnya bagi Yuna.
Sementara Marvel dibuat terkejut mendengar masalah pameran karena seharusnya satu hari sebelum pameran adalah resepsi pernikahannya dengan Yuna.
"Tuan Muda DaMi.." Seorang pelayan membawa baki berisi air putih dan ada beberapa butir vitamin diatasnya.
"Obat apa itu..?" Yuna menatap pelayan itu dengan penuh tanda tanya
"Itu vitamin untuku Baby" Daniel mengusap lembut pipi istrinya tengah kebingungan.
"By.. kau tahu aku tidak suka itu"
"Aku akan membantumu dengan ini" Daniel menunjuk bibirnya
Deg
Marvel mengingat kejadian 2 tahun lalu dimana dirinya membantu Yuna meminum obat menggunakan mulutnya. Tapi kini Daniel yang akan melakukannya, hati Marvel sangat direla membayangkan bagaimana Daniel melakukan hal itu pada wanita yang masih sangat dicintainya.
"Bawakan itu kekamar, istriku akan meminumnya disana"
"Baik Tuan DaMi"
"Kirane kakak harap kau tidak mengecewakan kakak iparmu, kakak akan beristirahat dulu"
"Beristirahatlah jangan terus mengerjai kakak iparku"
"Dia istriku"
"Jangan membuat Mami memarahimu karena telah membuat kakak ipar kelelahan"
.
.
.
.
FYI
Hallo..
Untuk hari Senin-Jumat Authoor paling bisa up 1-2 bab saja jadi mohon bersabar ya..
Alasannya karena Authoor kerja..
Untuk weekend diusahakan up setiap lebih dari hari-hari biasa ya..
Dan diusahakan setiap hari up ya..
kemungkinan Authoor akan sering up malam ya..
Jangan lupa like, comment, Vote dan Rate bintang 5 ya..
__ADS_1
Ditunggu Juga masukan nya ya..
Thank You For Reading ☺