Terjerat Cinta Ahjussi Rasa Oppa

Terjerat Cinta Ahjussi Rasa Oppa
Persiapan


__ADS_3

Bruukkkkk


Joe membuka pintu dengan kasar dan saat pintu terbuka dirinya sudah melihat Yuna sedang bekerja.


Yuna yang melihat kedatangan Joe tidak menyambut atau memberi reaksi apapun.


"Kenapa kamu sudah bekerja" berjalan mendekati Yuna yang tengan memandang layar laptop nya


"Untuk menyelesaikan rancangan terakhir" Yuna yang tidak memberi tanggapan seperti biasanya langsung menyulut emosi Joe karna merasa dirinya diacuhkan. "Arghh Joe sakit" Joe yang menarik kasar tubuh Yuna yang sedang duduk membuat Lee yang menyaksikan itu langsung keluar menutup pintu ruangan Yuna.


"Kenapa kau terus mengacuhkan ku" menarik tubuh Yuna lebih dekat sehingga tidak ada jarak lagi


"Masih belum sadar hah" menatap kesal wajah Joe


"Itu hanya sebuah lelucon, percayalah"


"Aku tidak peduli, terser.... " Joe melakukan aktivitasnya yang selalu membuat Yuna terhenti bicara


"Percayalah" memberi sedikit ruang untuk Yuna bernafas dan masih tetap melanjutkan aktivitasnya walau Yuna sudah beberapa kali mencoba mendorong tubuh Joe


"Mmmmhh Joe"


"Kamu hanya milikku dan sebaliknya, malam ini aku akan menjemputmu bersiaplah" Joe mengangkat dagu Yuna yang masih berusaha mengatur nafasnya

__ADS_1


Saat akan melanjutkan aktivitasnya lagi tiba-tiba pintu terbuka dan ternyata sekertaris Lee.


"Maaf Tuan Muda sebentar lagi anda ada jadwal meeting"


"Sekertaris Lee" menatap sinis dengan penuh kekesalan karna sudah mengganggu waktu terbaiknya.


"Maaf Tuan tapi kali ini saya tidak bisa menggantikan posisi anda karna ini Tuan Smith sendiri yang memintanya"


"Baiklah,,aku akan menyusul 10 menit lagi" menggerakan jari menyuruh Lee keluar


"Joe pergilah" Yuna tertunduk malu karna tadi Lee melihat posisinya sangat dekat dengan Joe


"Aku akan mengatur ulang jadwalku, setelah itu aku akan membawamu beristirahat bersamaku. Ingat kamu masih berhutang janji kepadaku" Mencium hangat kening Yuna dan Joe langsung berlalu meninggalkan ruangan Yuna.


"Lee kau meng.... " Joe yang masih kesal karna waktu bersama kekasihnya terganggu langsung membuka pintu tanpa mengetahui bahwa ayahnya sudah menunggu.


"Nikahi dia baru kamu bisa menghabiskan berdua dimana saja tanpa ada gangguan" Ayahnya sangat paham semenjak menjalin hubungan dengan Yuna, Joe sering sekali menyuruh Lee menggantikan dirinya dibeberapa urusan penting dan memilih menghabiskan waktu diam diruangan Yuna memperhatikan Yuna bekerja.


"Adaa apa ayah datang kesini tidak biasanya" berjalan masuk dan duduk di sofa menyusul ayahnya yang sudah duduk terlebih dulu disana.


"Calon mertuamu dan keluarganya sudah ada dihotel apa kau tidak ingin menyambut mereka" mengambil beberapa potong buah yang sudah ada diatas meja


"Benarkah,, Tapi kenapa ayah memintaku untuk menghadiri meeting" meminum teh hangat yang sudah disediakan Lee

__ADS_1


"Dasar anak bodoh, mana mungkin Lee bilang kalau dirimu harus pergi menyambut kedatangan mertuamu dihadapan kekasihmu sendiri" menginjak kaki Joe dengan keras


"Awww" mengaduh pelan menyembunyikan rasa sakit diwajahnya "Lee bagaimana semua nya sudah berapa persen"


"80% Tuan Muda, rumah dan dekorasi semua sedang berjalan 1 jam lagi selesai Tuan" Lee menunjukan bebepara foto dari ponselnya


"Kamar Nona bagaimana" menggeser beberapa slide foto yang cukup banyak


"Sudah siap Tuan sesuai yang anda minta"


"Baguslah,, Lalu cincin itu bagaimana" memberikan kembali ponsel pada Lee


"Sudah siap Tuan"


"Aku harap semuanya selesai 3 jam sebelum acara dimulai"


"Baik Tuan,apa anda akan pergi sekarang"


Tanpa menjawab Joe berdiri dan berjalan menuju pintu yang sudah dibukakan oleh Sekertaris Lee.


Tuan smith hanya tersenyum melihat perubahan sikap putranya semenjak dekat Yuna.


Terimakasih menantu dirimu membawa warna baru dikeluargaku.

__ADS_1


Dirimu membawa banyak kebahagian dan membuat cucu ku mendapatkan seorang ibu yang benar-benar tepat dijadikan ibu.


__ADS_2